• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mendukung Pemekaran Papua

Mendukung Pemekaran Papua

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 20 December 2019

Oleh: Yeremia Kogoya

Pemerintah terus berupaya mewujudkan aspirasi masyarakat Papua untuk memekarkan Wilayah. Upaya tersebut patut untuk diapresiasi mengingat pemekaran wilayah dapat memperpendek rentang birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Membahas tentang Papua selalu memiliki sisi keunikan tersendiri. Dilihat dari suku dan ras, rakyat Bumi Cendrawasih ini memiliki bentuk fisik yang eksotis. Kiprahnya yang kental akan kebudayaan, membuat manusia-manusia Papua selalu menjadi sorotan. Mereka terkenal dengan nilai-nilai religius yang sarat akan pencerminan sebuah kehidupan.

Kegotong-royongan serta kekompakannya patut diacungi jempol. Apalagi jika sudah bicara tentang sumber daya alamnya.
Kelimpahan SDA ini menjadi daya tarik Papua terhadap dunia luar. Tak ayal jika pihak luar juga menginginkan wilayah yang dinilai kaya ini. Masih terasa dalam ingatan, Papua menjadi viral seketika akan konflik-konfliknya. Semua akar masalah ditengarai memiliki satu alasan yakni, kemerdekaan Papua. Padahal rakyatnya saja memilih untuk tetap bersama NKRI.
Upaya pemerintah dalam menangani masalah ini membuahkan hasil. Mulai dari pengerahan aparat keamanan, upaya pendekatan termasuk beragam diskusi terkait konflik yang tak kunjung reda. Namun, kini Papua mulai tenang, semua berangsur menjadi lebih baik. Bahkan, sejumlah pembangunan disana tengah digiatkan, termasuk pemekaran wilayah Papua.

Selaku Bupati Puncak, Willem Wandik mengatakan, bahwa idealnya terdapat enam provinsi di wilayah Papua beserta Papua Barat. Hal ini dikarenakan oleh rentang kendali antar-kabupaten masih tergolong sulit untuk dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Hal ini diutarakan oleh Willem setelah menghadiri Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 hingga 2024, di Istana Negara, 16 Desember 2019 kemarin.
Dirinya mengungkapkan jika provinsi yang tengah dibentuk baru empat. Ditambah Provinsi Papua dan Papua Barat (yang ada sekarang), menjadikan total keseluruhan ialah enam provinsi. Karena jarak jangkauannya cukup jauh, serta medan sangat luas.

Ia menilai, bahwa penambahan 4 provinsi baru di Tanah Papua dinilai sangat penting dan strategis bagi kepentingan nasional maupun bagi masyarakat Papua sendiri. Ia menambahkan masyarakat Papua membutuhkan kehadiran negara dalam hal ini.
Maka dari itu, Willem berharap pemekaran di Papua akan segera terwujud. Selain ada dukungan dari DPR, pemerintah juga telah membuka kemungkinan dilakukannya pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Bumi Cendrawasih ini. Setidaknya pemekaran ini bisa dilakukan terlebih dahulu untuk tiga provinsi baru, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan Tengah, beserta Papua Selatan.

Pemekaran di sejumlah wilayah di Papua ini disebut adalah murni aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah. Hal ini juga ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi menerangkan jika aspirasi ini merupakan keinginan tokoh-tokoh yang ada di pegunungan tengah. Aspirasi itu menurut Presiden, disampaikan masyarakat saat pihaknya tengah melakukan kunjungan ke Papua. Hal ini diutarakan oleh Jokowi untuk menanggapi Majelis Rakyat Papua (MRP) yang menolak pemekaran.
Jokowi kembali menegaskan bahwa rencana pemerintah untuk memekarkan wilayah Papua juga masih dalam kajian agar mendapatkan kalkulasi yang matang. Ini sesuai janjinya ketika bertemu masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pemerintah melakukan moratorium pemekaran masih berlaku bagi seluruh wilayah, termasuk Papua. Kebijakan moratorium itu tidak akan berubah hingga kajian terkait pemekaran wilayah Papua selesai dan keputusan diambil. Selama keputusan belum dibuat, Jokowi mengaku selalu terbuka dengan seluruh pendapat yang berdatangan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya menyebutkan terdapat dua aspirasi yang masuk untuk pemekaran wilayah Papua, yakni di kawasan Papua Selatan dan juga Papua Pegunungan.
Namun dari kedua kawasan itu, yang sudah siap dijadikan provinsi baru ialah Papua Selatan. Hal tersebut didapat berdasarkan hasil kunjungan yang dilakukan Tito bersama Presiden Jokowi belum lama ini ke tanah Papua. Ia juga tak menampik jika pemerintah pusat kemungkinan akan mengakomodir penambahan 2 provinsi. Namun, hal ini masih dijajaki. Dia menjelaskan bahwa Papua selatan sudah oke. Untuk wilayah di Papua Selatan yang akan masuk ke dalam provinsi baru tersebut antara lain Kabupaten Boven Digoel, Mappi, Asmat, dan Merauke.

Berkenaan dengan hal ini pemekaran wilayah Papua dianggap sebagai langkah preventif untuk mengembangkan kesejahteraan rakyat Papua. Meski pemerintah baru akan mengkaji usulan terbaru dengan total 6 wilayah ini, diharapkan pemekaran yang telah berjalan sebelumnya mampu meningkatkan kualitas dan kemajuan rakyat Papua. Bukan tak mungkin pemerintah akan menyetujui usulan penambahan wilayah pemekaran, jika dirasa memang diperlukan.

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional  Oleh: Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan jangka panjang. Dalam arah kebijakan menuju 2027, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperoleh peran strategis sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi, dan mendorong pembangunan sektor-sektor strategis. Kehadiran Danantara menunjukkan upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi tersebut dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026 lalu. Presiden menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangka panjang. Danantara karena itu diarahkan bukan sekadar sebagai pengelola aset negara, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi dan pembangunan sektor strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan. Arah tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mengelola kekuatan ekonomi nasional. Aset negara perlu ditempatkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas industri, mempercepat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, Danantara diharapkan mampu menghubungkan kekayaan negara dengan kebutuhan investasi serta proyek pembangunan yang memiliki nilai strategis dan manfaat jangka panjang. Peran Danantara semakin penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa konsolidasi aset Danantara dapat menjadi katalis peningkatan investasi. Danantara dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk menarik partisipasi sektor swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengan demikian, investasi negara dapat menciptakan efek crowd-in, yakni mendorong dunia usaha meningkatkan ekspansi, membuka fasilitas produksi baru, dan memperluas kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan sektor swasta berkembang. Investasi Danantara dapat menjadi pemicu awal yang kemudian diikuti modal swasta sehingga kapasitas ekonomi nasional meningkat secara lebih luas. Sinergi tersebut juga berpotensi memperbesar penciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Strategi investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis dan potensi dampak luas. Delapan sektor utama yang menjadi fokus meliputi energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan. Pemilihan sektor tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun fondasi pertumbuhan baru yang lebih bernilai tambah.…

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara…

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif  

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif Jakarta – Transformasi dan restrukturisasi Badan…

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.