• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pelonggaran Masker Bukti Kesuksesan Penanganan Pandemi Covid-19

Pelonggaran Masker Bukti Kesuksesan Penanganan Pandemi Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 23 May 2022

Pelonggaran Masker Bukti Kesuksesan Penanganan Pandemi Covid-19

Oleh : Wahyu Irawan

Presiden Joko Widodo nyatakan masyarakat sudah mulai diperbolehkan untuk tidak mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal tersebut merupakan bukti suksesnya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air yang terus menunjukkan tren perbaikan.

Penanganan pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari dua tahun melanda Indonesia terbukti sangat baik dilakukan oleh Pemerintah. Pasalnya penurunan kurva sudah terjadi bahkan hingga saat ini kurva penyebaran Covid-19 sudah sangat landai. Selain itu tingkat penyebaran vaksinasi juga sudah menyebar dengan sangat merata ke seluruh masyarakat.

Kemudian beberapa kebijakan juga telah dilakukan oleh Pemerintah, mulai dari pelonggaran sedikit-demi sedikit kepada masyarakat agar mulai bisa melakukan aktivitasnya seperti sedia kala, diperbolehkannya melakukan perjalanan mudik saat Lebaran Idul Fitri 2022 kemarin dan sama sekali tidak terjadi kelonjakan kasus, hingga yang terbaru Presiden Joko Widodo sudah mengizinkan masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar ruangan meski tanpa mengenakan masker.

Rahmad Haryono selaku Anggota Komisi IX DPR menyatakan bahwa dengan adanya kebijakan yang berani tersebut, berarti memang membuktikan bahwa penanganan pandemi Covid-19 yang selama ini diupayakan oleh Pemerintah menuai sukses besar. Selama ini semangat gotong royong selalu digaungkan dengan sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sejumlah tokoh masyarakat hingga para pemangku kepentingan turut serta berjibaku untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19.

Kondisi Covid-19 memang sudah dibilang sangat terkendali saat ini di Indonesia, maka dari itu keputusan mengenai pelonggaran aktivitas ini adalah keputusan penyesuaian menurut Rahmad. Pasalnya hingga 12 Mei 2022, keterisian kamar tidur di Rumah Sakit rujukan Covid-19 terus mengalami penurunan hingga mencapai angka 2 persen saja. Sehingga sudah bisa dikatakan bahwa memang pandemi telah terkendali.

Pemerintah sendiri pastinya juga sudah melakukan sejumlah riset dan kajian dengan para ahli, sehingga memperbolehkan untuk tidak menggunakan masker di beberapa tempat. Hal tersebut didukung oleh Anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim mengatakan sejauh ini upaya pengendalian pandemi yang dilakukan Pemerintah melalui pengukuran yang presisi, sistematis dan juga konsisten dalam pengerjaannya.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa nyatanya keberhasilan penanganan pandemi juga merupakan hasil dari kepatuhan masyarakat selama ini untuk terus menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah sehingga ini merupakan kesuksesan bersama. Mulai dari bagaimana masyarakat terus menggunakan masker dan juga mendatangi gerai vaksinasi yang sudah disediakan.

Maka dari itu imunitas yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia cenderung relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain seperti China dan Amerika. Terutama ketika melawan adanya varian baru Corona BA2. Oleh sebab itu, Pemerintah mulai membiasakan pelonggaran kebijakan masker agar masyarakat terbiasa dengan percepatan transisi pandemi ke endemi.

Dalam sebuah kesempatan, Menkes Budi menunjukkan bagaimana tingkat imunitas masyarakat Indonesia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa antibodi yang dimiliki oleh masyarakat sudah mencapai angka 99,2 persen dalam merespons Covid-19. Kemudian antibodi tersebut dikatakan terbentuk karena vaksinasi ataupun juga karena terdapat beberapa orang yang pernah terinfeksi virus.

Sejumlah data dan fakta tersebut menunjukkan bahwa memang Indonesia sudah optimal dalam penanganan pandemi Covid-19. Keberhasilan tersebut merupakan kesuksesan bersama yang telah diupayakan sejak awal pandemi, sehingga diharapkan dapat mempercepat transisi pandemi ke endemi demi pulihnya perekonomian nasional.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.