• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Optimalkan Pembangunan Tegaskan Papua Bagian Integral NKRI

Pemerintah Optimalkan Pembangunan Tegaskan Papua Bagian Integral NKRI

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 12 May 2022

Pemerintah Optimalkan Pembangunan Tegaskan Papua Bagian Integral NKRI

Oleh : Moses Waker

Pemerintah terus mengoptimalkan pembangunan berbagai bidang di wilayah Papua. Kebijakan ini merupakan bentuk kehadiran negara dan bukti ketegasan bahwa Papua bagian integral NKRI.

Selama ini Pemerintah Indonesia akan terus mewujudkan kesetaraan dalam hal pembangunan, sehingga tentunya tidak hanya pulau Jawa-Bali saja yang dibangun secara masif, melainkan semua wilayah di Indonesia termasuk Papua sekalipun.

Dengan terjadinya beberapa pembangunan yang memang telah dilakukan secara masif di sana, merupakan bukti konkret Pemerintah bahwa mereka memiliki keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat Papua.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Provinsi Papua dan juga Papua Barat memang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan hal tersebut dinyatakan secara langsung dan diberikan dukungan penuh oleh sejumlah tokoh pemuda Orang Asli Papua (OAP) yang berada di Papua Nugini.

Mereka dengan tegas tetap mendukung bahwa Papua dan Papua Barat merupakan wilayah kedaulatan Indonesia. Bentuk langsung dukungan tersebut dilakukan dengan membentangkan Bendera Merah Putih di Kantor Kedutaan Indonesia yang berada di Port Moresby, Papua Nugini beserta langsung disaksikan oleh Nugraha Kurniawan selaku Wakil Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini.

Dukungan yang ditegaskan oleh sejumlah tokoh OAP tersebut juga menjadi bukti lain bahwa negara tetangga seperti Papua Nugini mampu melihat dengan jelas adanya keberpihakan yang sangat positif dimiliki oleh Pemerintah pusat kepada daerah paling timur di wilayah NKRI tersebut.
Bahkan Sitapay, salah satu tokoh OAP yang juga turut menghadiri kegiatan tersebut menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya melihat ada keseriusan yang dilakukan oleh Pemerintah RI dalam membangun Papua secara keseluruhan. Maka dari itu pihak tokoh OAP sama sekali tidak memiliki keraguan untuk mendukung sepenuh seluruh program pembangunan yang masih direncanakan atau juga yang sudah terlaksana dari Pemerintah RI di Papua.
Salah satu kebijakan yang juga disinggung adalah mengenai perpanjangan otonomi khusus Papua. Bagi para tokoh OAP tersebut, nyatanya memang program tersebut dinilai memiliki dampak yang sangat positif bagi seluruh masyarakat Papua sendiri. Setidaknya secara nyata dapat kita semua lihat bahwa infrastruktur jalan yang ada di sana mulai diperbaiki, termasuk juga mengenai peningkatan pelayanan dalam bidang kesehatan hingga pendidikan akan juga meningkat.
Bukti dari keseriusan Pemerintah untuk terus mendengar seluruh aspirasi yang diberikan oleh pihak masyarakat Papua sebagaimana terlihat dalam sebuah sesi pertemuan yang telah terjalin antara Presiden Joko Widodo dengan pimpinan Majelis Rakyat Papua (MRP) di Istana Merdeka pada 25 April 2022.
Dalam pertemuan tersebut, banyak hal dibicarakan termasuk mengenai aspirasi mereka terkait pemekaran wilayah. Justru dikatakan oleh Menko Polhukam Mahfud MD bahwa hasil survey mengatakan bahwa sebanyak sekitar 82 persen rakyat Papua sendiri meminta kepada Pemerintah RI untuk melakukan pemekaran wilayah. Sebenarnya juga banyak wilayah lain yang ingin meminta pemekaran, namun Presiden kali ini sedang memfokuskan diri untuk melakukan pembangunan di wilayah Timur sehingga menerima aspirasi tersebut.
Lebih lanjut, Kurniawan selaku Wakil Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini juga turut memberikan komentarnya. Menurutnya, justru dengan adanya seluruh program pembangunan di wilayah Papua dan juga Papua Barat tersebut termasuk menjadi momentum yang sangat tepat dalam rangka menyuarakan sebuah kebenaran yang memang nyata terjadi di sana, bukan hanya seperti sekedar berita miring yang selama ini banyak diisi oleh aksi Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.
Sama sekali seluruh bukti tersebut menunjukkan betapa pentingnya dan betapa wilayah Papua menjadi perhatian dari Pemerintah RI. Bahkan dikatakan pula Presiden sendiri sudah melakukan kunjungan di wilayah Papua 14 kali termasuk di wilayah-wilayah terpencilnya, berbeda dengan kunjungan yang dilakukan di Provinsi lain yang mungkin hanya beberapa kali saja.
Pemerintah RI sangat serius dalam membangun Papua, bukti bahwa memang Papua adalah bagian dari wilayah kedaulatan NKRI. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan penuh masyarakat terhadap berbagai program pembangunan nasional agar kemajuan wilayah Papua dapat segera diwujudkan .

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.