• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mendukung Percepatan Pembangunan Palapa Ring Timur

Mendukung Percepatan Pembangunan Palapa Ring Timur

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 19 September 2019

Oleh : Yeremia Kogoya (Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta)

Dalam pertemuannya dengan Jokowi di Istana Negara, Tokoh Papua, Abisai Rollo meminta pemerintah mempercepat penyelesaian proyek Palapa Ring Timur di Papua. Menkominfo Rudiantara mengatakan, proyek tersebut tinggal diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Palapa Ring timur merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pengembangan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek tersebut terdiri atas 7 lingkar kecil serat optik untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi dan Maluku. Tak luput satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Baca juga: Demi Wujudkan SDM Unggul, Presiden Jokowi Penuhi Aspirasi Tokoh Papua

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa proyek Palapa Ring Timur yang akan berdampak terhadap kecepatan internet di Papua akan selesai pada 2019. Jokowi memastikan jaringan 4G dapat dinikmati masyarakat Papua dan Papua Barat.

Meski harus melalui medan yang sulit ditembus dengan perjalanan darat, sampai dengan keamanan, tantangan tersebut tak mengurangi niat untuk membangun infrastruktur langit berupa Palapa Ring Timut. Di lokasi tersebut, pemerintah harus membangun menara di ketinggian 3.500 meter dpl.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, helikopter yang membawa tower sampai berputar – putar di tengah area kosong di tengah hutan belantara Papua. Transportasi udara tersebut membawa tower yang akan ditancapkan. Tak hanya satu, perlu empat hingga lima helikopter yang bisa bolak – balik untuk mengangkut segala perlengkapan untuk menancapkan tower di suatu wilayah terisolir.

Rudiantara juga mengungkapkan sejumlah kesulitan dalam membangun tower, selain masalah pengangkutan, pihak kontraktor juga menghadapi ancaman gangguan keamanan, oleh karena itu pihaknya meminta bantuan aparat TNI untuk menjaga proses konstruksinya.

Dalam upaya instalasi tower, terpaksa menyewa helikopter untuk mengangkut tower, karena tidak bisa dilalui dengan jalan darat. Harus menembus gunung.

Tentunya upaya tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pengembangan akses internet agar SDM Papua dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Sementara itu, Distrik Agats Kabupaten Asmat, Papua menjadi kota pertama yang dapat menikmati jaringan internet menggunakan fasilitas Palapa Ring Timur.

Pemanfaatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pencanangan TV digital di perbatasan yang digelar pada akhir Agustus 2019 lalu di Nunukan, Kalimantan Utara.

Direktur Sumber Daya dan Administrasi Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi kementrian Komunikaso dan Informatikan, Fadhilah Mathar mengatakan, satelit Palapa Ring memang ditujukan untuk wilayah yang terpencil, terluar dan tertinggal atau dikenal dengan istilah 3T.

Harapannya, dengan adanya Jaringan Palapa Ring Timur yang terkoneksi dengan Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Barat, maka jaringan Internet yang diterima masyarakat di kota besar hingga terpencil tak ada lagi kesenjangan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Rudiantara yang dengan lancarnya menggelar konferensi di 2 zona yang berbeda tersebut tanpa terputus ataupun delay. Dengan cara itu, tentu perlahan akan menunjukkan tidak ada perbedaan kota besar, kota kecil, pegunungan, karena kita bisa berkomunikasi dengan cara tersebut.

Pengoperasian Palapa Ring juga mendapatkan sambutan baik dari Bupati Asmat Elsa Kambu yang menyambut baik pengoperasian satelit Palapa Ring Timur dan menjadikan Asmat sebagai kota pertama yang menikmatinya.

Elisa juga menyatakan bahwa, salah satu kebutuhan masyarakat di Asmat memang jaringan komunikasi yang baik. Meski selama ini jaringan internet sudah masuk ke Asmat, namun kapasitasnya sangatlah terbatas

Selain itu, Elisa juga berharap pengoperasian Palapa Ring juga memberi ruang bagi operator selular lain masuk ke Asmat. Sebab, saat ini operator yang hanya bisa diakses di Papua hanya provider Telkomsel.

Sebelumnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut telah memastikan bahwa proyek Palapa Ring akan selesai pada akhir tahun 2019. Ia pun memastikan seluruh Tanah Papua akan mendapatkan sinyal seluler 4G.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pembangunan Palapa Ring Timur di Papua akan selesai pada Oktober 2019.

Dirinya juga menyebutkan, pembangunan Palapa Ring Timur dapat membuat komunikasi di daerah terpencil di Papua dapat dilaksanakan. Sehingga akses dan jaringan komunikasi dapat menyentuh daerah di Papua dan Papua Barat.

Dengan adanya Satelit Palapa Ring Timur, maka masyarakat Papua akan lebih mudah dalam menjalin koneksi dengan orang Jakarta, selain itu bukan tidak mungkin akan muncul atlet E-sport dari bumi cenderawasih.

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit Jakarta – Pemerintah memperluas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.