• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Program Vaksin Booster Cegah Dampak Fatal Kasus Covid-19

Program Vaksin Booster Cegah Dampak Fatal Kasus Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 27 July 2022

Program Vaksin Booster Cegah Dampak Fatal Kasus Covid-19

Oleh : Ade Firmansyah

Banyak ahli menyatakan bahwa memang tidak bisa dipungkiri lagi kalau vaksin booster akan sangat efektif mencegah dampak fatal jika seseorang terinfeksi Covid-19.

Tentunya ini menjadi sangat penting untuk dilakukan lantaran belakangan kasus Covid-19 pun kembali mengalami peningkatan.

Pandemi Covid-19 memang masih belum berakhir sepenuhnya, hal tersebut terbukti dari sampai saat ini saja status pandemi belum secara resmi dicabut oleh World Health Organization (WHO), selain itu memang masih bisa dijumpai bahkan di negara-negara lain sekalipun kasus Covid-19 ternyata kembali merebak hingga membuat mereka segera melakukan tindakan entah itu lockdown ataupun pembatasan kegiatan lainnya.

Kejadian itu tak lepas juga terjadi di Indonesia. Meski sempat sangat melandai, namun belakangan ternyata kasus Covid-19 kembali menunjukkan peningkatan terutama ketika ditemukannya subvarian baru dari Omicron, yakni BA.4 dan BA.5 meski memang tidak separah pada kasus varian Delta dulu jika dilihat dari gejala dan juga dampak risikonya, namun tetap saja hal tersebut sama sekali tidak bisa dianggap remeh.

Khususnya jika ternyata orang yang terserang adalah mereka yang memiliki risiko tinggi seperti pada anak-anak, orang tua ataupun orang-orang yang memiliki komorbid sebelumnya sehingga bisa saja menambah gejala menjadi semakin berat.

Pemerintah pun dalam hal itu terus menggencarkan sosialisasi mengenai protokol kesehatan dan juga yang terpenting adalah terus memprioritaskan pemberian vaksinasi secara merata hingga di seluruh pelosok negeri.

Hal tersebut lantaran jika seseorang sudah divaksin secara penuh, apalagi sudah melakukan booster, maka bagaimanapun semisal dirinya ternyata terjangkit Covid-19, maka gejalanya tidak akan menjadi parah dan dampaknya pun tidak akan menjadi fatal sehingga tingkat pasien rawat di Rumah Sakit bisa sangat ditekan, terutama kemungkinan orang meninggal karena Covid-19 pun bisa ditekan pula.
Selain memang secara medis sudah terbukti bahwa dengan melakukan vaksin booster akan mampu mencegah berbagai dampak fatal dari keterjangkitan Covid-19, sebenarnya jika ditilik dalam perspektif lain pun justru dengan sesegera mungkin melakukan booster, maka kegiatan masyarakat akan jauh lebih mudah lantaran adanya peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, khususnya dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai persyaratan wajib booster jika hendak mengunjungi tempat tertentu.
Contoh sederhananya adalah ketika hendak memasuki mall atau pusat perbelanjaan lain, maka pastinya seluruh pengunjung diminta untuk melakukan scan atau screening melalui aplikasi Peduli Lindungi dan menunjukkan atau memastikan bahwa dirinya sudah melakukan vaksin booster atau tidak. Jika masih belum, otomatis keterangan yang terdapat adalah berwarna kuning, merah atau bahkan hitam jika mereka sama sekali belum melakukan vaksin Covid-19 dan tidak akan mungkin diizinkan untuk memasuki mall tersebut.
Tentunya jika terjadi hal demikian maka akan sangat menyusahkan aktivitas dan juga produktivitas masyarakat sehari-hari jika mereka masih saja belum segera melakukan vaksin booster. Maka dari itu Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan (Menkes) RI kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang mungkin masih belum melakukan vaksin booster untuk segera mengunjungi gerai vaksin atau fasilitas kesehatan terdekat.
Bahkan Menkes Budi juga menegaskan bahwa apabila masih ada masyarakat yang belum melakukan vaksin booster, maka kemungkinan dirinya untuk masuk ke Rumah Sakit jika terinfeksi COVID-19 adalah mencapai 30 kali lipat jika dibandingkan dengan mereka yang sudah tervaksin. Maka dari itu beliau terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu ragu dan khawatir lagi dan segera melakukan vaksin booster, terlebih memang hal ini sudah menjadi program prioritas dari Pemerintah dalam rangka segera mengentaskan pandemi COVID-19 di Tanah Air sehingga pemberian vaksin di manapun gratis alias sama sekali tidak dipungut biaya apapun.
Di sisi lain, Dicky Budiman selaku salah seorang Epidemiolog juga memberikan pernyataan yang serupa bahwa memang vaksin dosis ketiga atau booster itu merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan lantaran potensi penurunan antibodi ketika melawan BA.5, BA.4 hingga BA.2,75 akan kembali terproteksi dengan jauh lebih maksimal apabila seseorang melakukan vaksin booster, terlebih memang efektifitasnya dalam mencegah keparahan hingga kematian juga sangatlah tinggi.
Perlu diketahui bahwa data menunjukkan kalau per tanggal 26 Juli 2022 kemarin, masyarakat Indonesia secara total yang sudah melakukan vaksin Covid-19 dosis 1 dan 2 adalah mencapai 169,8 juta orang atau sekitar 81,5 persen dari target total Pemerintah, yakni 208 juta penduduk. Sedangkan masyarakat yang sudah melakukan vaksin booster adalah hanya mencapai 54 juta orang saja, atau hanya sekitar 26,8 persen dari target total. Maka untuk benar-benar segera mencapai populasi yang herd immunity, setidaknya harus lebih dari 70 persen populasi masyarakat di Tanah Air yang sudah melakukan vaksin booster.
Atas berbagai hal yang telah dijelaskan, mulai dari peraturan Mendagri ketika masyarakat hendak mengunjungi pusat perbelanjaan dan juga hendak melakukan perjalanan harus divaksin, sampai pada dari segi medis yang memang telah terbukti bahwa vaksin booster akan sangat efektif untuk mengurangi risiko dampak fatal jika seseorang terinfeksi Covid-19. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melakukan vaksinasi booster untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kolektif.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.