• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pertemuan Megawati dan Prabowo Wujud Kedewasaan Demokrasi

Pertemuan Megawati dan Prabowo Wujud Kedewasaan Demokrasi

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 26 July 2019

Oleh : Hayati (Pengamat Sosial Politik)

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dihiasi senyum dan canda tawa. Diketahui Prabowo telah tiba di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 12.30 WIB, pada 24 Juli 2019. Ia datang didampingi oleh Sekjen Partai Gerndra Ahmad Muzani dan Ketua DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Setelah turun dari mobilnya, Prabowo disambut oleh politikus PDI-P yang juga merupakan anak dari Megawati, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Setelah bersalaman dengan Puan, Prabowo menghampiri Megawati yang sudah menunggu di depan pintu rumahnya.
Kedua tokoh tersebut lantas berbincang sebentar kemudian menyapa awak media yang meliput momen tersebut.

Dalam kesempatan yang hangat tersebut, hadir pula Kepala BIN Budi Gunawan dan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto. Megawati lantas mempersilakan Prabowo untuk masuk ke dalam rumah dan mempersilakan untuk makan siang.
Sebelumnya, Juru Bicara Prabowo Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pertemuan antara kedua tokoh tersebut akan berlangsung 4 mata.

Pertemuan tersebut merupakan silaturahim yang ditujukan untuk memperkuat kehidupan kebangsaan dan merawat keindonesiaan.
Meski berbeda koalisi dalam Pilpres 2019, hubungan antara Prabowo dan Megawati tidak pernah ada masalah, sebab keduanya pernah berpasangan dalam kontestasi politik yaitu pada Pemilihan Presiden Tahun 2009.

Megawati mengatakan bahwa rencana pertemuan dengan Prabowo Subianto memang sudah disiapkan sejak lama. Namun, menurutnya, rencana tersebut belum juga terencana karena kesibukan dua pimpinan partai terbesar di Indonesia ini.

Megawati juga menuturkan bahwa pertemuan dengan Prabowo berlangsung sangat cair dan penuh kehangatan. Apalagi ketika Prabowo mendapatkan sajian nasi goreng yang dimasak oleh Megawati, yang merupakan makanan kesukaannya.

Selain Prabowo, Mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga sangat menggemari nasi goreng racikan putri dari Presiden Pertama Indonesia Soekarno.

Mantan Presiden RI ke – 6 tersebut juga mengatakan bahwa Prabowo terus menagih nasi goreng buatannya, katanya nasi goreng buatan Megawati enak sekali. Tatkala Megawati mengatakan hal tersebut, Prabowo tampak memegang perut dengan kedua tangannya.
Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada saat jam makan siang.

Tentu saja pertemuan dimulai terlebih dulu di meja makan. Usai pertemuan, Prabowo juga tak lupa memuji nasi goreng yang dibuat oleh Megawati. Ditengarai sejak dulu Prabowo memang dikenal sebagai penggemar masakan Megawati. Bahkan saat kebersamaannya menonton pencak silat pada Asian Games 2018, Prabowo juga mengaku merindukan nasi goreng buatan Megawati.

Kerinduan tersebut terbayar sudah saat makan siang dalam pertemuannya dengan Megawati di kediamannya. Prabowo bahkan mengaku menambah porsi ketika akhirnya menikmati kembali nasi goreng tersebut.

Hal ini tampak menunjukkan politik nasi goreng yang dapat membuat suasana menjadi cair. Megawati juga mengatakan bahwa kelebihan perempuan saat menjadi politisi adalah menjadikan masakan sebagai senjata yang digunakan untuk kepentingan diplomasi politik.

Nasi Goreng menurut Megawati dirasa menjadi sangat ampuh dalam menyatukan kembali pandangan kedua orang yang pernah berpasangan dalam pilpres 2009.

Meski Prabowo dan Megawati kemudian berbeda haluan ketika Pilpres 2014, karena saat itu PDI-P mengusung Jokowi dan kemudian berhadapan head to head dengan Prabowo. Perjamuan nasi goreng tersebut dirasa mampu menjaga persahabatan antar keduanya.

Dalam perjamuan tersebut kita tentu tahu bahwa perbedaan pendapat atau perbedaan haluan politik adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia politik. Namun setelah kontestasi selesai semua pihak yang berbeda harus tetap bersatu untuk kepentingan bersama.

Masyarakat Indonesia sudah semestinya mengambil keteladanan dalam pertemuan ini, dimana dengan perjamuan nasi goreng, rivalitas antara PDI-P dan Gerindra dalam dunia politik tidak meninggalkan dendam dan rasa benci di antara keduanya.

Hal tersebut tentu menjadi pertanda baik dalam dinamika partai – partai politik di Indonesia, yang harus siap bersaing namun harus siap juga untuk menjaga hubungan baik demi kepentingan bangsa.

Indonesia telah mendapatkan pelajaran penting, agar tidak menempatkan urusan politik lebih tinggi dari urusan persatuan bangsa. Hal tersebut mengingat bahwa masing – masing partai politik pendukung merasa telah memberikan kontribusi selama Pilpres 2019.

 

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.