• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Kemacetan Arus Balik Idul Fitri 1443 H

Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Kemacetan Arus Balik Idul Fitri 1443 H

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 May 2022

Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Kemacetan Arus Balik Idul Fitri 1443 H

Oleh : Alif Fikri

Pemudik diimbau untuk pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan. Dengan pulang lebih awal, pemudik juga akan punya waktu beristirahat cukup sebelum kembali ke rutinitas.
Arus mudik selalu diikuti dengan arus balik.

Ketika sudah puas merayakan Idul Fitri dan bersilaturahmi di kampung, maka masyarakat kembali ke kota, kembali ke kehidupan nyata dan bekerja. Semuanya gembira karena bisa mudik lalu kembali ke rumahnya dengan hati yang lapang karena bisa refreshing sejenak di kampung.

Pemerintah mengimbau pemudik untuk pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan. Dwimawan Heru, Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga menyatakan bahwa pemudik jangan berangkat tanggal 8 Mei 2022 dan sekitarnya, karena merupakan puncak arus balik. Kalau bisa mereka pulang lebih awal.

Saran dari Dwimawan amat tepat karena memang kebanyakan pemudik sengaja berlama-lama di kampung, alasannya karena memaksimalkan libur Lebaran. Ada pula yang menunggu kupatan alias hajatan setelah seminggu dari Idul Fitri. Namun jika semua orang balik serempak tanggal 8 Mei 2022 maka sudah pasti macet, karena kapasitas jalan dan jumah kendaraan tidak seimbang.

Para pemudik perlu menyadari bahwa ada banyak kerugian jika terjadi kemacetan saat arus balik. Pertama, durasi perjalanan jadi lebih lama daripada biasanya. Jika lebih lama dalam perjalanan tentu merugikan karena butuh BBM yang lebih banyak. Selain itu pemudik tentu butuh makan dan akhirnya mampir di warung. Sehingga uang di dompet kian menipis dan Tunjangan Hari Raya (THR) nyaris habis.
Kedua, dari segi kesehatan tentu tidak baik karena duduk berlama-lama di kursi, apalagi dalam cuaca panas, amat tidak nyaman dan rawan masuk angin, pusing, mual, dan bisa terkena resiko ambeien. Pengendara juga kelelahan sehingga dikhawatirkan mengantuk karena kelelahan, dan takutnya kurang fokus saat menyetir. Hal itu berbahaya karena berpotensi kecelakaan.
Sedangkan yang ketiga, jika ada kemacetan saat arus balik maka orang-orang lebih emosi karena dalam pikirannya ingin cepat sampai ke rumah. Ketika sama-sama dilanda amarah maka bahaya karena bisa gontok-gontokan di jalan. Apa mau ketika berkelahi lalu ditengahi oleh aparat dan ada yang merekamnya, lalu adegan itu jadi viral? Sungguh memalukan. Saat pulang pun jadinya stress karena capek pasca emosi seharian, juga lelah fisik.
Oleh karena itu memang lebih baik untuk kembali lebih awal agar tidak macet. Lebih baik memajukan jadwal kembali 1-2 hari daripada nanti kelelahan dan stress berat karena macet saat arus balik. Pikirkan, pulang lebih awal memang memangkas waktu liburan di kampung, tetapi menguntungkan karena perjalanan akan lebih lancar sehingga bisa memaksimalkan waktu istirahat di rumah. Senin ketika ngantor pikiran jadi lebih segar.
Apalagi orang tua juga tidak keberatan jika anak-anaknya kembali lebih awal. Mereka sadar bahwa kembali sebelum puncak arus balik bukannya karena tidak sayang kepada ibu dan bapaknya. Namun itu adalah strategi agar lebih cepat kembali ke kota, agar menghindari kemacetan yang amat melelahkan.
Pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya rekayasa arus lalu lintas saat arus balik. Kendati demikian, para pemudik diminta bijak saat melakukan arus balik dan menghindari pulang pada puncak arus balik agar memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat di rumah pasca perjalanan jauh.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.