• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 21 September 2020

Oleh : Sabby Kossay

Otonomi khusus jilid 2 didukung penuh oleh mahasiswa dan pemuda Papua, karena dana otsus yang dirupakan beasiswa, sangat menyokong pendidikan mereka. Kelanjutan otsus sangat dinanti karena generasi muda akan lebih cerdas dan mendapat pendidikan yang layak. Putra Papua akan diajari skill sebagai bekal berwirausaha.

Tahun 2021 merupakan masa yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Papua, karena ada perpanjangan otonomi khusus. Program otsus merupakan perhatian istimewa dari pemerintah pusat, karena akan membawa kemajuan di bumi cendrawasih. Pemerntah daerah Papua dan Papua Barat diberi dana trilyunan untuk membangun infrastruktur di sana.

Para pemuda yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Barat (APMB) mengadakan aksi damai untuk mengajak rakyat mendukung perpanjangan otonomi khusus. Rajid Patiran, ketua APMB mendesak pemerintah agar melanjutkan program otsus. ia juga meminta Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perpres mengenai otonomi khusus di Papua dan Papua Barat.

Anggaran otonomi khusus tidak hanya digunakan untuk membuat jembatan dan jalan raya, namun ada jatah 25% untuk pendidikan. Jadi generasi muda Papua mendapat beasiswa hingga bangku kuliah, agar mereka menjadi murid yang cerdas. Putra Papua yang jadi sarjana bisa mendaftar ASN atau di perusahaan tambang, karena punya ijazah dari kampus yang bonafid.

Baca juga: Komunitas Ojek Online FKDOI Lakukan Baksos Berupa Santunan dan Penyemprotan Desinfektan

Tak hanya untuk pendidikan formal, namun dana otonomi khusus juga digunakan untuk pendidikan vokasi. Peningkatan skill sangat perlu, karena persaingan untuk jadi pegawai negeri atau swasta juga cukup ketat. Jadi para pemuda Papua bisa mengolah dan menjual hasil bumi, dan memanfaatkan sumber daya alam di bumi cendrawasih sebaik mungkin.

Menurut pengamat politik Sujono HS, dana otsus yang mencapai 5,86 trilyun bisa memberi peluang bagus bagi para pemuda Papua. Terutama untuk meningkatkan keterampilan. Dalam artian, saat memiliki skill maka seseorang bisa membuka usaha sendiri dan tidak panik ketika harus kehilangan pekerjaan. Malah ia membuka lowongan kerja untuk orang lain.

Contohnya adalah Paskalis Pigai, seorang wirausaha di bidang fotografi dan video. Paskalis berharap para pemuda Papua yang telah sekolah dengan dana otsus, agar jadi pengusaha profesional dan jangan hanya berharap jadi ASN. Jika seseorang jadi pebisnis, maka bisa lebih mengembangkan diri dan gajinya juga lebih tinggi, jika dibandingkan dengan gaji pokok ASN.

Jadi nanti ketika otsus jilid 2 dimulai, jangan hanya fokus pada bangunan sekolah. Namun perhatikan juga kurikulumnya. Jika bisa mulai SMP dan SMA, ada pelajaran keterampilan dan wirausaha yang diajarkan kepada murid-murid di Papua, sebagai bekal masa depan mereka. Jika jam pelajaran tidak cukup maka bisa dimasukkan ke kegiatan ekstra kulikuler.

Pendidikan keterampilan dan wirausaha juga bisa diberikan melalui seminar atau pelatihan. Pesertanya adalah pemuda Papua yang sudah lulus SMA dan ingin membuka bisnis sendiri. Mereka diajarkan untuk terampil mengelola keuangan bisnis, online marketing, branding, cara manajerial UMKM, dan lain-lain.

Dana otonomi khusus bisa digunakan untuk menggaji guru atau mentor yang mengajarkan keterampilan. Juga bisa dirupakan modal berupa alat kerja. Misalnya jika yang diajarkan adalah cara mengolah sagu, maka dibelikan mesin pemarut sagu otomatis. Murid-murid akan belajar cara mengelola hasil bumi, agar mereka memanfaatkan kekayaan alam di Papua.

Oleh karena itu, seluruh warga negara Indonesia wajib mendukung perpanjangan otonomi khusus di Papua, karena sangat bermanfaat. Tidak hanya untuk pembangunan fisik, tapi juga pendidikan keterampilan dan wirausaha. Makin banyak pebisnis di bumi cendrawasih yang akan mengelola hasil pertanian dan terampil mengelola perusahaannya sendiri.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.