• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pancasila Sebagai Pedoman Pembangunan Nasional

Pancasila Sebagai Pedoman Pembangunan Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 April 2022

Pancasila Sebagai Pedoman Pembangunan Nasional

Oleh : Alif Fikri

Pancasila merupakan pedoman pembangunan nasional, khususnya dalam aspek pembangunan mental. Dengan menerapkan Pancasila maka masyarakat akan jadi toleran dan mampu menerima perbedaan secara lebih terbuka.

Pancasila adalah dasar negara yang tidak bisa diganggu-gugat. Bung Karno telah memproklamasikan Indonesia dan meletakkan Pancasila setinggi-tingginya, dan walau era kemerdekaan sudah jauh berlalu kita harus tetap mengimplementasikan Pancasila.

Semua sila dalam Pancasila patut dipraktikkan karena jadi pedoman jika ingin jadi warga negara yang baik.

Saat ini di era reformasi, Pancasila juga masih penting karena bisa menghalau berbagai aliran negatif seperti terorisme dan radikalisme. Selain itu, Pancasila juga jadi pedoman pembangunan nasional.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyatakan, “Kepala daerah harus mempunyai kewajiban untuk memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Kewajiban tersebut ada di dalam UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.”

Basarah melanjutkan, “Ada banyak cara untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Implementasi bisa dilakukan melalui pendekatan kebijakan alias regulasi. Contohnya adalah pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengesahkan peraturan pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan.

Tujuannya adalah merawat Pancasila, menggelorakan semangat kebangsaan, menciptakan kerukunan dan merawat toleransi.”
Dalam artian, Pancasila bisa jadi pedoman pembangunan nasional terutama di bidang pendidikan.

Kalau bisa tiap daerah meniru Pemprov DIY dengan membuat pelajaran pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan. Tidak hanya para mahasiswa yang belajar matakuliah kewiraan, tetapi juga murid SD hingga SMA yang belajar Pancasila.
Nanti tujuannya adalah para murid sejak usia dini tidak hanya menghafalkan Pancasila tetapi juga mengimplementasikannya. Mereka jadi insan yang taat beragama dan selalu rukun dalam bermasyarakat, meski berada di lingkungan yang warganya memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Para murid jadi paham bahwa Pancasila bukan sekadar lima kalimat tetapi menggetarkan kalbu karena jika dipraktikkan akan membuat seseorang jadi makin bijak.
Jika dewasa kelak maka para murid akan menjadi insan yang memahami satu sama lain dan tidak memaksakan pendapat, karena mereka sadar bahwa di Pancasila diajarkan untuk selalu musyawarah untuk mencapai mufakat tetapi harus saling menghormati. Dengan ajaran Pancasila sejak dini maka jadi pedoman untuk membangun mental yang kuat dan tidak pemarah.
Pancasila memang jadi pedoman pembangunan nasional, terutama pembangunan mental. Para murid yang belajar Pancasila sejak dini akan paham bahwa mengimplementasikan sila pertama itu penting karena tiap orang harus taat beragama. Tetapi mempraktikkan sila yang lain juga penting karena jadi bekal untuk hidup bermasyarakat.
Dengan pengajaran Pancasila maka mental seseorang akan terdidik. Mereka tidak akan berbuat curang karena mengimplementasikan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nantinya jika jadi pemimpin, baik gubernur atau pemimpin setingkat RT, tidak akan semena-mena karena selalu bertindak adil dan ingat untuk mempraktikkan Pancasila, sebagai pedoman pembangunan nasional.
Jika semua orang memahami Pancasila maka akan meminimalisasi perpecahan di masyarakat. Mereka saling memahami dan tidak bertindak intoleran seperti memaksakan pendapat atau menyalahkan orang lain hanya karena status Facebook-nya berbeda atau punya pandangan politik yang saling bersebrangan.
Pancasila adalah pedoman pembangunan nasional terutama pembangunan mental. Masyarakat wajib mengimplementasikan Pancasila agar mereka tidak menjadi insan yang intoleran dan akhirnya jadi dekat dengan kelompok radikal. Mari kita ajarkan Pancasila sejak dini karena baik sekali untuk melatih mental para murid sejak dini, sehingga mereka jadi lebih nasionalis.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Insitute

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan

September 30, 2026

Kisah Perjuangan yang Menguras Air Mata: Santri Yatim Asal Cakung Melenggang ke Ajang Nasional PPSN VI 2026!

September 30, 2026

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan Jakarta – Pemerintah mengingatkan masyarakat dan seluruh…

Kisah Perjuangan yang Menguras Air Mata: Santri Yatim Asal Cakung Melenggang ke Ajang Nasional PPSN VI 2026!

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Di balik keterbatasan fasilitas dan tanpa sokongan donatur besar, Pondok Pesantren Tahfidz dan Rumah Yatim…

Strategi RI Menahan Defisit Migas agar Neraca Dagang Tetap Kuat

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Strategi RI Menahan Defisit Migas agar Neraca Dagang Tetap Kuat Oleh: Bara Winatha Neraca perdagangan…

Strategi Perdagangan RI Membawa Teknologi sampai ke Pasar Rakyat

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Strategi Perdagangan RI Membawa Teknologi sampai ke Pasar Rakyat Oleh : Muhammad Nofer Saputro Perkembangan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.