Tekad Presiden Joko Widodo untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur telah sampai pada tahap penyiapan payung hukum dengan diserahkannya Draf RUU dari Pemerintah kepada DPR, hal tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Kaukus Muda Indonesia (KMI) dan Forum Pegiat Media Sosial Indepneden (FPMSI)
Tidak lama lagi, tentunya DPR bersama-sama dengan pemerintah akan segera membahas dan mengesahkan RUU yang kita kenal dengan nama RUU Omnibus Law Ibu Kota Negara ini menjadi UU. Dengan begitu, maka rencana Presiden untuk memindahkan Ibu Kota Negara mempunyai legitimasi dari sisi politik dan ketatanegaraan (hukum), ujar Ketua KMI Edi Homaidi kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).
“Ibu Kota Negara baru nanti bukan hanya simbol identitas bangsa. Melainkan, juga representasi kejayaan dan kemajuan bangsa,” sambung Edi.
Berdasarkan realitas itulah, kata Edi , Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan menyerap sebanyak- banyaknya lapangan kerja.
Senada dengan Edi, Kordinator Nasional FPMSI Hafiz Marshal berharap perpindahan ibukota negara dapat memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa.
“Karena selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau di luar Jawa” kata Hafiz.
“Ibu Kota Negara yang baru akan dirancang dengan mengusung konsep modern, smart, and green city, memakai energi baru dan terbarukan, tidak bergantung kepada energi fosil,” tuturnya.
Lebih lanjut Hafiz menambahkan “Kota baru ini bakal memenuhi unsur sebagai Smart City, Smart Home, Smart Governance, Smart Health, Smart Industry, Smart Security dan Smart Mobilty, inilah yang dimaksud sebagai warisan kejayaan masa depan kepada henerasi.lenerus bamgsa”.
Saat dihubungi secara terpisah, Sekjen Kaukus Muda Indonesia (KMI), Rouf Qusyaini mengatakan, pihaknya pada hari Kamis akan menggelar FGD terbatas bertema “OMNIBUS LAW IBU KOTA NEGARA ; KEJAYAAN INDONESIA MASA DEPAN” ini di Sekretariat KMI di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat dengan menghadirkan beberapa narasumber seperti Hafiz Marshal (Kord Nas FPMSI) , Sukitman Sudjatmiko (Tenaga ahli DPR RI) , Syarifudin Budiman ( Ketua Barisan Pembaruan) dan Pakar Tata Kota.
Pemerintah Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Partisipasi CKG Oleh: Fajar Nugroho Pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas…
Partisipasi Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan Program CKG Nasional Jakarta - Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis…
Pemerintah Dorong Partisipasi CKG Lebih Luas demi Kesehatan Berkualitas JAKARTA — Pemerintah terus memperluas pelaksanaan…
Oleh: Anis Maftukhin Di sebuah sudut remang Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, kepul asap kopi…
Temuan CKG Jadi Dasar Penguatan Kesehatan Berkualitas dan SDM Unggul Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa…
Hilirisasi Ayam sebagai Pilar Baru Ketahanan Pangan Indonesia Oleh: Dhita Karuniawati Ketahanan pangan nasional tidak…