• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis bagi 53 Juta Anak Sekolah

Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis bagi 53 Juta Anak Sekolah

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 28 June 2025

 

Jakarta,- Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda melalui peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh anak usia sekolah.

Dimulai pada Juli 2025, bersamaan dengan tahun ajaran baru 2025/2026, program ini akan menyasar hingga 53,8 juta anak yang tersebar di lebih dari mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA, termasuk madrasah, pondok pesantren, sekolah luar biasa (SLB), sekolah rakyat, hingga anak-anak yang mengikuti pendidikan non-formal seperti homeschooling.

 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan bagian dari agenda strategis Kemenkes dalam mendorong kesehatan preventif sejak dini.

 

“Kita akan meluncurkan program CKG. Ini merupakan satu dari Ini merupakan salah satu amanah strategis dari Presiden untuk memperkuat sistem kesehatan nasional: satu, pemeriksaan gratis; dua, TBC; tiga, bangun rumah sakit kelas dari D ke C,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, uji coba yang telah dilakukan sebelumnya menemukan sejumlah masalah kesehatan umum di kalangan siswa.

 

“Uji coba menunjukkan tingginya prevalensi masalah kesehatan pada anak di setiap anak, entah itu diabetes, gangguan mata, karies. Semuanya kita rujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Temuan ini menjadi pengingat strategis bagi negara untuk mempercepat intervensi kesehatan anak.

 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap, tergantung kesiapan sekolah dan puskesmas di setiap daerah dan pemerintah akan memastikan dukungan penuh untuk percepatan kesiapan fasilitas.

 

“Target pemeriksaannya ialah anak sekolah, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Ini termasuk pada madrasah, pondok pesantren, SLB, dan sekolah rakyat. Selain itu, anak usia sekolah lainnya yang berada di luar satuan pendidikan menjadi sasaran,” katanya.

 

Bagi anak-anak yang tidak bersekolah formal atau menjalani pendidikan di rumah, pemerintah memastikan mereka tidak tertinggal.

 

“Anak-anak yang tidak bersekolah ataupun yang homeschooling tetap bisa mendapatkan pemeriksaan ini di puskesmas terdekat,” tambah Aji.

 

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, menegaskan pentingnya memulai program ini sejak awal tahun ajaran.

 

“Awal tahun ajaran merupakan momentum terbaik menanamkan kebiasaan sehat dan pemeriksaan dini,” jelasnya.

 

Dengan pelaksanaan CKG, pemerintah membuktikan keberpihakan nyata terhadap masa depan anak bangsa. Pemeriksaan ini bukan hanya menyentuh aspek kesehatan fisik, tapi juga menjadi sarana pembentukan kebiasaan hidup sehat dan mewujudkan generasi emas Indonesia yang kuat dan tangguh dan mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui generasi sehat dan produktif.

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau Jakarta- Pemerintah melalui Badan Gizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.