• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Masyarakat Tidak Simpati Ceramah Rizieq Tebar Kebencian

Masyarakat Tidak Simpati Ceramah Rizieq Tebar Kebencian

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 1 December 2020

Oleh : Aditya Rahman

Di dunia maya sedang viral video ceramah Rizieq Shihab yang mengejutkan. Ia memprovokasi jamaah untuk bertindak kejam, dengan alasan membela agama. Masyarakat jadi makin antipati dengan Rizieq Shihab, karena ceramahnya dipenuhi dengan kata-kata kasar dan penuh provokasi.

Rizieq Shihab memang dikenal sebagai tokoh yang kontroversial. Sebagai pemimpin ormas, ia memanfaatkan popularitasnya untuk menggalang jamaah dan berceramah. Namun sayang sejak dulu ia tak pernah berubah. Gaya ceramahnya sangat berapi-api, menyinggung banyak pihak, dan menggunakan banyak kata yang tidak senonoh.

Gaya ceramahnya yang tak berubah padahal sudah pernah bermukim di Arab ini disesalkan banyak orang. Kepergiannya ke negeri padang pasir seolah tidak membekas. Karena katakata yang terucap dalam ceramah tak pernah disaring terlebih dahulu. Masyarakat jadi malas menonton ceramahnya karena ia memprovokasi banyak orang untuk berbuat kejahatan.

Ketua PBNU KH Marsyudi Syuhud menyatakan bahwa seharusnya ketika kiai atau ustaz melakukan ceramah agama, tidak memecah-belah umat. Karena tugasnya adalah mengajak umat ke arah yang baik. Bukannya mencaci-maki. Jika isi ceramahnya provokatif dan menebar kebencian, maka akan ada akibat buruknya.

KH Marsyudi Syuhud menambahkan, jangan sampai ada ceramah yang menyakiti umat, karena seharusnya pemuka agama tugasnya membangun umat. Dalam artian seorang penceramah seharusnya memotivasi untuk berbuat baik. Bukannya menyuruh dan memperbolehkan tindak kejahatan dilakukan di jalanan, dengan alasan yang emosional.

Seorang pemuka agama seperti Rizieq Shihab seharusnya sadar bahwa isi ceramahnya akan sangat mempengaruhi jamaahnya. Seperti pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Maka jika ia berorasi dengan diksi kasar, akan ditiru dengan cara yang jauh lebih buruk oleh para jamaahnya. Sungguh sangat disayangkan.

Ceramah Rizieq Shihab juga sangat memalukan karena ia menggunakan diksi kasar untuk menyebut seorang wanita tuna susila. Padahal ada kata lain untuk menghaluskannya, tapi ia ngotot untuk memakai kata yang paling kasar. Perkataan seseorang sesuai dengan isi kepalanya, jadi kita bisa menebak apa sebenarnya yang ada dalam kepala sang habib.

Masyarakat juga antipati terhadap Rizieq Shihab karena memecah-belah persatuan antar umat beragama. Bukannya menyejukkan, ia malah memprovokasi dan sengaja membenturkan antara muslim dan umat agama lain. Ia melakukannya karena emosi dengan kasus gambar Nabi di Prancis.

Padahal situasi di Prancis beda jauh di Indonesia dan tidak bisa disamaratakan, karena tidak apple to apple. Keadaan sosial masyarakatnya berbeda jauh, karena di sana muslim jadi minoritas. Berbeda dengan Indonesia. Jadi ketika ada kasus di Prancis, tak bisa dianalogikan dengan keadaan masyarakat di negeri kita.

Baca juga: RUU BPIP Memperkuat Pancasila

Masyarakat di Indonesia walau terdiri dari 6 agama, sudah hidup rukun dan damai. Namun Rizieq Shihab malah sengaja mengobarkan peperangan dengan alasan jihad. Untuk apa jihad karena Indonesia sudah merdeka? Kata-kata jihad sudah tidak relevan lagi dengan zaman sekarang, di mana tidak ada peperangan melawan penjajah.

Seharusnya jika Rizieq Shihab mengajak untuk jihad, maka masyarakat dimotivasi untuk berperang melawan kemalasan dan kemiskinan. Bukannya malah diprovokasi untuk merusak perdamaian dan kerukunan antar umat di Indonesia. Karena jihad adalah memerangi sesuatu yang merugikan. Bukannya menyerang orang lain dengan alasan dendam pribadi.

Sudahi saja ceramah Rizieq Shihab karena ia tak pernah mau menyaring isi mulutnya. Seharusnya seorang yang mengaku keturunan Nabi berbuat dan berkata-kata baik. juga memberi teladan dan kesejukan, serta tidak memecah-belah persatuan antar umat. Namun ia malah sengaja memakai diksi kasar dan memprovokasi jamaah untuk bertindak kejahatan.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.