• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Bukti Konkrit Negara Tidak Lupa Jasa Pemimpin Bangsa

Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Bukti Konkrit Negara Tidak Lupa Jasa Pemimpin Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 10 November 2025

Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Bukti Konkrit Negara Tidak Lupa Jasa Pemimpin Bangsa

Jakarta – Pada peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2025, Presiden Prabowo mengumumkan pemberian gelar Pahlawan Nasional terhadap orang-orang berjasa besar bagi bangsa dan negara. Termasuk diantaranya pemberian gelar Pahlawan Nasional terhadap Presiden RI ke-2 Soeharto.

 

Negara memberikan Gelar Pahlawan kepada Presiden RI ke 2, bukti negara tidak lupa dengan para tokoh dan pemimpin bangsa. Langkah ini mendapat dukungan berbagai pihak terungkap dalam dialog ditayangkan oleh TV Swasta Nasional tema “Bangsa Besar Menghormati Jasa Pemimpin dan Pahlawannya”, di Jakarta 9/11/2025. Hadir dalam acara tersebut Dr. Makroen Sanjaya, Pimpinan Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah dan KH Arif Fahrudin, Wakil Sekjen MUI.

 

Dalam penyampaiannya Dr. Makroen Sanjaya, menegaskan bahwa Muhammadiyah sudah mengkaji dari ketokohan beliau sebagai Presiden ke-2. Soeharto sudah memberikan kontribusi terbesar bagi bangsa.

 

“Kalau kita menyinggung sosok Presiden RI ke-2, Bapak Soeharto, sejak tahun 1946 sudah berkontribusi, waktu itu sejarah mencatat ada semacam kudeta yang dilakukan oleh kelompok kiri, Pak Harto sebagai militer bisa menanggulangi hal tersebut” ujarnya.

 

Jasa besar juga tampak pada peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta yang kemudian menjadi salah satu episode sejarah bangsa di mana kita mempertahankan kemerdekaan.

 

Lebih lanjut Makroen menegasi peristiwa G30S/PKI, beliau sebagai tokoh utama yang bisa menyelesaikan persoalan itu.

 

“apabila kita dalam memperlakukan pimpinan negara, ada filosofi Jawa yang sangat elegan kita coba kaji, yaitu ‘mikul ndhuwur, mendem njero’, tidak ada manusia yang sempurna” ujarnya.

 

Tapi kalau kita sebagai bangsa hanya mencari-cari kesalahan dan kekurangan di masa lalu, tentu kita tidak akan maju ke depan. Ibarat kaca spion, itu perlu untuk pembelajaran dan hikmah untuk kita ambil, tapi ke depan kita harus tatap.

 

 

Makroen menjelaskan bahwa diera kini, generasi muda juga harus tidak boleh melupakan sejarah, dan kalau kita belajar sejarah juga membentuk sejarah baru, bahwa yang namanya pengorbanan, pencapaian, prestasi itu harus terus digaungkan, dilanjutkan dengan bentuk yang berbeda. Kalau jaman 1945 sampai 1965 penuh dengan pergolakan politik dan militer.

 

“tetapi kalau sekarang untuk mencapai pembangunan bangsa, meningkatkan SDM sehingga kita bisa bersaing secara global, tentu anak-anak muda saat ini juga ahrus memiliki semangat yang sama, dia harus mampu berkorban, merelakan dirinya berkorban untuk sesuatu yang tujuan baik” katanya.

 

Sedangkan Wakil Sekjen MUI, KH Arif Fahrudin menyampaikan bahwa Pahlawan itu pada umumnya, mereka yang banyak jasa, berjasa kepada bangsa dan negara. Kedua adalah mereka yang rela mengorbankan segala apa yang dia punya demi satu tujuan bersama, yaitu tujuan mendirikan negara bangsa ini.

“Maka sesungguhnya pahlawan bisa kembali pada masa pra-kemerdekaan yang berkontribusi pada negara, atau pada waktu modern ini bisa banyak pahlawan” katanya.

 

Lebih lanjut Jadi misal, tenaga kerja kita itu kan pahlawan devisa, dia yang dedikasinya dan integritasnya diserahkan sepenuhnya untuk kemajuan bangsa dan negara ini.

 

Arif menegaskan, bahwa dua sosok ini antara Soeharto dan Gus Dur menggambarkan dua situasi yang cukup berbeda, tapi dalam satu frame yang sama.

 

“Pak Harto itu kontribusi beliau sebelum bahkan dimulai di era revolusi kemerdekaan, merebut kemerdekaan dan di masa transisi dan sampai beliau menjadi pimpinan di ABRI sampai menjadi Presiden, jadi era sebelum kemerdekaan, kemerdekaan dan menjadi Presiden” ujarnya

 

Sedang Gus Dur, Arif mengindentifikasi identik dengan selain trah ulama besar, yang itu semua adalah pendiri negara ini, pahlawan dan pejuang negara, dan di masa kemerdekaan.

 

“aktivitas Gus Dur adalah tokoh penggerak NU yang luar biasa kontribusinya untuk negara ini di aspek pendidikan agama, pesantren, kemudian pemberdayaan masyarakat sipil dan tadi, pluralitas, itu lah ikon dari Gus Dur” jelasnya.

 

Memang dalam agama, khususnya dalam Islam disebutkan bahwa dalams etiap 100 tahun itu pasti ada tokoh ataupun ada semangat yang sifatnya pembaruan.

 

“Itu tentu bisa kita ambil di sana, bagaimana kita mensyukuri semua generasi, terutama yang milenial, Gen Z, Alpha” katanya.

Ada kekhawatiran kalau tidak pandai menghargai jasa para pahlawan pendiri bangsa ini atau siapapun yang telah berkontribusi kepada negara ini, maka dia tidak akan pandai bersyukur dengan adanya negara ini.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.