• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pentingnya Sinergitas Semua Pihak Sukseskan Pelaksanaan PON XX di Papua

Pentingnya Sinergitas Semua Pihak Sukseskan Pelaksanaan PON XX di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 2 February 2020

Oleh : Abner Wanggai

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua diyakini mampu mempromosikan wilayah Papua dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dengan demikian, diperlukan sinergitas semua pihak dalam menyukseskan gelaran olah raga nasional tersebut.

Gagasan awal dilaksanakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai gelaran olahraga di Indonesia, salah satunya adalah untuk menggelorakan semangat dalam memupuk persaudaraan, dan persatuan guna membangun karakter bangsa melalui olahraga.

Dalam sejarah perhelatannya, event olahraga nasional tersebut telah menjadi ajang lompatan anak bangsa dari berbagai daerah, menunjukkan prestasi untuk negeri agar dapat berprestasi di kancah Internasional dan mengharumkan nama bangsa. Sekarang ini, pelaksanaan PON telah berada di angka ke 20, dengan Provinsi Papua dipercaya menjadi tuan rumah.

Pelaksanaan PON 2020 di Papua, akan diselenggarakan di empat wilayah, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

Persiapan event olahraga nasional dari tanggal 20 Oktober hingga 2 November 2020 tersebut terus diakselerasi pemerintah salah satunya melalui Inpres Nomor 10 tahun 2017 tentang Dukungan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo untuk mendukung kelancaran pelaksanan PON XX 2020 di Papua.

Presiden Joko Widodo menaruh perhatian terhadap suksesnya perhelatan olahraga nasional tersebut dengan menyebutkan PON Papua bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga semata, namun menjadi arena untuk memperkuat jalinan persaudaraan, jalinan persatuan, dan solidaritas antardaerah, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Tanah Papua banyak lahir talenta-talenta yang hebat di bidang olahraga.

Oleh karena itu, PON XX 2020 di Papua merupakan kesempatan bagi Papua untuk menunjukkan prestasi di bidang olahraga serta dalam mengemban amanat Negara sebagai tuan rumah penyelenggara.

Selain itu, dukungan dan partisipasi seluruh pihak, baik masyarakat dan pemerintah pusat hingga daerah agar suksesnya perhelatan tersebut sangat penting, karena penyelengaraan PON XX 2020 di Papua sendiri akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi Provinsi Papua dengan datangnya ribuan atlet, official maupun tamu undangan.

Sebagaimana yang dikatakan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Papua, Syahrir Hasan bahwa “PON merupakan suatu kebanggaan bagi Papua dan pihaknya meyakini PON dapat membawa dampak positif terutama peningkatan perekonomian bagi daerah dan masyarakat Papua terutama di kabupaten/kota yang menjadi tempat penyelenggaraan cabang olah raga PON”.

Tidak hanya dari sektor ekonomi, suksesnya penyelenggaraan PON XX di Papua diharapkan memberi dampak positif terhadap Indonesia melalui karakter bangsa yang dibangun lewat olahraga serta menunjukkan bahwa ditengah isu negatif yang melanda sebelumnya, Papua tetap maju, aman dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden Joko Widodo juga mengharapkan agar pembangunan infrastruktur pendukung PON XX di Papua nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk penyelenggaraan PON XX saja, namun fasilitas-fasilitas tersebut dapat digunakan juga untuk kegiatan lain pascapenyelenggaraan PON.

Terutama dalam hal pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga untuk pembinaan bibit-bibit unggul anak-anak Papua di bidang olahraga, sehingga memberi manfaat yang nyata dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua.

Dengan berbagai dampak positif dari penyelenggaran PON XX di Papua tersebut, sepatutnya seluruh masyarakat, serta pemerintah pusat dan daerah bersinergi, mendukung lancarnya penyelanggaran PON XX di Papua, sehingga suskesnya perhelatan nasional tersebut menjadi salah satu catatan positif agenda nasional yang berdampak besar terhadap kemajuan bangsa.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.