• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»PPKM dan Vaksinasi Kunci Sukses Penanganan Covid-19

PPKM dan Vaksinasi Kunci Sukses Penanganan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 8 September 2021

Oleh : Ismail

Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Vaksinasi menjadi kunci sukses penanganan Covid-19. Dengan adanya percepatan penanganan Covid-19 maka proses pemulihan ekonomi nasional diharapkan dapat segera dilaksanakan.
Saat ini Anda pasti sudah sangat tertekan oleh pandemi, yang tak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga mental. Virus Covid-19 yang berukuran super mini ternyata mampu mengobrak-abrik berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, pariwisata, hingga psikis. Sehingga pemerintah berusaha keras untuk mengenyahkan corona dari Indonesia, agar penduduknya sehat lahir batin.
Untuk menangani ganasnya corona maka pemerintah memberlakukan PPKM. Program yang dimulai pada awal juli 2021 awalnya sangat mengagetkan, karena mobilitas masyarakat sangat dibatasi. Ada penyekatan di mana-mana, mulai dari pusat kota sampai daerah perbatasan. Selain itu, untuk naik moda transportasi umum juga dibatasi dan harus menunjukkan sertifikat vaksin di aplikasi Peduli Lindungi.
Namun program ini mulai menampakkan hasilnya. Saat kita liaht data yang dirilis oleh Tim Satgas Covid, tanggal 6 Agustus 2021 jumlah pasien Covid lebih dari 39.000 orang sedangkan tanggal 6 september 2021, tinggal ‘hanya’ 4.000-an orang per hari. Berarti dalam sebulan, jumlah pasien Covid turun drastis menjadi hanya sekitar 10% saja dari angka awal.
Oleh karena itu masyarakat setuju jika PPKM diperpanjang lagi per 10 September 2021, karena program ini terbukti keampuhannya. Jika ada PPKM maka mobilitas dibatasi sehingga bisa menurunkan jumlah pasien corona. Selain itu, saat PPKM para karyawan juga bekerja dari rumah (untuk industri non essensial) sehingga meminimalisir kontak antar orang dan semuanya aman dari virus Covid-19.
PPKM bisa saja diperpanjang lagi sepekan atau dua pekan ke depan, tergantung dari jumlah pasien corona se-Indonesia. Penyebabnya karena pemerintah ingin agar penularan corona benar-benar ditekan sampai 0%. Sehingga kita bisa bebas dari status pandemi lebih cepat dari perkiraan.
Selain PPKM, cara lain untuk keluar dari masa pandemi adalah dengan vaksinasi. Masyarakat setuju sekali dengan vaksinasi nasional karena vaksin terbukti meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan corona. Apalagi vaksin digratiskan, sudah berstatus halal MUI, dan lolos uji BPOM. Vaksinasi adalah kesempatan emas untuk bebas corona dan menjadi hak tiap WNI untuk mendapatkan perlindungan kesehatan dari pemerintah.
Masyarakat antusias sekali dengan vaksinasi dan mereka mengikuti vaksinasi massal, yang biasanya diadakan oleh aparat. Vaksinasi massal memang menjadi salah satu jurus pemerintah untuk mempercepat program ini, dan memang target sedang dinaikkan. Dari ‘hanya’ 1 juta suntikan menjadi 3 juta per harinya. Sehingga kita optimis pada tahun 2022 vaksinasi nasional selesai 100%.
Antusiasime masyarakat terlihat kala mereka semangat saat mengantri sebelum vaksinasi, dan mereka mau saja disuntik walau tidak di Puskesmas. Memang tempat vaksinasi saat ini beragam, tak hanya di RS atau pusat kesehatan lain tetapi juga di lapangan, aula, atau GOR. Yang penting ada nakes yang berpengalaman untuk memvaksin dan mereka yakin akan keampuhan vaksin tersebut.
Apalagi vaksinasi saat ini menjadi syarat utama sebelum masuk ke dalam Mall, sebelum naik trnasportasi umum, bahkan sebelum tes CPNS juga sebaiknya menunjukkan sertifikat vaksin. Sehingga yang tidak mau divaksin akan kesulitan dan mau tak mau ia rela disuntik.
PPKM dan vaksinasi merupakan 2 jurus utama pemerintah dalam menangani corona. Masyarakat sudah legowo ketika PPKM terus diperpanjang, karena sadar bahwa program ini baik untuk menekan angka pasien Covid. Vaksinasi juga jadi hal yang wajib, agar kita semua bebas corona.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

October 3, 2026

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

October 3, 2026

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsid JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan distribusi kebutuhan…

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo  Oleh: Giana Sulistya Modernisasi pertahanan Indonesia semakin memperlihatkan hasil pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penerimaan kendaraan tempur amfibi AAV M-35, kedatangan pesawat tempur Rafale, hingga bergabungnya kapal induk pertama Republik Indonesia menjadi perkembangan penting dalam penguatan TNI. Pada saat yang sama, pembangunan kapal selam Scorpène di dalam negeri membuka peluang memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus penguasaan teknologi nasional. Rangkaian tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari kesinambungan kebijakan pertahanan. Sejumlah pengadaan yang dimulai ketika Prabowo menjabat Menteri Pertahanan kini memasuki tahap penerimaan dan pengoperasian. Sementara itu, pembangunan alutsista bersama mitra internasional memberi kesempatan bagi industri Indonesia untuk meningkatkan kemampuan produksi, pemeliharaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu perkembangan terbaru berlangsung di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026). Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 kepada jajaran TNI. Kendaraan varian AAV-7A1 RAM/RS asal Amerika Serikat tersebut memperkuat kemampuan Korps Marinir bergerak dari laut menuju pantai dan melanjutkan operasi di daratan. Bagi negara kepulauan, kemampuan tersebut memiliki arti strategis. Mobilitas pasukan dari kapal menuju daratan merupakan bagian penting dalam operasi amfibi. Kehadiran kendaraan yang dapat beroperasi di kedua medan itu memperluas kemampuan Marinir menjalankan tugas pertahanan wilayah. Penguatan maritim juga ditandai oleh peresmian KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama Republik Indonesia. Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berdinas di Angkatan Laut Italia itu resmi masuk jajaran TNI AL pada 24 September 2026. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin peresmiannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kehadiran kapal induk pertama merupakan tonggak penting dalam perjalanan pertahanan Indonesia. Menurut penjelasan Panglima TNI yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjalankan peran sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta pendukung bantuan kemanusiaan. Dengan demikian, pemanfaatannya memiliki cakupan yang luas dalam mendukung kepentingan nasional.…

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.