• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Bali Mendukung Sepenuhnya KTT G20

Masyarakat Bali Mendukung Sepenuhnya KTT G20

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 8 November 2022

Masyarakat Bali Mendukung Sepenuhnya KTT G20

Sepanjang Bagi Kepentingan Nasional masyarakat Bali pasti mendukung sepenuhnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara negara Group of Twenty (G20) , Demikian disampaikan praktisi hukum Dr. I Made Pria Dharsana, SH, M. Hum, di Denpasar, Senin 7 November 2022.

Kata dosen Fakultas Hukum Universitas Warmadewa ini, Masyarakat Bali tidak pernah punya pretensi negatif, terhadap apakah kegiatan itu sepenuhnya memberi nilai yang begitu besar bagi masyarakat Bali atau tidak, “Sepanjang itu mempertaruhkan nama Indonesia di dunia internasional, masyarakat Bali akan mendukung sepenuhnya.”

Bila belajar dari sejarah, masyarakat Bali sudah lama menerima tokoh-tokoh dari luar negeri, bahkan waktu jaman kolonial banyak tokoh warga negara asing ada di Bali, seperti Adrien-Jean Le Mayeur, Rudolf Bonnet, Walter Spies, bahkan mereka sampai menetap di Bali, “Waktu itu Bali lebih dikenal dari Indonesia.”

Kata Pria Dharsana , Bali sudah terbiasa jadi tuan rumah atau host, “Apapun kegiatan yang dilakukan di Bali, termasuk kegiatan bertaraf International, Bali selalu siap menyelenggarakan dan menyukseskannya

Walau sesungguhnya tidak semua bisa ditangani masyarakat Bali sepenuhnya, namun masyarakat Bali sudah terbiasa bekerjasama dengan berbagai pihak, jelas Doktor lulusan Universitas Indonesia ini.

Terkait perhelatan KTT G20, seharusnya menjadi kesempatan yang luar biasa bagi civitas akademik, “Karena KTT G20 tidak serta merta akan ada lagi tahun depan, 20 tahun lagi baru akan kita dapatkan kesempatan sebagai Presidensi.”

Ini proses bergilir, bahwa sebagai tuan rumah itu akan diberikan pada negara negara keanggotaan G20. Indonesia pada pemerintahan Jokowi – K.H. Ma’ruf Amin ini menjadi presidensi dan tuan rumah dari tahun 2021 hingga pertengahan bulan ini.

“Dan kepercayaan itu tidak mudah kita terima. Seluruhnya ada kegiatan yang harus dilakukan sepanjang tahun. Dalam Presidensi G20 ini, ada ekonomi, ekonomi kreatif, kenegaraan, pariwisata, kemudian energii yang terbarukan.”

Sebagai akademisi kata Pria, sepertinya tidak hanya masyarakat umum, tapi juga akademisi bisa mengambil manfaat perhelatan KTT G20 dengan melibatkan diri, memberi masukan dan memberi pandangan-pandangan, terhadap bagaimana sumber daya alam kita, bagaimana investasi yang dimasukan ke Bali dan ke Indoneaia, “Agar kegiatan ini tidak sepenuhnya menguntungkan investor, tapi juga penambah bagi peningkatan ekonomi masyarat kita, tidak saja hari ini, juga untuk 30 atau 50 tahun ke depan.”

Harus diakui, jelas Pria Dharsana yang seorang notaris ini, banyak sekali negara-negara yang tidak bisa bangkit sstelah pandemi COVID-19, maka terjadilah ancaman krisis dunia. Sedangkan di Indonesia, dengan kebijakan Presiden Jokowi yang tidak menutup semua akses dan seluruh kegiatan ekonomi. Dengan tehnik buka tutup ini, memberi kesempatan sepenuhnya masyarakat turut ambil bagian dab bukan tanggung jawab negara semata.

Presiden Jokowi sudah menunjukan perannya di dunia Internasional dengan berani hadir di tengah perang Rusia dengan Ukraina, karena perang ini tidak saja mempengaruhi kawasan di sekitarnya, tapi juga ancaman resesi dunia.

Dunia juga sedang perang energi, juga berkurangnya pasokan pangan, “Oleh karena itu, apa yang dilakukan Jokowi adalah persiapan yang sudah diperhitungkan kedepan dengan membuat ladang pangan.

Dalam peran yang dilakukan Presiden Jokowi adalah menunjukan netralitas saat adanya konflik, “sehingga sebagai pemegang mandat Presidensi G20 ini, Presiden Jokowi telah menjalankan perannya dengan baik.”

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.