• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Masyarakat Bersinergi Lawan Propaganda-Hoax Demi Perdamaian dan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Maju

Masyarakat Bersinergi Lawan Propaganda-Hoax Demi Perdamaian dan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Maju

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 5 November 2019

Oleh : Zainudin Ikhwan (Netizen/Relawan Pegiat Media Sosial Independen)

Berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu di Papua yang menimbulkan kerugian materi bahkan jiwa salah satunya disebabkan oleh berita hoax yang dijadikan sebagai propaganda berbagai oknum baik dari dalam maupun luar negeri untuk membuat instabilitas di Papua.

Saat ini pihak berwenang tengah terus menyelesaikan kasus-kasus tersebut dalam rangka penegakan hukum demi menciptakan kondusivitas wilayah Papua.

Sementara itu, berbagai hasil dari pengusutan peristiwa-peristiwa tersebut, Pemerintah mengendus keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, dalam berbagai kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua.

Mereka lah yang disebut dengan sengaja membangun kerusuhan agar dunia luar mendukung kemerdekaan Papua dan Papua Barat.

Termasuk keberadaan dan propaganda media asing dapat membuat ketegangan yang terjadi kian meninggi. Bagaimana tidak, tak sedikit media yang membuat propaganda-propaganda isu dan perang hoaks secara daring. Salah satunya adalah Kantor Berita ternama sekelas Reuters (UK) dan Al Jazeera (Qatar) yang turut serta menyebarkan berita bohong tentang kematian warga Papua yang tewas dalam aksi massa pada konflik kerusuhan yang terjadi sebelum di Wamena.

Hal ini pun sering terjadi tak hanya di Papua. Tentu terdapat agenda atau permainan tingkat tinggi dalam Propaganda media ini yang tidak mudah dilawan dan diselesaikan dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan kerjasama berbagai eleman bangsa guna manangkal keterlibatan asing khususnya media asing melalui propaganda-propagandanya yang memgncam kedaulatan Indonesia pada forum-forum internasional.

Dalam kasus Papua khususnya, ada negara-negara besar turut bermain dimana negara-negara ini menjadi sarang peresembunyian Para Alumni AMP dan Petinggi OPM. Dan mereka pun sudah siap dengan draf membawa isu kemanusiaan ke Sidang Umum PBB, namun untungnya mereka tidak mendapatkan perhatian khusus di KTT HAM dan di kegiatan PBB beberapa waktu lalu. Namun kita tetap haris waspada dan antisipasi melalui upaya diplomasi guna memberikan pemahaman dan keyakinan bahwa Pemerintah Indonesia telah sangat serius membangun Papua serta memperhatikam masalaah HAM dalam penanganan berbagai tindak kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Sebab itu, setidaknya Indonesia perlu tidak hanya belajar memerangi hoax dari media Internasional tetapi juga mendapatkan dukungan politik. Hal ini penting jika ada intervensi di PBB dan sampai ke Dewan Keamanan. Hanya ada 5 Negara yang memiliki kewenangan tersebut (US, UK, Perancis, Cina dan Rusia). Disisi lain pemerintah harus tegas terhadap keberadaan.oramg-orang asing di Papua yang melakukan kegiatan melanggar dari perizinan yang diberikan. Karena mereka itulah yang sering memprovokasi serta menghasut warga Papua untuk melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan secara komstotusional atau hukum yang berlaku di Indonesia.

Peran media nasional pun juga turut ditingkatkan, hal tersebut demi menciptakan situasi kondusif di negeri ini. Demikian inilah yang diharapkan kepada media nasional agar dapat memahami pentingnya peran mereka dalam memerangi hoaks media asing. Media.Nasional juga.harus optimal dalam pemberitaanya terkait keseriusan dan kerja keras Pemerintah Indonesia , Presiden Jokowi membangun Papua, hal ini penting guna membangun optimisme masyarakat tentang Papua, selain untuk menangkal propaganda asing, sehingga Papua tidak lagi dikesankan sebagai wilayah yang rawan dan terbelakang yang kemudian dimanfaatkan opini tersebut oleh berbagai oknum untuk memprovokasi masyarakat Papua serta dunia internasional.

Mereka (media asing) ingin menciptakan dan menjelaskan kepada dunia Internasiona bahwa telah terjadi kejahatan kemanusiaan di Papua.

Itulah mengapa pentingnya kita harus bersinergi bersama media nasional, untuk membendung kekuatan media asing dalam membuat propaganda dengan menyebarkan berita yang tak valid kebenarannya. Agar terciptanya perdamaian khususnya lancarnya pembangunan di bumi Papua yang menjadi perhatian presiden Jokowi guna menuju Indonesia Maju.

Presiden Prabowo Serius Jaga Semangat Reformasi dan Berantas Korupsi

May 14, 2026

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

May 13, 2026

Presiden Prabowo Serius Jaga Semangat Reformasi dan Berantas Korupsi

By Kata IndonesiaMay 14, 20260

Presiden Prabowo Serius Jaga Semangat Reformasi dan Berantas Korupsi Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya…

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS Oleh : Andhika Rachma Transformasi…

Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS Oleh: Nadira Larasati Transformasi digital telah membuka ruang…

Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026 Jakarta – Pemerintah terus mengawal…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.