KOMINFO RI, DPR RI, dan BAKTI KOMINFO mengadakan Seminar Merajut Nusantara dengan tema Budaya Bermedia Digital . Acara seminar ini diisi oleh beberapa narasumber dan pemateri. Diawali dengan sambutan dari Ir. Alimin Abdullah beliau merupakan anggota DPRI Komisi , lalu ada ada Guru besar komunikasi Univ.Airlangga yaitu Prof. Dr. Henri Subiakto dan Syukri Rifai sebagai pemateri ketiga yang merupakan seorang pengajar dan praktisi komunikasi.
Materi pertama ada sambutan dari Ir. Alimin Abdullah beliau menyampaikan salam dan sapa kepada peserta . Sebagai awal pemteri beliau menyampaikan pengantar dan menyinggung tema seminar hari ini.
Beliau menghimbai agar sebagai pengguna media kita harus beradab agar kita tidak negatif dalam menggunakan media sosial ,kita harus bersama-sama saling menjaga. Saya harap agar peserta mampu dan mendapatkan ilmu setelah mengikuti seminar ini.
Lalu pemateri kedua diisi oleh Prof. Dr. Henri Subiakto, Pak Henri menyampaikan tentang Fenomena-fenomena yag terjadi di era digital seperti semua orang bisa jadi politisi,jadi wartawan,jadi provokator dan lainnya.
Banyak sekali user pengguna internet di Indonesia berlalu lalang menirim pesan kebeberapa media sosial dan banyak juga pesan saling tuduh dan saling serang diluar sana. Dimasa pandemi seperti ini penggunan internet semakin banyak dan semakin intens dan konflik pun semakin banyak.
Disinilah diperlukannya etika dalam penggunaan internet. Mungkin dahulu sebelum era digital bingung bagaimana bersialisasi tetapi karena digital ini kita dijarak jauh kita bisa tetap bersosial jadi tidak hanya egatif konflik saja dan kita harus belajar.
Dalam seminar ini juga memiliki tujuan agar daerah daerah terpecil lebih mengenal ilmu supaya lebih banyak mendapatkan manfaat dari internet.
Pak Henri menghimbai agar Etika dalam bersosmed diutamakan, mengngaplah dan lakukanlah orang diluar sana sama seperti diri kita sendiri, jika kita ingin dihormati maka hormati orang lain, jika kita tidak ingin dihina maka jangan menghina mereka, beragam orang-orangg diluar sana maka kitta harus menghargai mereka jangan sampai kita menyenggol mereka kita harus berhati-hati karena ada juga jejak digital. Dan lebih pelajari dunia internet , hati-hati dengan link-link diluar sana karena banyak diluar sana aplikasi hacker, penipuan dan tidak resmi yang sudah banyak korbannya sekarang.
Belajar mengenai UU ITE, ada beberapa laranga ITE yait laranga berbuat jaha menggunakan ITE dan larangan jahat terhadap ITE.
Terakhir materi dilengkapi oleh Syukri Rifai tentang menekankan kepada pengguna digital tentang pengendalian jari kita dalam digital mengunakan sebaik mungkin seperti mnjaga jejak digital,perhatikan perangkat,bjak dalam menulis, dan bangun citra yang positif.
Adapun beberapa negatifnya yaitu menjadi antisosial dalam rea life, konsumtif karena mudahnya transaksi,intoleran terhadap perbedaan,kejahatan serti hack,spam,dll.
Angka Kepuasan Tinggi, Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Dinilai Positif Jakarta, Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto…
Koperasi Merah Putih dan Transformasi Penerima Bansos menjadi Mandiri Oleh: Dhita Karuniawati Upaya pemerintah dalam…
Koperasi Merah Putih sebagai Jalan Graduasi dari Kemiskinan Oleh : Adi Hertanto Koperasi Merah Putih…
Tak Lagi Bergantung, Koperasi Merah Putih Ubah Nasib Penerima Bansos Jakarta - Pemerintah terus memperkuat…
Penerima Bansos Didorong Bekerja di Koperasi Merah Putih untuk Naik Kelas Jakarta – Pemerintah terus…
Dari Kremlin ke Elysee, Presiden Prabowo Baca Arah Baru Geopolitik Oleh: Walis Darma Presiden Prabowo…