• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Presiden Jokowi Apresiasi Bantuan BIN Bagi Penyintas Gempa Cianjur

Presiden Jokowi Apresiasi Bantuan BIN Bagi Penyintas Gempa Cianjur

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 8 December 2022

Presiden Jokowi Apresiasi Bantuan BIN Bagi Penyintas Gempa Cianjur

Oleh : Dina Kahyang Putri

Buktikan hadirnya negara untuk masyarakat secara nyata, Presiden Joko Widodo langsung mengunjungi korban gempa Cianjur di Posko Bantuan yang didirikan oleh BIN hingga memberikan bantuan untuk renovasi rumah seluruh masyarakat yang sebelumnya telah rusak akibat bencana gempa bumi tersebut.

Tepat pada Kamis (8/12) Presiden RI, Joko Widodo datang langsung untuk mengunjungi Posko Bantuan yang telah didirikan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) bagi para korban gempa di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Kehadirannya disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh warga setempat, bahkan tatkala beliau hadir, terlihat anak-anak di posko tersebut yang melakukan tari-tarian dengan tujuan menyambut Jokowi.

Pada kunjungan tersebut, beliau berniat untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga supaya bisa mereka pergunakan untuk melakukan renovasi rumah mereka setelah menjadi puing-puing akibat gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang telah terjadi beberapa waktu lalu.

Kemudian, bantuan renovasi rumah yang diberikan kepada warga Cianjur tersebut besaranya disesuaikan dengan separah apa kerusakan bangunan atau rumah yang mereka miliki akibat gempa bumi. Skema ini juga berkaca dengan pemberian bantuan kepada warga Palu, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Tentunya dengan adanya pembagian besaran yang disesuaikan dengan seberapa kerusakan rumah warga, maka bisa dikatakan memang bantuan yang diberikan oleh Pemerintah RI mengedepankan asas keadilan karena memang sangat disesuaikan dengan kebutuhan warga sendiri.

Pembagian tersebut berdasarkan dengan kategori seberapa parah kerusakan rumah warga, yang mana terdapat 3 kategori, yakni rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
Presiden Jokowi pun menyampaikan bahwa pihaknya pada kesempatan tersebut sudah menyerahkan bantuan kepada kurang lebih sebanyak 8100 warga Cianjur yang terdampak gempa bumi.
Sebagai informasi, untuk pemberian bantuan tatkala di Palu, NTB, Jokowi menyampaikan bahwa besarannya adalah bagi rumah yang mengalami kerusakan berat diberikan bantuan senilai Rp 50 juta, kemudian untuk rumah dengan kerusakan sedang mendapatkan bantuan senilai Rp 25 juta dan untuk rumah yang rusak ringan memperoleh bantuan senilai Rp 10 juta.
Ternyata, berkaca dari besaran bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah kepada warga Palu, untuk warga Cianjur sendiri, Pemerintah kemudian memberikan tambahan nominal. Kepala Negara Presiden Jokowi menjelaskan bahwa sebelum benar-benar memberikan bantuan, dirinya sempat banyak melakukan perhitungan terlebih dahulu.
Bukan hanya itu, dirinya juga telah melakukan koordinasi secara langsung bersama Menteri Keuangan (Menkeu RI), Sri Mulyani dan menanyakan apakah memang masih terdapat dana yang bisa diberikan kepada masyarakat. Ternyata Bendahara Negara tersebut mengaku bahwa memang masih terdapat beberapa dana.
Alhasil, dengan tegas Jokowi memutuskan bahwa besaran dana untuk renovasi rumah bagi korban gempa Cianjur ditambahkan nominalnya. Dari yang sebelumnya untuk rumah dengan kerusakan berat adalah sebesar Rp 50 juta, ditambahkan menjadi Rp 60 juta, kemudian untuk kerusakan sedang yang sebelumnya Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta dan untuk rumah rusak ringan yang sebelumnya Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta.
Meski telah ditambahkan, namun RI 1 tersebut kembali menjelaskan bahwa bantuan bisa diambil oleh seluruh warga tapi secara bertahap, sehingga memang tidak bisa langsung sebanyak 100 persen diambil seluruhnya dalam satu waktu yang sama. Tentunya skema yang diberlakukan oleh Pemerintah ini menjadi solusi yang cerdas.
Pasalnya, kembali berkaca dari pembagian bantuan yang diberikan di provinsi lainnya, nyatanya ketika masyarakat memungkinkan untuk langsung mengambil dana bantuan tersebut secara 100 persen, ternyata uang yang mereka peroleh justru tidak dipergunakan untuk membangun dan melakukan renovasi pada rumah mereka.
Namun justru bantuan dari Pemerintah RI yang seharusnya ditujukan untuk melakukan renovasi rumah malah dipergunakan untuk membeli barang-barang lain seperti sepeda motor. Maka dari itu, untuk saat ini, skema pengambilan bantuan memang dirancang sedemikian rupa demi bisa meminimalisasi perilaku tersebut.
Besar sekali harapan dari Jokowi kepada seua masyarakat korban gempa Cianjur untuk bisa benar-benar mempergunakan bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah sebagaimana mestinya. Beliau berpesan supaya bantuan itu memang dipergunakan untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang sebelumnya rusak akibat gempa bumi.
Bukan hanya itu, namun Presiden RI ketujuh tersebut mengingatkan kepada seluruh masyarakat, tatkala mereka hendak membangun rumah harus sesuai dengan arahan atau konstruksi yang memang telah digariskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Pasalnya dengan begitu, maka konstruksi rumah yang dibangun akan disesuaikan dengan kondisi geografis sekitar dan memang akan dirancang untuk bisa tahan gempa.
Dengan kunjungan langsung yang dilakukan oleh Presiden Jokowi kepada warga penyintas gempa bumi Cianjur di Pokso Bantuan BIN hingga pemberian bantuan yang ditujukan supaya masyarakat mampu merenovasi rumah mereka setelah rusak dan menjadi puing-puing akibat gempa bumi, jelas sekali secara konkret merupakan bukti bagaimana negara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bisa menjamin kebutuhan mereka.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG JAKARTA — Pemerintah memperketat disiplin…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.