Mengecam Kekejaman OPM di Yahukimo, Pemerintah akan Tindak Tegas
Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menunjukkan kebiadabannya dengan menyerang Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Serangan brutal ini menyebabkan seorang guru tewas dan beberapa tenaga medis luka-luka, menegaskan bahwa OPM adalah ancaman nyata bagi masyarakat dan stabilitas negara.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa kekerasan terhadap tenaga pendidik dan medis adalah kejahatan luar biasa yang tidak bisa dibiarkan.
“Pemerintah akan bertindak lebih keras terhadap OPM. Tidak ada toleransi bagi kelompok separatis yang terus meneror warga sipil dan menghambat pembangunan Papua,” tegas Natalius Pigai.
Ketua DPR RI Puan Maharani juga mengecam aksi biadab ini dan menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dari kelompok separatis yang ingin memecah belah bangsa.
“TNI-Polri harus mengambil tindakan tegas tanpa kompromi terhadap OPM. Kelompok ini telah menunjukkan bahwa mereka hanya ingin menciptakan teror dan penderitaan bagi rakyat Papua,” ujar Puan Maharani.
Aparat keamanan segera bergerak mengevakuasi korban dan mengendalikan situasi. Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III Letkol Inf Gustiawan memastikan bahwa operasi penumpasan terhadap OPM akan terus ditingkatkan demi menjaga keamanan masyarakat.
“Kami tidak akan mundur. Gangguan dari kelompok bersenjata akan dihadapi dengan kekuatan penuh demi melindungi rakyat Papua dari ancaman separatisme,” tegas Letkol Inf Gustiawan.
Serangan brutal ini menegaskan bahwa OPM bukan pejuang kemerdekaan, melainkan kelompok teroris yang harus diberantas. Pemerintah diharapkan semakin meningkatkan operasi militer untuk menumpas kelompok ini agar Papua terbebas dari ancaman kekejaman mereka.
Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS Oleh : Andhika Rachma Transformasi…
Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS Oleh: Nadira Larasati Transformasi digital telah membuka ruang…
Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026 Jakarta - Pemerintah terus mengawal…
PP TUNAS Diperkuat, Platform Digital Harus Terapkan Perlindungan Anak Nyata Jakarta - Pemerintah terus memperkuat…
Ketua MPR Ahmad Muzani telah memanggil dua juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di…
Alumni Pondok Pesantren Modern Al Ikhlash Kuningan angkatan 2013 asal Bandung, Mohamad Abda’u Zaki, dipercaya…