• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Pengusaha Asing Minati Investasi di Indonesia

Pengusaha Asing Minati Investasi di Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 8 May 2022

Pengusaha Asing Minati Investasi di Indonesia

Oleh : Aldia Putra

Minat para pengusaha asing untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi. Mereka yakin bahwa menanamkan modal di Indonesia sangat menguntungkan.

Selain itu, aturan untuk berinvestasi juga dipermudah berkat adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja, sehingga mereka tidak usah memusingkan birokrasi dan sebagainya.

Pandemi membuat kondisi keuangan Indonesia sempat agak oleng karena pemerintah fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat.

Sementara di bidang ekonomi terganggu karena daya beli menurun sehingga roda perekonomian berputar lebih lambat. Namun Pemerintah bergerak cepat untuk mengatasinya agar tidak terjadi krisis ekonomi jilid 2. Salah satunya adalah dengan mempermudah investasi di Indonesia.

Strategi pemerintah berhasil karena makin banyak investor di Indonesia, yang didominasi oleh penanaman modal asing. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa realisasi investasi didominasi PMA (penanaman modal asing) sebesar 147,2 Triliun rupiah atau tumbuh 31,8% jika dibandingkan tahun lalu.
Menteri Bahlil menambahkan, para pengusaha luar negeri mulai nyaman dan yakin terhadap stabilitas kebijakan negara dalam mendorong masuknya investasi. Hal ini terbukti dengan naiknya realisasi investasi jika dibanding dengan tahun lalu. Negara-negara yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia adalah Singapura, Hongkong, RRC, Jepang, dan Amerika Serikat. Negara-negara lain akan menyusul karena mereka yakin bahwa berinvestasi di Indonesia menguntungkan.
Para pengusaha asing berminat untuk masuk dan menanamkan modal di Indonesia karena mereka dilindungi oleh UU Omnibus Law Cipta Kerja, khususnya klaster investasi. Dengan payung hukum yang kuat tersebut, maka mereka yakin untuk berinvestasi, karena memang dilindungi oleh pemerintah. Jaminan tersebut langsung diberikan oleh Presiden Jokowi sehingga mereka makin yakin bahwa berbisnis di Indonesia amat menguntungkan dan nyaman.
Dalam klaster investasi pada UU Omnibus Law Cipta Kerja memang disebutkan bahwa perizinan berbasis resiko. Akan terbagi jadi 3 yakni resiko rendah, sedang, dan tinggi. Penilaiannya dari kriteria, lokasi, jenis usaha, dll. Jika investor membangun pabrik dan dinilai sebagai resiko sedang maka mereka bernafas lega, karena hanya perlu mengurus NIB (nomor izin berusaha) dan sertifikat standar. Sedangkan verifikasinya butuh peran pemerintah pusat dan daerah.
Sementara itu, dalam klaster investasi juga disebutkan bahwa ada penyederhanaan perizinan berusaha. Sehingga jika disederhanakan tidak perlu bertele-tele dalam birokrasi. Untuk pengurusannya juga bisa lewat online single submission. Hal inilah yang disukai oleh para investor karena mereka tidak menyukai perizinan yang terlalu ruwet. Namun sekarang perizinannya dipermudah dan bisa via online sehingga hemat waktu.
Para pengusaha juga senang untuk berinvestasi di Indonesia, karena Indonesia memiliki banyak potensi, berupa sumber daya alam dan juga bahan tambang. Oleh karena itu banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk produsen mobil listrik Tesla juga tertarik untuk masuk ke Indonesia. Bahkan Menteri Manives Luhut Pandjitan sudah bertemu langsung dengan CEO Tesla, Elon Musk, untuk membicarakan hal ini.
Penanaman modal asing makin marak karena para investor mensyaratkan kemudahan infrastruktur jika ingin membangun usaha baru di Indonesia. Sementara pemerintah juga sudah membangun berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari jalan raya, jalan tol, sampai jembatan. Pembangunannya tak hanya di Jawa tetapi juga di Kaliamantan dan pulau-pulau lainnya, sehingga terjadi pemerataan investasi.
Para pengusaha asing dari berbagai negara sangat tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia. Mereka yakin bahwa berinvestasi di Indonesia akan menguntungkan karena ada perlindungan hukum dari pemerintah. Penanaman modal akan sangat baik karena bisa menambah lowongan kerja, setelah dibangunnya banyak pabrik baru dari hasil investasi asing. Masyarakat senang karena mereka bisa bekerja lagi dan mendapatkan gaji tetap.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.