• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pancasila Vaksin Efektif Mencegah Radikalisme

Pancasila Vaksin Efektif Mencegah Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 22 May 2022

Pancasila Vaksin Efektif Mencegah Radikalisme

oleh : Abdul Haris

Pancasila merupakan vaksin efektif untuk mencegah radikalisme yang masih menjadi ancaman bagi keutuhan Indonesia. Dengan adanya penguatan ideologi Pancasila, maka penyebaran paham radikal dapat diminimalisasi.

Sudah sejak Indonesia meraih kemerdekaannya sendiri, seluruh pendiri Bangsa ini telah merumuskan sebuah ideologi yang memang sangatlah tepat bagi kondisi Tanah Air dengan segala keberagamannya.

Ideologi tersebut adalah Pancasila yang mengandung lima poin utama di dalamnya dan secara garis besar tentu mengajarkan bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya hidup rukun dan berdampingan sesama warga negara.

Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR RI memberikan sebuah perumpamaan bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus sudah menjalani vaksinasi ideologi Pancasila tersebut.

Dalam artian, seluruh masyarakat harus sudah meresapkan dan mengendapkan ideologi Pancasila jauh di dalam lubuk hatinya. Kegunaan Pancasila adalah supaya bisa menangkal seluruh ancaman dan potensi radikalisme serta terorisme.

Lebih lanjut, Ketua MPR RI tersebut menambahkan bahwa di jaman sekarang justru strategi yang paling tepat untuk bisa melawan gerakan-gerakan radikalisme dan juga terorisme yang memang sudah ditanamkan dalam pemikiran para pengikut aliran-aliran itu adalah dengan strategi yang berbasis ‘soft power’, yakni menggunakan ideologi tandingan. Maka dari itu Pancasila memang harus dipahami dan juga diterapkan oleh seluruh masyarakat jika tidak ingin gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme terus merajalela.
Pernyataan tersebut dibuat oleh Bambang Soesayto tatkala merespon banyaknya gerakan radikal dan berujung pada terorisme. Dirinya menegaskan bahwa upaya deradikalisasi saja tidaklah cukup untuk benar-benar bisa memberangus radikalisme. Efektivitasnya pasti akan terganggu apabila tidak disertai dengan penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila yang kemungkinan besar memang merupakan akar dan sumber terjadinya paham radikal pada seseorang.
Bahkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR RI) sendiri telah memiliki semacam program yang dinamai dengan vaksinasi ideologi yang memiliki tujuan utama yakni supaya bisa membangun imunitas kebangsaan dan juga jati diri Bangsa Indonesia. Dasar dari adanya program vaksinasi ideologi tersebut adalah sesuai dengan semangat Tri Dharma Kosgoro 1957 yang di dalamnya terdiri atas beberapa poin yakni pengabdian, kerakyatan dan juga solidaritas. Poin-poin tersebut sangatlah penting untuk bisa dimiliki seluruh masyarakat.
Menurut Bambang, hanya dengan nilai-nilai seperti pengabdian, kerakyatan dan juga solidaritas ternyata mampu untuk membangkitkan komitmen kebangsaan. Komitmen kebangsaan sendiri merupakan pondasi yang harus dimiliki karena bahkan sejauh ini sebagaimana data laporan Indeks Terorisme Global, setidaknya pada tahun 2020 saja Indonesia masih berada pada peringkat ke-37 sebagai negara yang tergolong memiliki dampak medium terjadinya terorisme. Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak bisa lengah begitu saja dan menganggap kalau ancaman radikalisme dan terorisme seolah sama sekali tidak ada.
Terlebih di jaman sekarang ketika arus informasi bisa didapatkan oleh siapapun dan bisa berasal dari manapun dengan sangat mudah, maka para kelompok teroris dan radikal seolah mampu untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk terus mendistribusikan paham mereka dan melakukan indoktrinasi. Sehingga tidak hanya melulu dengan cara konvensional saja indoktrinasi tersebut bisa terjadi.
Tentunya hal tersebut merupakan tantangan bersama seluruh masyarakat Indonesia dan bukanlah merupakan hal yang mudah untuk ditangani semudah membalik telapak tangan. Potensi adanya konflik juga akan pasti ada di Indonesia dengan negara yang memang memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi. Maka sangat penting untuk memasukkan semua nilai-nilai Pancasila bisa meresap ke lubuk hati seluruh masyarakat.

)* Penulis adalah pegiat Literasi Palembang

 

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.