• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Provokasi Isu PKI

Mewaspadai Provokasi Isu PKI

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 September 2020

Oleh : Angga Gumelar

Isu PKI dan komunisme selalu jadi bahan serangan ke lawan politik yang tiada habisnya. Kali ini Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo emosi dan menuduh banyak orang sebagai pro PKI. Alasannya hanya karena ia ditegur ketika akan mengadakan acara nonton bareng film G 30S PKI.

Padahal semua orang kini dapat mengakses film tersebut tanpa harus menonton bersama-sama. Masyarakat perlu mewaspadai provokasi Gatot Nurmantyo tentang isu PKI.

Baca juga: Jarang Diketahui Orang, Begini Alasan Kepribadian Saudara Kandung Berbeda-Beda

Gatot Nurmantyo kembali jadi sorotan. Kali ini ia menggemparkan publik dengan serangan bahwa saat ini Indonesia harus waspada dengan PKI gaya baru atau neokomunisme. Bahkan banyak orang dituduh pro PKI, mulai dari mantan presiden Gus Dur sampai Letjen (purn) Yunus Yosfiah.

Awal dari serangan ini adalah kala Gatot masih menjabat sebagai Panglima TNI, september 2017. Ia mewajibkan pemutaran film G30S PKI. Beberapa bulan setelahnya, ia diberhentikan dari jabatan, padahal belum masuk usia pensiun. Setelah itu ia mencak-mencak dan menuduh pemerintah pro PKI. Padahal penggantian panglima TNI adalah hak prerogratif presiden.

Tak hanya menuduh pemerintah, ia secara tak langsung menuduh 2 mantan presiden yakni alm BJ Habibie dan Gus Dur sebagai PKI. Karena film itu tak diwajibkan diputar di TV tahun 1998, di era Habibie. Sementara Gus Dur mencabut TAP MPRS nomor XXV tahun 1966, karena dibuat di bawah tekanan pemerintahan orde baru.

Letjen (purn) Yunus Yosfiah juga dituduh pro PKI karena tahun 1998 ia menjabat sebagai Mentri Penerangan di era Habibie. Saat film G 30 S PKI tak diwajibkan untuk diputar, Yunus menerangkan alasannya: karena film itu berbau politis. Gatot dianggap purnawirawan yang kurang attitude, karena Yunus adalah seniornya di TNI AD, yang seharusnya dihormati.

Gatot juga menyurati Presiden Jokowi untuk memperingatkan tentang kebangkitan PKI. Dalam suratnya (yang diatasnamakan KAMI) disebut bahwa Jokowi harus waspada akan kebangkitan neokomunisme dan PKI gaya baru. Bahkan ia menyebut banyak anak dan cucu PKI menjabat di Badan Legislatif dan Eksekutif. Juga menuduh RUU BPIP merendahkan pancasila.

Tuduhan Gatot dianggap ngawur oleh masyarakat, karena tidak berdasarkan fakta. Jika ada anak atau cucu PKI yang jadi pejabat, apakah ia juga berpaham komunis? Tentu saja tidak, karena Indonesia adalah negara demokrasi dan seluruh WNI paham akan bahaya PKI. Anggapan keturunan PKI itu tercela adalah fitnah gaya orde baru yang sangat ketinggalan zaman.

Donny Gahral Adian, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, menyatakan bahwa isu PKI adalah dinamika politik. Selalu ada tuduhan terhadap pemerintah yang berhubungan dengan PKI, tapi tidak ada kaitannya. Ia juga menyebut bahwa penggantian Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI tidak ada kaitannya dengan instruksi nonton film G 30S PKI.

Sebagai mantan panglima, harusnya Gatot memberi contoh yang baik kepada masyarakat, bukannya asal menuduh. Ia malah menunjukkan nafsu berkuasa dengan mengusulkan hak politik pada prajurut TNI, yang ditolak mentah-mentah. Akhirnya saat demo 212, ia berdalih mengamankan, namun malah memakai peci putih agar terlihat alim dan menarik simpati massa.

Tahun 2019 ia juga ingin mencalonkan diri sebagai presiden namun sayang tak punya kendaraan politik. Akhirnya Gatot mengenjot ketenaran dengan mendirikan koalisi aksi menyelamatkan Indonesia bersama Din Syamsudin dkk. Dalihnya adalah menolong rakyat tapi gagal karena hanya bisa jual omongan.

Jangan termakan provokasi siapapun tentang kebangkitan PKI gaya baru dan komunisme. Indonesia tetap jadi negara demokrasi dan RUU BPIP menguatkan pancasila, bukan melemahkannya. Tuduhan Gatot Nurmantyo sangat subjektif dan bermotif dendam pribadi. Ia juga terbukti punya ambisi politik dan akhirnya memfitnah agar disorot publik.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

August 29, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.