• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Peluang Besar bagi Anak Muda

Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Peluang Besar bagi Anak Muda

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 April 2026

Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Peluang Besar bagi Anak Muda

Jakarta – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang kerja luas bagi generasi muda di seluruh Indonesia.

 

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan berbasis desa di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut ketahanan ekonomi nasional yang lebih kuat.

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pada tahap awal, pemerintah menyediakan sedikitnya 30.000 formasi manajer koperasi yang akan ditempatkan di berbagai daerah.

 

“Negara memanggil putra-putri terbaik untuk hadir di desa, kelurahan, dan kampung nelayan. Mari kawal bersama agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik demi Indonesia maju,” ujar Zulkifli.

 

Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan D3, D4, hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Pendaftaran dibuka pada 15 hingga 24 April 2026 melalui kanal resmi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

 

Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa pungutan biaya, sekaligus menutup celah praktik percaloan maupun titipan.

 

Bahkan, pemerintah memastikan tidak ada jalur khusus dalam proses ini sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos berdasarkan kompetensi.

 

Rekrutmen ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pembangunan 30.000 unit Kopdes Merah Putih yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.

 

Program ini juga terintegrasi dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga diharapkan mampu memperkuat sektor pangan dan kelautan secara simultan.

 

Selain membuka peluang kerja profesional, program ini juga dirancang untuk mendorong keterlibatan masyarakat lokal.

 

Dalam kondisi nilai seleksi yang setara, pemerintah akan memprioritaskan putra daerah guna memastikan efisiensi operasional sekaligus memperkuat dampak ekonomi di wilayah setempat.

 

Pendekatan ini diyakini mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat adaptasi manajer terhadap karakteristik daerah.

 

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menambahkan bahwa skema koperasi ini dirancang agar manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat.

 

“Sebagian besar keuntungan koperasi akan dikembalikan ke desa, sehingga perputaran ekonomi benar-benar terjadi di tingkat lokal,” jelasnya.

 

Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya membuka peluang karier bagi anak muda, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis desa. Setiap unit koperasi bahkan diproyeksikan mampu menyerap belasan tenaga kerja lokal, sehingga efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja semakin nyata.

Jaringan Koperasi Merah Putih Berpotensi Jadi Mesin Ekonomi Sirkular Berbasis EBT

June 14, 2026

Koperasi Merah Putih Didorong Kembangkan EBT Desa

June 14, 2026

Jaringan Koperasi Merah Putih Berpotensi Jadi Mesin Ekonomi Sirkular Berbasis EBT

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Jaringan Koperasi Merah Putih Berpotensi Jadi Mesin Ekonomi Sirkular Berbasis EBT JAKARTA – Upaya pemerintah…

Koperasi Merah Putih Didorong Kembangkan EBT Desa

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Koperasi Merah Putih Didorong Kembangkan EBT Desa Jakarta – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) didorong…

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan *Jakarta* – Sekretaris Jenderal PDI…

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II  Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun. Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Isu Reformasi Jilid II yang berkembang di berbagai daerah perlu ditempatkan dalam kerangka demokrasi yang sehat. Kritik dan aspirasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun, perubahan yang diharapkan masyarakat tidak akan tercapai apabila penyampaian aspirasi justru menciptakan ketidakstabilan yang berdampak pada masyarakat sendiri. Demokrasi membutuhkan partisipasi aktif warga negara, tetapi juga memerlukan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.