• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemilu Momentum Menjual Program Bukan Kebencian

Pemilu Momentum Menjual Program Bukan Kebencian

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 17 April 2023

Pemilu Momentum Menjual Program Bukan Kebencian

Jakarta — Ketua Centra Initiative dan Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Demokratis, Al Araf mengatakan bahwa dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang adalah sebuah ajang untuk saling bersaing program.

Program yang ditawarkan oleh para calon pemimpin tersebut haruslah untuk kemajuan rakyat. Justru, para peserta Pemilu bukan malah menjual kebencian, apalagi sampai menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Dengan tegas, dirinya menjelaskan bahwa memang politisasi SARA harus bisa dihilangkan dalam Pemilu 2024 mendatang.

Pasalnya, ketika praktik tersebut masih dilakukan tentu akan menyebabkan terjadinya polarisasi tajam di masyarakat dan menimbulkan konflik.

Lebih lanjut, menurut Al Araf juga sangat penting adanya netralitas yang dimiliki para aparat sebagaimana amanat Undang-Undang (UU).

Karena, ketika ada aparat yang sangat terlihat keberpihakannya dalam mendukung kandidat tertentu dalam Pemilu, hal tersebut melanggar hukum.

“Jika terdapat keberpihakan pada satu kandidat dengan dukung mendukung maka itu bentuk pelanggaran hukum dan undang-undang sehingga harus dihukum,” katanya.

Mengenai netralitas dari para aparat, Al Araf kemudian berpesan kepada Bawaslu untuk meningkatkan pengawasannya.

Dirinya berkaca dari berjalannya Pemilu di tahun-tahun sebelumnya yang ternyata masih saja ada keterlibatan oknum aparat untuk mendukung salah satu kontestan pemilu dengan terang-terangan.

Praktik keberpihakan yang dilakukan oleh aparat menurutnya memang merupakan hal yang tidak ada untungnya dan justru melemahkan profesionalisme.

“Secara politik, tidak ada untungnya prajurit TNI maupun anggota Polri ikut dukung mendukung salah satu kandidat karena nanti kalau kandidatnya kalah jabatan mereka akan dipertaruhkan,” ujar Al Araf

“Sehingga tidak ada untungnya anggota TNI dan Polri ikut dukung mendukung salah satu kandidat karena itu akan melemahkan profesionalisme mereka,” tegasnya.

 

Hari Pahlawan, Momentum Mewujudkan Papua Maju, Damai, dan Kondusif

November 8, 2026

Semangat Hari Pahlawan Meneguhkan Persatuan di Tengah Isu Penyadapan

November 8, 2026

Hari Pahlawan, Momentum Mewujudkan Papua Maju, Damai, dan Kondusif

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Hari Pahlawan, Momentum Mewujudkan Papua Maju, Damai, dan Kondusif oleh: Markus Wenda Peringatan Hari Pahlawan…

Semangat Hari Pahlawan Meneguhkan Persatuan di Tengah Isu Penyadapan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Semangat Hari Pahlawan Meneguhkan Persatuan di Tengah Isu Penyadapan Oleh: Masayu Rahmat Andi Peringatan Hari…

Hari Pahlawan, Mengenang Pengorbanan Pejuang Karhutla Penjaga Kelestarian Lingkungan Bangsa

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Hari Pahlawan, Mengenang Pengorbanan Pejuang Karhutla Penjaga Kelestarian Lingkungan Bangsa Oleh: Hanasari Elena Wang Hari…

Efisiensi MBG Menghemat Anggaran tanpa Mengorbankan Gizi Anak

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Efisiensi MBG Menghemat Anggaran tanpa Mengorbankan Gizi Anak Oleh Hartini Mulya Program Makan Bergizi Gratis…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.