• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Moderasi Beragama Solusi Antisipasi Konflik

Moderasi Beragama Solusi Antisipasi Konflik

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 31 July 2022

Moderasi Beragama Solusi Antisipasi Konflik

Oleh : Muhammad Yasin

Penerapan moderasi keberagamaan menjadi salah satu solusi yang sangat penting untuk bisa mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya konflik atau gesekan secara horizontal di masyarakat, utamanya mengenai isu SARA.

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia secara hakekat pasti memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Jangankan dari berbeda negara, bahkan perbedaan saja bisa didapatkan pada masyarakat dalam negara yang sama, seperti contohnya adalah Indonesia.

Justru sebenarnya sudah sejak dulu ragam latar belakang kebudayaan yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Tanah Air menjadi kekuatan Bangsa ini.

Maka dari itu pula para pendiri Bangsa menggunakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang isinya menggaungkan supaya seluruh masyarakat mampu untuk tetap bersatu dan bersaudara meski di tengah perbedaan.

Akan tetapi tidak jarang pula, perbedaan menjadi salah satu permasalahan utamanya mengenai konflik atau gesekan secara horizontal.

Biasanya yang sangat sering menimbulkan gesekan secara horizontal tersebut adalah ketika terjadi perbedaan dalam hal-hal yang sangat sensitif seperti pada Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA). Terbukti bahwa beberapa kejadian terjadi ketika masyarakat merasa berbeda secara paham agama kemudian justru menimbulkan perpecahan.
Dengan potensi adanya gesekan ketika sudah menyangkut SARA tersebut, kemudian tidak disia-siakan oleh kelompok tertentu, utamanya mereka kaum radikal yang akan menunggangi atau bahkan terus menerus berusaha untuk menciptakan suatu konflik di tengah masyarakat demi tercapainya tujuan tertentu dari mereka.
Untuk itu, hal yang menjadi sangat penting untuk dipahami dan juga dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia demi bisa terus menjaga keutuhan NKRI adalah dengan menerapkan moderasi beragama sebagai solusi untuk mampu mengantisipasi potensi atau risiko konflik yang terjadi secara horizontal tersebut.
Betapa pentingnya moderasi beragama, bahkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko langsung memberikan sebuah imbauan kepada seluruh guru agama di Indonesia. Beliau menyatakan agar supaya para guru tersebut mampu untuk jauh lebih meningkatkan kewaspadaannya mengenai ancaman radikalisme yang berujung pada sifat intoleran, yang mana belakangan terus merebak dan juga mengancam.
Imbauan yang diberikan langsung oleh Moeldoko tersebut menyusul adanya perilisan data mengenai survey yang menunjukkan bahwa ternyata memang sekolah dan juga para siswa memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi akan paparan paham-paham kelompok radikal dan juga nantinya sangat berpotensi untuk berujung pada tindak intoleransi.
Dalam hal ini, posisi yang dimiliki oleh para guru, khususnya guru agama menurut Moeldoko adalah posisi yang memiliki peran sangatlah strategis lantaran mereka berfungsi sebagai ujung tombak dalam hal pendidikan dan juga berurusan langsung dengan para siswa yang notabene adalah generasi penerus Bangsa dalam hal pendidikan secara formal. Sehingga pendidikan dengan mengajarkan moderasi beragama memang harus benar-benar terus digaungkan.
Lebih lanjut, KSP tersebut menyatakan bahwa pendidikan beragama yang terdapat dalam lembaga seperti sekolah seharusnya memang menggunakan pendekatan atau metode pembelajaran yang secara komprehensif sehingga jangan sampai berkutat pada hal-hal yang sifatnya doktrin dan juga simbol yang normatif saja.
Bagaimana tidak, pasalnya Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu memaparkan bahwa jika sistem pendidikan beragama di sekolah masih terkungkung dalam hal-hal yang sifatnya doktrin dan normatif saja, maka bukan tidak mungkin ke depannya justru akan mencetak generasi yang justru hanya mampu untuk berpikir dengan satu arah saja sehingga sama sekali tidak terbuka.
Bayangkan bagaimana jadinya jika para siswa hanya memiliki kemampuan berpikir namun pada satu arah saja, maka tentu sangatlah besar kemungkinan mereka sulit sekali dalam menerima perbedaan yang sifatnya niscaya dalam kehidupan sosial manusia, sehingga ketika mereka terbiasa untuk tidak menerima perbedaan maka yang dikhawatirkan adalah konflik horizontal akan dengan sangat mudah terjadi.
Padahal justru dalam kehidupan sosial anak di sekolah itu sama saja menjadi salah satu miniatur dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara lantaran mereka pasti akan menemui banyak sekali perbedaan latar belakang dari kawan-kawannya. Maka dari itu, lembaga pendidikan seperti sekolah juga memiliki posisi yang sangatlah penting dalam mengajarkan para generasi penerus Bangsa mengenai betapa pentingnya kemajemukan dan juga memiliki tenggang rasa kepada orang lain, sehingga tumbuh kembang dari watak sang anak mengenai sikap bertoleransi sangatlah diasah di sekolah.
Pendidikan anak dengan pola pikir yang terbuka menjadi hal yang sama sekali tidak bisa dianggap remeh dalam hal ini. Maka dalam hal pendidikan keagamaan khususnya, seharusnya mampu untuk lebih mengakomodasi substansi dari agama itu sendiri dan juga tentunya dengan menggunakan perspektif yang universal. Para guru agama bisa membekali anak didik mereka dengan beberapa hal terkait toleransi antar umat beragama, mengajarkan para siswa mengenai kebaikan, akhlak dan budi pekerti hingga sifat jujur.
Dengan menerapkan metode pembelajaran yang terbuka dan mengutamakan adanya moderasi beragama, maka pria yang juga pernah menjabat sebagai Panglima TNI tahun 2013-2015 itu mengungkapkan kalau para siswa nantinya pasti akan memiliki karakter yang jauh lebih terbuka pada ideologi dan tidak memiliki pemikiran yang sempit dan mudah diadu domba.

)* Penulisa dalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.