• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Program Vaksinasi Harapan Baru di Masa Pandemi

Program Vaksinasi Harapan Baru di Masa Pandemi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 31 October 2020

Oleh : Zainudin Zidan

Program vaksinasi di Indonesia rencana dilaksanakan dalam waktu dekat. Rencana ini menjadi harapan baru bagi Pemerintah maupun masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan akan melakukan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 pada akhir tahun ini. Tenaga Kesehatan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan penyuntikan pertama vaksin Covid-19.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, vaksin untuk 9,1 juta orang akan tersedia hingga akhir tahun 2020. Vaksin yang dipesan oleh pemerintah Indonesia dari Tiongkok merupakan produksi sinovac, sinopharm dan cansino.

Kini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama masih berupaya memastikan keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19 tersebut. Mereka berangkat ke Tiongkok untuk melakukan inspeksi terhadap produsen vaksin.

Selain itu, pemerintah juga memesan vaksin produksi AstreZeneca dari Inggris. Namun, vaksin tersebut rencananya baru akan didatangkan pada Maret 2021 dengan jumlah 100 juta dosis vaksin.

Apabila Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI dan Kemenag sudah dikeluarkan, itu artinya vaksin tersebut aman digunakan dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Selanjutnya, vaksin bisa diberikan kepada masyarakat.

Yuri mengatakan, meski tidak ada efek samping dari pemberian vaksin, pihaknya tetap meminta data sharing dari vaksin tersebut. Ia menuturkan bahwa pemerintah telah membentuk tim untuk melakukan evaluasi dari pasca vaksinasi, dimana hal ini sudah menjadi SOP global.

Dirinya menilai, pemerintah sudah menentukan orang-orang yang diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19 pada tahap pertama. Selain tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik yang memberikan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan seperti Satpol PP, TNI dan Polri juga menjadi prioritas.

Petugas pelayanan publik juga termasuk pegawai yang memberikan layanan terhadap pengguna jasa bandara, stasiun dan pelabuhan.
Ia menuturkan, kelompok pertama yang menerima vaksin Covid-19 tersebut telah sepenuhnya dibiayai oleh APBN. Pemerintah juga sedang menyusun skema vaksinasi dengan pembiayaan secara mandiri.

Sementara itu menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisamito, mengungkapkan alasan mengapa pemerintah hanya bisa memberikan subsidi kepada kelompok prioritas karena kelompok tersebut terdiri dari orang-orang yang paling berisiko tertular Covid-19 seperti para tenaga medis.

Hal ini karena mereka memiliki peran strategis dalam masyarakat akan divaksin lebih awal untuk menanggulangi status kedaruratan kesehatan masyarakat.

Di tengah pandemi yang belum berakhir, vaksinasi tentu menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, dimana angka kejadian covid-19 belum menunjukkan penurunan secara signifikan. Hal ini tentu menjadi sinyal positif dalam perjuangan memerangi virus yang pertama kali muncul di Tiongkok tersebut.
Hingga saat ini sesungguhnya belum ada negara di dunia yang telah berhasil memproduksi vaksin secara massal.

Perlu diketahui juga bahwa suatu kandidat vaksin haruslah melalui serangkaian tahapan sebelum diproduksi massal dan diberikan pada masyarakat. Hal tersebut guna memastikan vaksin yang akan diproduksi terbukti aman dan efektif.

Mempertimbangkan peran penting serta dampak yang diberikan oleh vaksin Covid-19 sebagai upaya perlindungan masyarakat, pemerintah menilai, proses pengembangan maupun vaksinasi perlu dilakukan secara hati-hati, namun tetap tangga terhadap perubahan yang dinamis di masa pandemi.

Wiku juga menjelaskan, bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak pengembang vaksin untuk memastikan bahwa vaksin-vaksin yang dikembangkan dapat lolos pada seluruh tahapan uji klinis, sebelum nantinya mendapat persetujuan dari BPOM untuk diproduksi secara massal.

Untuk bisa mencapai tahap vaksinasi, Indonesia telah melalui sederet tantangan dalam penanganan Covid-19. Hingga sekarang, perjuangan Indonesia dan seluruh negara di dunia pun masih panjang dalam memerangi pandemi Covid-19.

Di Indonesia, tercatat kasus terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai 377.541 orang dan 12.959 orang diantaranya meninggal dunia.
Sebelumnya, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan, vaksin merupakan bentuk upaya pembuatan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ini merupakan pencegahan agar masyarakat tidak perlu terpapar penyakit dahulu untuk menumbuhkan kekebalan tubuh.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 184 negara saat ini telah bergabung dengan fasilitas COVAX. Ekuador dan Uruguay menjadi negara terakhir yang baru saja bergabung.

Bangkit dari pandemi adalah sebuah harga mati. Pandemi virus corona telah membuat segala hal terdampak oleh sesuatu yang tak tampak. Sikap optimistis agar bisa terbebas dari pandemi tentu haruslah tetap dijaga.

Penulis adalah pengamat sosial politik, aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite Di beberapa wilayah belakangan ini…

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.