• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 30 March 2022

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

Oleh : Muhammad Iqbal

Radikalisme masih menjadi ancaman bersama karena paham tersebut bisa menyasar semua orang, tidak terkecuali kalangan pelajar.

Masyarakat diharapkan selalu waspada dan bersama-sama menangkal paham terlarang tersebut demi melindungi generasi muda yang merupakan penerus bangsa.

Radikalisme adalah PR besar pemerintah yang masih harus digarap agar tidak merusak masa depan Indonesia.

Untuk memberantas radikalisme maka diperlukan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat. Penyebabnya karena radikalisme sudah masuk hampir ke semua lini, termasuk ke kalangan pelajar.

Amatlah miris jika para pelajar terseret arus radikalisme karena masa depan Indonesia ada di pundak mereka. Jangan sampai kaum milenial berubah jadi kader muda teroris yang di pikirannya hanya jihad dan khilafah.

H.Jamzuri, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun menyatakan, “Jauhi paham radikalisme. Anak-anak muda terpengaruh paham radikal karena radikalisme bukan hanya merusak kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi juga merusak kehidupan pelajar.

Apalagi radikalisme sudah masuk ke media sosial dengan sasaran anak-anak muda.”
Dalam artian, beliau sudah memahami modus kelompok radikal yang masuk ke media sosial karena banyak anak muda yang suka chatting dan nongkrong di sana. Jika dibiarkan saja maka akan berbahaya karena makin banyak pelajar yang dijaring oleh kelompok radikal dan teroris.
Jangan sampai masa depan anak-anak muda jadi rusak karena mereka jadi jihadis, padahal jihad yang sebenarnya bukan seperti itu. Jihad yang benar adalah menai nafkah untuk keluarga, bukannya berperang hanya karena perbedaan keyakinan dan ideologi. Jika jihad malah membunuh orang lain karena faktor kebencian maka itu salah besar karena merupakan kasus kriminal dan pelakunya harus dipenjara.
Untuk mencegah para pelajar terperosok dalam radikalisme maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Semua pihak mulai dari sekolah hingga keluarga harus bekerja sama agar pelajar aman tanpa tergoda oleh kelompok radikal. Semua wajib berkolaborasi karena jika diabaikan, akan merusak masa depan para pelajar tersebut.
Dari pihak sekolah, perlu ada pelajaran anti radikalisme sehingga para pelajar tahu apa pengertian radikalisme dan juga bahayanya. Jika ada penjelasan dari para guru maka mereka paham bahwa teroris itu jahat dan radikalisme merusak bangsa karena mereka ingin menghapus pancasila dan UUD 145 serta ingin mendirikan negara khilafah.
Pengetahuan tentang radikalisme bisa diselipkan di mata pelajaran sejarah dan agama. Guru sejarah bisa menjelaskan bahwa para anggota kelompok radikal tidak pernah berjuang di era pra kemerdekaan sehingga amat salah jika mereka ingin membuat negara khilafah. Padahal Indonesia sudah sepakat jadi negara demokrasi.
Para orang tua juga tidak boleh mengabaikan anak-anaknya. Dalam artian, aktivitas di media sosial juga perlu diawasi sesekali. Jangan sampai diam-diam mereka jadi kader teroris gara-gara tahu radikalisme dari dunia maya. Beri pengertian bahwa hal itu salah dan tidak boleh kena radikalisme dan terorisme.
Peran orang tua juga sangat penting karena sebuah keluarga yang hangat harus punya keterbukaan. Jangan sampai anak-anak cari pelarian di luar sana dan malah kena rayu dari kelompok radikal. Jika ia berasal dari keluarga harmonis maka tidak akan terseret oleh arus radikalisme yang mengerikan.
Kita harus makin waspada karena radikalisme sudah ada di kalangan pelajar. Rata-rata mereka tahu dari sosial media. Oleh karena itu para pelajar hendaknya diberi pengetahuan tentang radikalisme agar mereka tidak terpengaruh, saking lugunya. Orang tua juga wajib mengawasi anaknya agar tidak terseret oleh bahaya radikalisme dan terorisme di luar sana.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

October 3, 2026

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

October 3, 2026

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah  Oleh: Syahrul Fahrozi Langkah pemerintah dalam meluncurkan serta mereorganisasi pilar pertahanan melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan terobosan strategis yang amat penting dan patut diapresiasi. Kebijakan visioner ini menegaskan komitmen nyata dalam menghadirkan instrumen pertahanan nasional yang tidak hanya berfokus pada fungsi kedaulatan militer semata, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak utama pembangunan ekonomi di tingkat daerah. Konsep pertahanan negara yang ideal dan komprehensif sejatinya tidak pernah berdiri terisolasi dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Melalui pengembangan kekuatan pertahanan ini, keberadaan benteng keamanan di berbagai penjuru nusantara diintegrasikan secara presisi guna menjawab dua tantangan utama bangsa secara simultan, yaitu memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Inovasi kebijakan pada struktur militer ini memperlihatkan keunggulan, di mana setiap prajurit dibekali kualifikasi tempur infanteri yang handal sekaligus kapabilitas teritorial pembangunan yang adaptif. Selain wajib menguasai kemampuan taktis mendasar seperti menembak, beladiri, dan patroli wilayah, para prajurit disiapkan secara terstruktur dalam kompi-kompi khusus yang mencakup bidang produksi pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi zeni, hingga pelayanan kesehatan masyarakat. Pembagian fungsi yang spesifik ini memungkinkan pangkalan militer berkontribusi langsung pada perbaikan sarana dan fasilitas umum masyarakat, seperti pembenahan akses jalan dan jembatan, pengolahan lahan-lahan kritis menjadi lahan produktif, serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan warga secara berkala. Skema ini membuktikan bahwa pembaharuan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dapat diimplementasikan secara konkret dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif pertumbuhan ekonomi daerah, penempatan satuan teritorial berkapasitas besar di berbagai wilayah memberikan dampak pengganda yang sangat signifikan terhadap roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga yang bermukim di sekitar pangkalan secara otomatis menumbuhkan ceruk pasar baru yang sangat potensial. Permintaan akan pasokan kebutuhan pokok harian, komoditas pangan lokal, hingga ketersediaan jasa pendidikan dan sarana perumahan terbukti menstimulasi daya beli warga secara luas. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta pedagang di pasar-pasar tradisional mendapatkan kepastian keterserapan produk yang berkelanjutan. Penataan kembali fokus pangkalan militer ini secara efektif dan efisien berhasil mengubah kawasan di sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan antarwilayah. Keberhasilan dalam mengimplementasikan agenda strategis pemerintah ini juga sangat bertumpu pada kuatnya sinergi antara instrumen militer, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat setempat. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP ditujukan untuk senantiasa menyatu dengan rakyat, menghadirkan rasa aman secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah. Penempatan pangkalan militer di area-area strategis, seperti kawasan pesisir maupun wilayah batas terluar, ditargetkan untuk melindungi kekayaan sumber daya alam lokal sekaligus mendukung stabilitas kawasan ekonomi dan objek pariwisata daerah. Selain itu, pengalokasian patroli rutin berkala dan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan bersama warga menjadi langkah nyata dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi masuknya investasi serta keberlangsungan usaha warga. Dukungan penuh yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah turut mempercepat pencapaian target penyiapan satuan teritorial ini secara optimal. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa keberadaan Yonif TP di wilayahnya memberikan dampak positif yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat. Apresiasi senada juga diutarakan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, yang menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menyinergikan berbagai program pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan pelayanan kesehatan masyarakat, dengan fungsi teritorial militer. Kolaborasi lintas sektor yang terstruktur ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang terarah sanggup mempercepat pencapaian target-target pembangunan nasional secara inklusif. Dampak positif dari integrasi fungsi pertahanan dan pembangunan ini juga menjangkau hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menjelaskan bahwa penempatan satuan berkapasitas lebih dari seribu personel di wilayah Maluku secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Kebutuhan harian para prajurit dan keluarganya terbukti mendorong peningkatan daya beli, memperbaiki kualitas serta aksesibilitas layanan pendidikan, serta memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan pertanian yang dikelola bersama. Pendekatan terpadu ini menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara tentara dan rakyat dalam bingkai pembangunan wilayah secara berkelanjutan. Kehadiran dan penyebaran Yonif TP di berbagai daerah membuktikan secara nyata bahwa stabilitas keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan dua pilar utama yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Dengan terus menjaga keharmonisan sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat, agenda strategis ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.…

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI Oleh: Indah Prameswari Memasuki dua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.