• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengapresiasi Langkah Diplomatik Jokowi Dalam Selenggarakan KTT G20

Mengapresiasi Langkah Diplomatik Jokowi Dalam Selenggarakan KTT G20

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 18 May 2022

Mengapresiasi Langkah Diplomatik Jokowi Dalam Selenggarakan KTT G20

Oleh : Hestu Waskito

Presiden Jokowi mengundang dua pemimpin negara yang tengah mengalami konflik yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Langkah ini perlu mendapat apresiasi sebagai langkah Pemerintah untuk mewujudkan perdamainan global.

Indonesia ditunjuk sebagai Presidensi G20 tahun 2022 setelah tahun 2021 lalu dipegang oleh Italia. Posisi Presidensi ini amat strategis, karena dengan jadi tuan rumah, pemerintah bisa mempromosikan pariwisata dan investasi.

Sebagai Presidensi maka Indonesia mengundang negara-negara anggota G20, termasuk Rusia.
Undangan untuk Rusia yang ditujukan langsung kepada Presidennya Vladimir Putin agak mengagetkan karena kondisi politik di sekitar negara beruang merah tersebut sedang bergejolak. Invasi Rusia ke Ukraina membuatnya dijauhi oleh beberapa negara. Namun Indonesia menegaskan bahwa Rusia adalah negara anggota G20, oleh sebab itu berhak diundang ke dalam KTT G20.
Co-Sherpa G20 Indonesia, Dian Triansyah Djani menyatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia bersifat imparsial dan netral. Presidensi G20 Indonesia memiliki aturan yang sama dengan G20 sebelumnya yang diadakan di Italia. Dalam artian, jika tuan rumah G20 tahun lalu mengundang Rusia maka tahun ini juga melakukan hal yang sama.
Pernyataan ini muncul karena ada selentingan bahwa Presiden Jokowi jadi pro Rusia karena berani mengundang negara beruang merah tersebut. Padahal sebagai anggota G20 maka wajar jika Rusia diundang, karena memang ia berhak datang.
Indonesia tidak mungkin berpihak pada Rusia karena bukan anggota blok timur. Sejak era orde baru, Indonesia sudah jadi anggota gerakan non-blok. Jadi di masa pemerintahan Presiden Jokowi, tidak mungkin Indonesia keluar dari gerakan non-blok dan akhirnya pro ke blok timur, walau eranya sudah berganti.
Negara-negara lain perlu menyadari akan kenetralan Indonesia dan ketegasan Presiden Jokowi, bukannya menuduh bahwa Indonesia pro Rusia. Mereka tidak usah mengadakan aksi sehingga tidak menghadiri pertemuan G20. Jangan sampai gara-gara emosi sesaat mereka jadi rugi sendiri.
KTT G20 adalah momen yang sangat penting karena jadi ajang untuk musyawarah bagaimana cara mengatasi permasalahan, terutama perekonomian, saat pandemi. Tema pada KTT G20 tahun 2022 adalah: Recover Together, Recover Stronger. Sehingga memang semua anggota G20 wajib bekerja sama untuk memperbaiki kondisi negaranya, agar lebih kuat sehingga tidak terjadi krisis ekonomi secara global.
Tujuan Presiden Jokowi untuk mengundang Rusia, selain karena ia adalah anggota G20, adalah untuk kepentingan nasional, di antaranya kerjasama di bidang ekonomi dan militer. Indonesia juga menegaskan tidak akan membawa isu politik ke pertemuan G20. Hal ini diungkapkan oleh Enggar Furi Hardianto, Dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia.
Enggar Furi juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dalam artian, ketika prinsipnya bebas maka tidak akan mudah disetir oleh Rusia, walau ada kerjasama dengan mereka di bidang ekonomi dan militer. Warga negara Indonesia dan pemimpin negara-negara lain tidak usah khawatir karena Indonesia tetap berprinsip netral.
KTT G20 akan membahas soal ekonomi, transisi ke energi hijau, dan lain. Dalam KTT tahun ini tidak akan dibahas tentang politik karena bukan tempat yang tepat. Negara-negara lain tidak usah takut untuk datang karena Indonesia akan selalu on track dan hanya membahas hal-hal yang diperbolehkan dalam pertemuan G20.
Masyarakat mengapresiasi langkah diplomatik Pemerintah Indonesia yang mengundang Presiden Rusia dan Ukraina untuk datang ke KTT G20. Dengan adanya undangan tersebut, kedua belah pihak diharapkan dapat bertemu dan perdamaian dapat segera terwujud.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.