• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengapresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Mengapresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 16 May 2022

Mengapresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh : Alfisyah Dianasari

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal I bertumbuh sebesar 5.01%. Pertumbuhan ini patut untuk diapresiasi karena program pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pada masa awal pandemi situasi benar-benar suram, terutama perekonomian.

Roda ekonomi negara berjalan amat lambat karena minimnya aktivitas di luar rumah. Banyak usaha yang gulung tikar karena masyarakat memegang erat dompetnya. Padahal jika roda ekonomi tidak melaju akan jadi bahaya karena bisa menyebabkan resesi.

Namun masyarakat tidak usah takut karena pemerintah bekerja keras untuk memperbaiki situasi buruk ini agar tidak berkepanjangan. Salah satunya dengan pemberian bantuan sosial, dan uangnya dianjurkan untuk belanja. Tujuannya agar roda ekonomi berjalan lagi.
Usaha pemerintah selama dua tahun mulai membuahkan hasil ketika Badan Pusat Statistik mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia naik sebesar 5,01%, pada kuartal pertama tahun 2022. Kenaikannya cukup banyak karena saat kuartal keempat tahun 2021, pertumbuhan ekonominya hanya 0,96%.
Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menyatakan bahwa kenaikan sebesar 5,01% amat bagus karena melebihi masa sebelum pandemi, bahkan juga melebihi pertumbuhan ekonomi tahun 2019. Hal ini juga terlihat dari naiknya nilai PDB (produk domestik bruto).
Dalam artian, usaha-usaha pemerintah untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi sudah berhasil. Mungkin dulu ada yang mencibir mengapa masyarakat selalu diberi bantuan sosial, padahal dalam beberapa bulan sudah terlihat hasilnya. Bantuan sosial membuat perputaran uang sehingga menyehatkan finansial negara.
Jika pertumbuhan ekonomi terus mengalami kenaikan maka amat bagus karena keadaan finansial masyarakat berangsur-angsur membaik. Mereka tidak lagi hanya membeli kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder dan sesekali kebutuhan tersier. Keadaan ini baik sekali karena bisa menggerakkan roda perekonomian sehingga ada kenaikan di bidang ekonomi.
Sementara itu, ekonom Josua Pardede menyatakan bahwa kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi karena kenaikan mobilitas masyarakat. Dalam artian, walau masih ada PPKM tetapi tidak seketat tahun lalu. Pemerintah patut diapresiasi karena perlahan-lahan membebaskan aktivitas masyarakat dan tidak melakukan lockdown ketat, karena akan berpengaruh buruk ke bidang perekonomian.
Masyarakat sudah beraktivitas di luar rumah tetapi tetap taat protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Mereka tetap belanja dan mayoritas beralih ke online shopping. Pasar online mendukung pasar konvensional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia makin kuat.
Adanya pertumbuhan ekonomi akibat naiknya belanja masyarakat juga menunjukkan perubahan kebiasaan ke online shopping. Makin banyak marketplace yang menawarkan barang-barang dengan harga murah, bahkan ada juga gratis ongkos kirim. Para pedagang di pasar juga menawarkan layanan antar sehingga masyarakat tidak perlu repot pergi ke lapaknya dan takut berdesak-desakan.
Kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka belanja ketika ada diskon sangat dimanfaatkan oleh penjual, karena mereka berlomba-lomba menawarkan potongan harga. Walau margin keuntungannya menipis tetapi yang penting jumlah pembeli jadi naik. Para pedagang juga belajar internet marketing dengan serius.
Ketika pasar online dan offline kembali semarak maka amat bagus karena perekonomian Indonesia bertumbuh dengan pesat. Kita tidak perlu takut akan terjeblos dalam resesi karena buktinya masih banyak orang kaya, masih banyak pula yang memborong belanjaan walau kondisinya biasa-biasa saja. Semuanya tidak lagi takut berbelanja karena keadaan finansialnya membaik.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia naik drastis dan angkanya melebihi dari masa sebelum pandemi. Masyarakat patut mengapresiasi pemerintah yang telah mengeluarkan strategi jitu, sehingga kondisi finansial negara makin baik. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu taat Prokes agar tren pengendalian Covid-19 dapat terjaga dan program pemulihan ekonomi dapat terus berlanjut.
)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.