• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 5 November 2019

Oleh : Muhammad Zaki (Pengamat Sosial Politik)

Bahaya Laten Radikalisme di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, masyarakat yang terpapar radikalisme seperti virus yang menyebar ke berbagai tubuh negeri ini. Bahkan seorang aparat kepolisian juga tidak imun atas paham radikalisme.

Radikalisme sepertinya tidak memandang latar belakang, Salah satu kasusnya dialami oleh seorang mantan Polwan berinisial N. Juru Bicara Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, N ternyata telah dipersiapkan untuk menjadi suicide bomber atau pelaku bom bunuh diri. Saat ini, N juga telah dipecat karena terpengaruh paham radikal.

Mantan Polwan berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada Mei lalu di Bandara Juanda karena dugaan terkait dengan jaringan terorisme. Diketahui selama sebulan penuh ia meninggalkan tugas tanpa izin dan menggunakan identitas palsu ketika terbang dari Ternate ke Surabaya.

Ditengarai, N terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan mempelajarinya secara otodidak. Tentunya penyusupan paham radikalisme ke institusi Polri merupakan hal yang luar biasa dan sudah sepatutnya menjadi kewaspadaan bagi Pemerintah.

Ketua Umum Komite Relawan Nasional Indonesia Korni, menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yakni paham radikal agama dan radikal sekuler.
Ketua Umum Korni, M Basri mengemukakan, Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi berbasis Agama, sedangkan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agam. Keduanyapun sama-sama menjadi ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia.

Paham radikal agama tentu amatlah berbahaya, karena hal tersebut membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita harus memahami bahwa Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia.
Kita memiliki vaksin terhadap serangan pemikiran-pemikiran radikalisme, yaitu dengan cara mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian, baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.
Pemerintah juga tidak tinggal diam akan persebaran radikalisme tersebut, terbukti setelah diterbitkannya Perpu Ormas yang berbuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini giliran Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang mengalami nasib serupa. Vonis pembekuan terhadap JAD dikarenakan organisasi tersebut terbukti melanggar UU terorisme.
Namun keputusan tersebut nyatanya agak terlambat. Pada tahun 2017 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan JAD sebagai organisasi terorisme yang berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian langkah pemerintah dalam melarang JAD tentu patut diapresiasi sebagai salah satu upaya nyata pemberantasan terorisme.

Tentu kita tahun bahwa JAD, memiliki rekam jejak panjang terkait dengan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di tanah air. Seperti kasus teror di 3 gereja yang ada di Surabaya yang menewaskan puluhan nyawa. Pasca dijatuhkannya vonis hakim terkait dengan pembekuan dan pelarangan JAD, aparat keamanan dan militer telah menangkap tidak kurang dari 200 orang yang disangka berafiliasi dengan organisasi tersebut.
Vonis pelarangan JAD, sebagai organisasi yang merupakan eksponen penting penyebaran radikalisme di Indonesia, tentu mempersulit langkah jaringan radikal dalam menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Meski demikian, kondisi ini tidak serta merta dapat diartikan sebagai akhir gerakan radikal di Indonesia.

Program Deradikalisasi sudah semestinya tidak hanya menyentuh pelaku maupun keluarga teroris yang sudah tertangkap, namun juga menyentuh masyarakat luas. Sehingga perlu adanya upaya yang sistematis dalam mencegah praktrik radikal yang menyebar secara masif ditengah masyarakat, sehingga jangan sampai tertangkapnya teroris lantas lahir teroris baru dari kalangan yang tidak terduga.

Radikalisme tentu sebuah ancaman yang tidak main-main bagi eksistensi Bangsa dan Negara. Efek destruktif yang dilahirkannya, seperti beragam aksi teror yang mengancam nyawa hingga menggoyang sendi ekonomi dan melemahkan ikatan sosial masyarakat. Entah bagaimanapun caranya, paham Radikalisme haruslah diberantas.

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.