• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 2 October 2026

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

Oleh: Dhita Karuniawati

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penting dalam penguatan tata kelola. Seiring cakupan layanan yang terus berkembang, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada kecukupan gizi, tetapi juga pada keamanan, mutu, ketertelusuran bahan, dan kepastian status halal makanan yang dikonsumsi anak-anak. Sertifikasi halal karena itu perlu ditempatkan sebagai bagian dari standar perlindungan penerima manfaat, bukan sekadar pelengkap administratif.

 

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengapresiasi langkah perbaikan tata kelola MBG yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, ia mendorong agar BGN dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mempercepat sertifikasi halal. Menurutnya, percepatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan kepatuhan terhadap ketentuan jaminan produk halal. MUI juga menekankan bahwa standar halal perlu berjalan bersama prinsip thayyib, yang mencakup kelayakan dan keamanan pangan.

 

Pandangan tersebut menjadi relevan karena tantangan pelaksanaan MBG bukan hanya menyangkut komposisi menu. Setiap makanan melewati rangkaian proses mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi. Pada setiap tahap terdapat risiko yang harus dikendalikan. Sertifikasi halal dapat memperkuat ketertelusuran bahan dan proses, sementara standar keamanan pangan memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak dikonsumsi.

 

Kebutuhan memperkuat standar itu terlihat dari evaluasi terhadap sejumlah SPPG. BGN pada September 2026 menghentikan secara permanen operasional empat SPPG di Sumatera Utara, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Papua karena dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan serta tidak menunjukkan perbaikan fundamental yang memadai. Sebanyak 10.112 penerima manfaat kemudian dialihkan ke SPPG terdekat yang memiliki standar kelayakan dan kapasitas layanan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa keamanan pangan harus menjadi batas yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan MBG.

 

Di sisi lain, persoalan sertifikasi halal juga masih membutuhkan percepatan di daerah. Di Kabupaten Sumenep, misalnya, dari 108 SPPG yang beroperasi, 61 unit telah memperoleh sertifikat halal, sedangkan 47 lainnya belum mengantongi sertifikat. Kondisi ini menunjukkan adanya pekerjaan administratif dan pengawasan yang harus segera diselesaikan agar pelaksanaan MBG memiliki standar yang semakin seragam.

 

Percepatan sertifikasi tidak berarti mengabaikan aspek keamanan pangan lainnya. Justru keduanya harus dibangun sebagai satu sistem. Dapur MBG perlu memastikan bahan baku memiliki sumber yang jelas, proses penyimpanan memenuhi ketentuan, kebersihan pekerja dan peralatan terjaga, serta makanan diproduksi dan didistribusikan dalam kondisi yang aman. Dengan demikian, sertifikasi halal tidak berhenti pada dokumen, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan pengendalian mutu.

 

Dorongan MUI terhadap sertifikasi halal dapur gizi juga menempatkan kepastian halal sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan kepercayaan masyarakat. Hal ini penting karena skala MBG membuat satu kelemahan di tingkat dapur berpotensi memengaruhi persepsi terhadap program secara lebih luas. Oleh sebab itu, setiap SPPG perlu memiliki dokumentasi yang rapi, prosedur pengadaan bahan yang dapat ditelusuri, serta mekanisme verifikasi yang memungkinkan pengelola segera mengetahui apabila terdapat bahan atau proses yang tidak sesuai. Konsistensi semacam ini akan membantu memastikan bahwa standar halal dan keamanan pangan benar-benar diterapkan, bukan sekadar dicantumkan dalam dokumen administrasi. Di setiap tahap pelayanan sehari-hari.

 

Pengawasan berlapis menjadi unsur penting dalam sistem tersebut. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Iman Permana, mengatakan bahwa pengawasan perlu dilakukan melalui audit, perbaikan SPPG, dan pengembangan sistem penilaian oleh sekolah. Ia juga menekankan bahwa SPPG yang telah ditutup perlu diaudit dan diperbaiki berdasarkan hasil audit sebelum kembali menjalankan layanan.

 

Penguatan tata kelola juga perlu melibatkan pengelola SPPG secara langsung. Sertifikasi halal, standar sanitasi, keamanan bahan pangan, kompetensi tenaga dapur, hingga mekanisme penanganan keluhan harus dipahami sebagai satu kesatuan. Kepala SPPG dan yayasan mitra tidak cukup hanya memenuhi persyaratan ketika pemeriksaan berlangsung, tetapi perlu memastikan prosedur berjalan konsisten setiap hari.

 

Sebab, keberhasilan MBG juga turut ditentukan oleh kemampuan penyelenggara menjamin bahwa makanan yang sampai kepada anak aman, bergizi, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan halal. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh apabila standar tersebut dapat dibuktikan melalui sertifikasi, pengawasan, transparansi, serta tindakan tegas terhadap pelanggaran.

 

Oleh karena itu, percepatan sertifikasi halal SPPG perlu berjalan seiring dengan penguatan keamanan pangan dan pengawasan berlapis. Pemerintah, BGN, BPJPH, pemerintah daerah, pengelola SPPG, sekolah, pemasok, serta masyarakat memiliki peran dalam memastikan rantai penyediaan makanan memenuhi standar. MBG yang baik bukan hanya makanan yang bergizi, tetapi makanan yang prosesnya dapat dipertanggungjawabkan dari bahan baku hingga diterima anak.

 

Dengan menjadikan halal dan keamanan pangan sebagai standar yang terintegrasi, program MBG dapat memperkuat perlindungan penerima manfaat sekaligus membangun kepercayaan publik. Bagi anak-anak, standar tersebut bukan sekadar persoalan regulasi, melainkan bagian dari hak untuk memperoleh makanan yang aman, layak, dan berkualitas.

 

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

October 2, 2026

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG

October 2, 2026

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak Oleh: Dhita Karuniawati Program Makan Bergizi Gratis…

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG Oleh: Bagas Nurahman Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola untuk memastikan pelaksanaannya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian adalah pemenuhan sertifikasi halal dalam penyelenggaraan program. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem penyediaan pangan yang tidak hanya memperhatikan kandungan gizi dan keamanan, tetapi juga memastikan makanan yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan kehalalan. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah perbaikan tata kelola yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). Percepatan sertifikasi halal bagi program MBG dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cakupan penerima manfaat yang luas, jaminan kehalalan menjadi bagian penting dalam membangun penyelenggaraan MBG yang semakin tertib, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemenuhan sertifikasi halal bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah strategis karena unit tersebut berada di garis depan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Sertifikasi memberikan kepastian terhadap bahan yang digunakan, proses pengolahan, serta tata kelola produksi makanan. Karena itu, percepatan pemenuhan sertifikasi halal di tingkat SPPG dapat menjadi bagian dari standardisasi pelaksanaan MBG di berbagai daerah sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat. Dalam konteks tata kelola program, sertifikasi halal menunjukkan bahwa kualitas MBG dibangun melalui standar yang saling melengkapi. Pangan yang disediakan tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperhatikan keamanan, kelayakan, mutu, serta ketentuan kehalalan. Pendekatan tersebut membuat perbaikan tata kelola MBG tidak semata berorientasi pada jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga pada kualitas pangan yang diterima oleh setiap penerima manfaat. Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan konsep pangan dalam Islam mencakup prinsip halal dan thayyib. Halal berkaitan dengan bahan serta proses produksi yang sesuai ketentuan, sedangkan thayyib mencakup kelayakan, mutu, dan keamanan pangan. Penerapan kedua prinsip tersebut secara konsisten menjadi landasan penting untuk membangun penyediaan makanan yang berkualitas dalam program MBG. Prinsip halal dan thayyib juga dapat diterapkan sebagai standar yang menyeluruh dalam rantai penyelenggaraan MBG. Mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi, setiap tahapan perlu dikelola dengan memperhatikan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sertifikasi halal tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi menjadi bagian dari proses memastikan tata kelola pangan berjalan secara konsisten dari hulu hingga ke penerima manfaat.…

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme teknis sertifikasi halal…

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme teknis sertifikasi halal…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.