• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»PBB Beri Pengakuan Penuh Papua Bagian Tidak Terpisahkan dari NKRI

PBB Beri Pengakuan Penuh Papua Bagian Tidak Terpisahkan dari NKRI

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 26 February 2024

PBB Beri Pengakuan Penuh Papua Bagian Tidak Terpisahkan dari NKRI

Oleh : Clara Anastasya Wompere

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pengakuan secara penuh pada Bumi Cenderawasih sejak tahun 1963 silam, hal tersebut menandakan bahwa Papua memang bagian yang tidak bisa terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bukan hanya mendapatkan pengakuan penuh dari dunia internasional melalui PBB, namun bagaimana posisi atau status yang dimiliki oleh Papua di Tanah Air yang memang sudah sah menjadi satu kesatuan integral, juga diperlihatkan dari pembangunan Provinsi paling Timur di Indonesia itu dengan sangat masif dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Terkait bagaimana upaya pembangunan yang digencarkan oleh Pemerintah RI tersebut, Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, yang juga merupakan salah satu tokoh Papua, Steve Mara mengakui hal tersebut dan menilai bahwa memang sudah banyak sekali pembangunan yang dilakukan oleh negara kepada Bumi Cenderawasih dari berbagai sektor seperti pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebagai salah satu contoh bagaimana bentuk perhatian negara untuk Papua, yang mana juga semakin mempertegas bahwa Bumi Cenderawasih merupakan bagian integral dari NKRI yakni pada segi pembangunan infrastruktur seperti jembatan, bahkan juga hingga adanya pembangunan Trans Papua.

Seluruh contoh tersebut merupakan hal yang sangat nyata menunjukkan bahwa memang Pemerintah RI menunjukkan keseriusannya untuk menangani permasalahan di Papua dan sangat berkomitmen untuk membangun Bumi Cenderawasih. Selain itu, contoh tersebut juga menandakan bahwa kini paradigma pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah sudah tidak lagi hanya berpusat pada Pulau Jawa atau Jawasentris saja, melainkan sangat merata di seluruh Indonesia atau berparadigma Indonesiasentris.

Sejauh ini, Pemerintah memang terus melakukan hal yang terbaik untuk membangun seluruh wilayah di negeri ini bahkan hingga ke pelosok, termasuk juga di Papua. Maka dari itu, bagaimana tekad kuat dari Pemerintah RI itu hendaknya mampu untuk dijaga secara bersama-sama oleh seluruh pihak, utamanya para generasi muda di Tanah Papua sendiri agar upaya akselerasi pembangunan itu juga mampu mendatangkan dampak kepada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Bumi Cenderawasih sendiri.

Adanya pembangunan infrastruktur dan juga upaya peningkatan kualitas SDM yang sangat masif dilakukan oleh Pemerintah RI di Papua itu, kini menjadikan para anak-anak muda di Bumi Cenderawasih mulai ikut terlibat secara aktif dalam pembangunan tersebut.

Saat ini, berkat pembangunan yang begitu masif dilaksanakan oleh Pemerintah, menjadikan para pemuda di Provinsi paling Timur Tanah Air itu juga turut memiliki dan mengembangkan jiwa nasionalisme atau kecintaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keaktifan para pemuda Papua untuk mendukung penuh seluruh program pembangunan Pemerintah itu bahkan juga sangat diakomodasi oleh pemerintah sendiri, sehingga menjadikan mereka semua merasa memiliki bentuk rasa tanggung jawab terhadap negara karena telah memberikan kekhususan kepada Bumi Cenderawasih.

Jika para generasi muda penerus bangsa di Tanah Papua itu semakin banyak yang terlibat secara aktif dalam sistem negara, maka tentunya mereka semakin memiliki tanggung jawab untuk bisa terus menjaga marwah negara dan menjunjung tinggi marwah itu.

Sementara itu, Tokoh Muda Papua, Charles Kossay juga melihat hal yang sama, yakni menurutnya memang Pemerintah di Indonesia bahkan sejak era kepemimpinan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno hingga saat ini pada kepemimpinan di masa Presiden Ketujuh Joko Widodo.

Bagaimana kebijakan yang diambil pada setiap era kepemimpinan Presiden di Indonesia selalu dipengaruhi dan berdasar kepada situasi serta kondisi yang berlaku pada masa tersebut sehingga jelas sekali sangat relevan dan dibutuhkan bagi masyarakat Papua sendiri.

Pemerintah RI sendiri sampai saat ini memang terus menggunakan pendekatan yang holistik berbasis peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat orang asli Papua (OAP). Maka dari itu, menjelang adanya pergantian kepemimpinan pada tahun 2024 ini, para tokoh Papua sangat berharap kepada pemimpin selanjutnya untuk bisa meneruskan kebijakan nasional yang selama ini sudah baik dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan demikian, maka negara tetap terus memberikan perhatian penuhnya dengan kehadiran langsung bahkan mau mendengarkan bagaimana keluh kesah dari masyarakat Papua untuk mencegah terjadinya kemungkinan perpecahan antara segelintir pihak yang selama ini terus mempropagandakan dan memprovokasikan isu Papua merdeka sehingga kesatuan Papua sebagai bagian integral NKRI sebagai harga mati.

Oleh sebab itu, sudah tidak bisa terbantahkan lagi bahwa Papua memang sudah menjadi bagian integral dan final dari NKRI, sehingga bagaimana sikap dari seluruh anak muda di Bumi Cenderawasih hendaknya menjadi masyarakat Indonesia yang baik dengan mengupayakan akan penjagaan bangsa ini secara bersama-sama bahkan dari Sabang sampai Merauke.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakarta

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.