• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ponpes Pilar Utama Cetak SDM Berkualitas Sesuai Nilai Pancasila

Ponpes Pilar Utama Cetak SDM Berkualitas Sesuai Nilai Pancasila

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 18 May 2022

Ponpes Pilar Utama Cetak SDM Berkualitas Sesuai Nilai Pancasila

Oleh : Muhammad Yasin

Pondok Pesantren menjadi pilar utama untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sesuai nilai Pancasila. Kehadiran SDM berkualitas dari Ponpes tersebut diharapkan dapat memperkuat keutuhan NKRI, utamanya dari ancaman ideologi radikal.

Sudah sejak dulu semasa Indonesia masih belum merdeka sekalipun, kalangan santri telah mengambil peran sentral. Pasalnya semangat juang mereka mampu untuk membangkitkan gerakan demi gerakan yang kemudian juga diikuti oleh seluruh masyarakat dan pada akhirnya Indonesia mampu mengusir para penjajah dari Tanah Air.

Kesetiaan yang dimiliki oleh para santri dalam memegang teguh agama dan juga semangat untuk membela negara memang tidak bisa diragukan lagi. Seperti dikatakan langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi.

Semangat tersebut tentu terus diharapkan semakin tumbuh dan diwariskan kepada para generasi penerus untuk mengawal terus serta mengisi kemerdekaan NKRI.

Aktualisasi dari nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara harus terus diutamakan. Pihak santri dan juga pendidikan dalam pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sangat sentral untuk terus merawat hal tersebut. Dengan rasa nasionalisme yang sangat tinggi dimiliki oleh para santri, maka ketahanan Pancasila dan Indonesia tentunya akan menjadi semakin kuat pula.
Ditambahkan oleh Prof. Yudian bahwa peranan santri sangatlah penting untuk bisa menjadi filter di masyarakat terkait dengan paham-paham yang bisa berpotensi mengganggu eksistensi ideologi negara. Terutama pastinya kelak ketika para santri sudah lulus dari Pondok Pesantren tentunya mereka akan menjadi calon pemimpin di daerah mereka masing-masing. Maka peranan mereka sudah pasti sangatlah sentral di masyarakat.
Bahkan definisi santri sendiri jika menurut KH Said Aqil Siradj adalah tidak melulu mereka yang identik dengan menggunakan sarung dan menjalani pendidikan di pondok pesantren. Namun baginya, predikat santri bisa diperoleh oleh siapapun selama orang tersebut memang merupakan pembelajar yang ulet. Selain itu santri sendiri merupakan cikal-bakal dari nilai-nilai kebangsaan, termasuk juga menjadi pengayom bagi kerukunan lintas agama, lintas budaya hingga lintas suku.
Secara khusus, untuk bisa menyokong visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang, Uu Ruzhanul Ulum selaku Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan usulan mengenai gerakan Santri Pancasila. Baginya untuk bisa menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia tersebut, sangat diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat mumpuni, unggul, maju dan juga tentunya berkualitas.
Gagasan konsep ‘Hubbul Wathon Minal Iman’ atau gagasan untuk mencintai Tanah Air merupakan sebagian dari iman merupakan gagasan yang khas dari kaum Nahdliyin yang menurut Wakil Gubernur Jabar ini merupakan hal yang sangat penting untuk bisa diterapkan. Karena tidak bisa dipungkiri pula melalui aktualisasi gagasan tersebut saja, sudah bisa dikatakan bahwa santri adalah merupakan sosok Pancasilais sejati.
Menurutnya, dengan adanya gerakan Santri Pancasila ini maka generasi muda penerus Bangsa juga akan banyak memperoleh pelajaran betapa pentingnya merawat seluruh nilai-nilai Pancasila dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena baginya generasi muda sangat rawan untuk terpapar berbagai macam ideologi lantaran keterbukaan akses informasi yang sangat lebar di media diigital era sekarang ini.
Peningkatan SDM yang unggul seperti halnya disinggung oleh Wagub Jabar tersebut, salah satu pusatnya adalah pada pendidikan karakter dan juga akhlak generasi penerus, yakni terletak di pondok pesantren karena nyatanya Ponpes sendiri mampu untuk menjadi basis pengembangan banyak bidang sekaligus di masyarakat termasuk basis ketahanan ekonomi menurut Muhadjir Effendy selaku Menko PMK.
Memang peranan pondok pesantren dan juga para santri menjadi poros utama dalam peningkatan sumber daya manusia di Indonesia karena ajaran yang kompleks dengan memadukan antara akhlak karakter nilai agama dan juga nasionalisme, yang mana semuanya adalah upaya aktualisasi nilai-nilai Pancasila.
Ponpes dan kalangan santri sudah sejak lama menjadi pilar utama untuk mencetak SDM berkualitas berdasarkan Pancasila. Dengan adanya optimalisasi peran Ponpes dan kalangan santri kedepannya, maka persatuan Indonesia dapat terus terjaga.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.