• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Sekolah Garuda di Dua Tahun Prabowo-Gibran Menyiapkan Talenta Sains untuk Masa Depan Indonesia

Sekolah Garuda di Dua Tahun Prabowo-Gibran Menyiapkan Talenta Sains untuk Masa Depan Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 6 October 2026

Sekolah Garuda di Dua Tahun Prabowo-Gibran Menyiapkan Talenta Sains untuk Masa Depan Indonesia

Oleh: Alexander Royce

Pendidikan selalu menjadi investasi yang hasilnya tidak berhenti pada satu generasi. Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, agenda membangun manusia unggul semakin diarahkan pada penguasaan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Di titik inilah Sekolah Garuda layak dibaca bukan sekadar sebagai program pendidikan, melainkan sebagai strategi jangka panjang untuk menyiapkan talenta yang mampu membawa Indonesia naik kelas.

 

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menempatkan Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian penting dari visi tersebut. Ia menekankan bahwa akses terhadap informasi, pendidikan berkualitas, dan beasiswa harus dibuka seluas mungkin agar talenta terbaik dari berbagai daerah mempunyai jalur yang jelas menuju perguruan tinggi terbaik dunia. Melalui laman Ekosistem Sekolah Unggul Garuda yang diluncurkan pada 3 Oktober 2026, pemerintah memperkuat keterbukaan informasi mengenai sekolah, program pendidikan, dan beasiswa. Untuk angkatan 2027/2028, seleksi nasional kembali dibuka di Belitung Timur, Bulungan, Konawe Selatan, dan Timor Tengah Selatan. Pada 2026, ekosistem ini telah mencakup empat Sekolah Garuda Baru dan 47 Sekolah Garuda Transformasi di 20 provinsi dan 39 kabupaten/kota, dengan arah pengembangan menuju 20 sekolah baru dan 80 sekolah transformasi pada 2029.

 

Capaian itu menunjukkan bahwa negara mulai mengubah pendekatan pemerataan pendidikan. Pemerataan tidak lagi semata dihitung dari jumlah sekolah yang tersedia, tetapi dari kemampuan menghadirkan sekolah bermutu dan lingkungan belajar yang dapat membuat siswa daerah bersaing di arena global. Pilihan lokasi sekolah baru di luar Jawa juga mempertegas pesan bahwa talenta nasional tidak boleh terjebak oleh letak geografis. Ketika kesempatan dibuka di kawasan timur dan wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, pembangunan SDM menjadi instrumen pemerataan yang lebih substantif.

 

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani melihat penguatan Sekolah Garuda sebagai upaya menjemput talenta berprestasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena itu, ia mendorong siswa kelas IX SMP atau sederajat yang memiliki potensi dan prestasi, terutama di bidang STEM, untuk mengikuti seleksi. Pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta kementerian dan lembaga juga diajak memperluas penyebaran informasi agar kesempatan tersebut tidak hanya diketahui keluarga di kota besar. Dalam kerangka ini, seleksi bukan sekadar proses penyaringan, tetapi mekanisme untuk menemukan anak-anak yang punya kapasitas tumbuh dan kemudian diberi dukungan negara secara penuh.

 

Arah tersebut semakin relevan ketika Indonesia membutuhkan generasi yang mampu mengolah kekayaan alam menjadi pengetahuan, teknologi, dan nilai tambah. Keberhasilan awal Sekolah Garuda Transformasi memberi sinyal kuat. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 388 siswanya diterima di perguruan tinggi terbaik dunia, meningkat 177 persen dari 140 siswa pada tahun sebelumnya. Mereka diterima di berbagai kampus seperti University of Oxford, University of Toronto, Nanyang Technological University, University of California Berkeley, dan sejumlah perguruan tinggi unggulan lainnya. Angka ini memperlihatkan bahwa investasi pada talenta dapat menghasilkan mobilitas pendidikan yang nyata.

 

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ardi Findyartini menekankan bahwa kekuatan Indonesia di masa depan tidak cukup dibangun dari sumber daya alam. Menurutnya, kreativitas, ilmu pengetahuan, sains, teknologi, riset, dan inovasi harus terhubung dalam satu ekosistem. Karena itu, pendidikan menengah perlu menjadi fondasi yang mengantarkan siswa menuju perguruan tinggi, penelitian, inovasi, hingga penciptaan karya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Perspektif ini membuat Sekolah Garuda bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik, tetapi ruang untuk membangun cara berpikir yang mampu melahirkan solusi.

 

Penguatan tersebut kini bergerak lebih jauh. BRIN sedang merancang tata kelola laboratorium STEM berbasis ekosistem inovasi di Sekolah Unggul Garuda. Model itu mencakup pembelajaran berbasis inkuiri dan proyek, riset dan pengembangan solusi, penguatan profesionalisme guru, kemitraan dengan perguruan tinggi dan industri, serta penyebaran praktik baik. Langkah ini penting karena laboratorium yang baik semestinya tidak berhenti menjadi ruang praktikum, melainkan menjadi tempat siswa belajar merumuskan pertanyaan, menguji bukti, dan memecahkan masalah.

 

Di sisi lain, dorongan agar Sekolah Garuda hadir di Papua Pegunungan menunjukkan bahwa perluasan akses masih menjadi agenda yang bergerak. Bappenas mendorong hadirnya Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut sebagai bagian dari percepatan pembangunan SDM. Ini sejalan dengan gagasan bahwa Indonesia tidak kekurangan anak cerdas, tetapi membutuhkan ekosistem yang memungkinkan kecerdasan itu tumbuh tanpa dibatasi kondisi ekonomi dan geografis.

 

Ukuran keberhasilan Sekolah Garuda bukan hanya berapa banyak sekolah yang dibangun, melainkan berapa banyak anak Indonesia yang kelak mampu menjadi peneliti, insinyur, dokter, ilmuwan, inovator, dan pemimpin yang membawa manfaat bagi negeri. Pemerintahan Prabowo-Gibran sedang meletakkan fondasi menuju arah tersebut. Dengan memperluas akses, menjaga kualitas, dan menghubungkan sekolah dengan ekosistem riset serta dunia global, Sekolah Garuda dapat menjadi salah satu jalan penting menuju Indonesia yang mandiri, inovatif, dan semakin diperhitungkan di dunia.

 

*) Penulis merupakan Pengamat Sosial

 

Prabowo Siapkan KPR Subsidi Baru untuk Pekerja Kelas Menengah

October 6, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Sekolah Garuda: Anak Indonesia Menembus Dunia

October 6, 2026

Prabowo Siapkan KPR Subsidi Baru untuk Pekerja Kelas Menengah

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Prabowo Siapkan KPR Subsidi Baru untuk Pekerja Kelas Menengah Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya…

Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Sekolah Garuda: Anak Indonesia Menembus Dunia

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Sekolah Garuda: Anak Indonesia Menembus Dunia Oleh : Jonathan Janoel Persaingan…

Sekolah Garuda di Dua Tahun Prabowo-Gibran Menyiapkan Talenta Sains untuk Masa Depan Indonesia

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Sekolah Garuda di Dua Tahun Prabowo-Gibran Menyiapkan Talenta Sains untuk Masa Depan Indonesia Oleh: Alexander…

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sekolah Garuda Buka Jalan Siswa Mendunia

By Kata IndonesiaOctober 6, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sekolah Garuda Buka Jalan Siswa Mendunia JAKARTA – Akses siswa Indonesia menuju…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.