• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mendukung Peran Kelompok Moderat Menangkal Radikalisme

Mendukung Peran Kelompok Moderat Menangkal Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 27 October 2021

Mendukung Peran Kelompok Moderat Menangkal Radikalisme

Oleh : Ahmad Agus

Kelompok moderat yang ada di tengah masyarakat memiliki tugas penting untuk menangkal radikalisme. Dengan adanya peran optimal dari golongan moderat, maka penyebaran narasi radikal diharapkan dapat diminimalisasi.

Radikalisme dan terorisme adalah pekerjaan besar yang harus dihapus dari muka bumi, karena paham-paham itu selalu menggunakan jalan kekerasan dalam mencapai tujuannya. Mereka juga terlalu fanatik dalam berkeyakinan dan memakan ayat serta hadis mentah-mentah, tanpa mempelajari sejarahnya terlebih dahulu.

Pemikiran seperti ini sangat berbahaya karena mereka jadi tidak memiliki rasa toleransi sama sekali.

Oleh karena itu radikalisme selalu berusaha dihapus, agar tidak bercokol di pikiran para pemuda dan kalangan masyarakat lain di Indonesia. Jangan sampai negeri ini hancur gara-gara radikalisme, dan akhirnya tumbang karena kelompok radikal yang tidak menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945. Padahal Indonesia adalah negara majemuk yang sudah sangat cocok dengan ideologi pancasila, tetapi selalu dikoyak-koyak oleh kelompok radikal.
Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia M. Najih Arromadloni menyatakan bahwa kelompok moderat perlu berperan aktif untuk menangani fenomena paham radikal dan intoleran. Jangan sampai radikalisme merasuk ke dalam pemikiran para ASN, aparat, dan pegawai BUMN. Sebab menurut hasil survey salah satu lembaga riset, ada 19,4% ASN yang tercemari oleh paham radikalisme.
Dalam artian, kelompok radikal perlu untuk lebih memperlihatkan diri di tengah masyarakat. Tentu tujuannya bukan untuk pamer, tetapi untuk memperlihatkan bahwa dalam menjalani ibadah dan aturan-aturan beragama, kita bisa tetap lancar tanpa harus dengan cara yang sangat ekstrim. Kelompok moderat lebih memiliki pemikiran yang terbuka dan sangat toleran, tanpa harus melanggar aturan-aturan dalam keyakinannya sendiri.
Kelompok moderat lebih diminta untuk berdakwah karena mereka lebih toleran dan menebarkan kasih, serta cinta damai. Dalam menjalani suatu keyakinan, tidak boleh dilakukan secara kasar, apalagi menyakiti sesama manusia. Penyebabnya karena selain harus memiliki hubungan baik dengan Tuhan, maka juga wajib menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, walau memiliki keyakinan yang berbeda.
Hubungan baik dengan umat dengan keyakinan lain juga wajib dipelihara, walau yang disembah berbeda. Perbedaan tidak harus jadi bahan peperangan, dan hal ini yang wajib untuk disosialisikan oleh kelompok moderat. Beda boleh saja, karena memang Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Kita adalah bangsa yang berpancasila, berbeda tapi satu jua, bukan negara dengan aturan dari 1 keyakinan tertentu.
Sayang sekali paham ekstrimis masih saja menjalankan apa yang ia yakini dengan kaku, dan hal ini yang membuat radikalisme hadir di Indonesia. Ketika ada kelompk radikal maka yang lain jadi waswas, karena ia tak jarang menggunakan kekerasan, termasuk pengeboman, dalam menjalankan aksinya. Hal ini tentu bertentangan dengan kemanusiaan.
Oleh karena itu, kelompok moderat juga bisa lebih show off, selain lebih sering berdakwah dan menebar cinta serta kedamaian. Kelompok moderat bisa menggunakan media sosial sebagai wadah untukmempromosikan moderasi beragama dan anti radikalisme. Seharusnya, ketika seseorang mencintai Tuhannya, ia juga mencintai sesama manusia. Tidak boleh membenci orang lain dengan alasan keyakinannya berbeda.
Moderasi beragama yang wajib dipromosikan oleh kelompok moderat, agar bisa menangkal radikalisme di Indonesia. Ketika kelompok moderat aktif dalam mempromosikannya, maka masyarakat akan sadar bahwa radikalisme dan terorisme adalah sesuatu yang salah. Mereka paham bahwa dalam menjalankan keyakinan, tidak bisa mengikuti jejak para ekstrimis.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa

July 9, 2026

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi

July 9, 2026

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa Oleh : Tri Novrianto Mahasiswa sejak…

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi Oleh: Yandi Arya Adinegara Demokrasi pada hakikatnya bukan…

Pemerintah Jamin Hak Warga Menyampaikan Pendapat Secara Damai

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Pemerintah Jamin Hak Warga Menyampaikan Pendapat Secara Damai Surabaya – Pemerintah menyatakan bahwa kebebasan menyampaikan…

Pemerintah Tegaskan Perbedaan Pendapat Bagian dari Demokrasi Indonesia

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Pemerintah Tegaskan Perbedaan Pendapat Bagian dari Demokrasi Indonesia Jakarta — Pemerintah menegaskan bahwa perbedaan pendapat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.