Peserta Jambore Pramuka Muslim Dunia atau World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) membangun inisiasi damai dengan aksi penandatangan petisi pada Rabu (10/9/2025). Aksi damai ini bernilai heroik karena para penandatangan tidak berasal dari satu kontingen atau daerah saja. Namun mereka hadir dari berbagai kontingen baik dalam maupun luar negeri untuk memandatangani petisi damai tersebut.
Maryam salah satu kontingen dari negara Mauritius mengatakan, bahwa tanda tangan yang saya tulis disini untuk menorehkan sejarah perdamaain dunia.
“Kami anak muda dari penjuru dunia hadir disini akan menunjukan bahwa perdamain dimulai dari Indonesia,” jelas Maryam.
Ketua Panitia WMSJ, Aditya Warman mengungkapkan bahwa aksi petisi damai tersebut merupakan wujud pengamalan para peserta terhadap Tri Satya dan Dasa Darma yang dalam salah satu butirnya berbunyi “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.”
“Dalam WMSJ ini kami tidak hanya sekedar mengajarkan perdamaian dalam taraf teori, namun kami melakukan pratiknya secara langsung. Kami semua aktif mengambil aksi untuk disampaikan kepada dunia bahwa gerakan damai harus dimulai dari Bumi Cibubur,” kata Aditya Warman di Bumi Perkemahan Cibubur.
Selain peserta dari Indonesia, aksi damai tersebut juga diikuti oleh kontingen dari Mauritius. Para peserta dari Mauritius juga terlihat antusias dengan aksi damai tersebut.
“Kami berharap para peserta WMSJ ketika pulang nanti tidak hanya sekedar memiliki pengalaman ikut jambore kepramukaan, namun juga turut aktif dalam aksi damai di daerah asalnya masing-masing,” ujarnya.
Selain menjadi wujud pendidikan kepada seluruh peserta WMSJ, aksi tandatangan petisi tersebut juga menjadi seruan kepada para kepala negara untuk senantiasa mengutamakan perdamaian di atas segala kepentingan. Aditya menuturkan bahwa WMSJ merupakan mujtama’ shoghir yang berarti masyarakat kecil namun terdiri dari beragam latar belakang, suku, dan budaya namun disatukan oleh tauhid dan semangat keislaman.
“WMSJ ini adalah mujtama’ shaghir yang dapat menjadi area pembelajaran, belajar untuk menghadapi perbedaan, belajar untuk toleransi dan belajar untuk membangun relasi. Diharapkan semua 15.333 peserta dapat menjadi agenda perubahan dan membawa misi damai di kampung halamannya masing-masing,” ungkapnya.
Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 kembali menarik perhatian publik lewat peluncuran trailer perdana Panggung…
Optimalisasi CKG dalam Meningkatkan Kesehatan Berkualitas bagi Lansia Oleh: Ayu Swastika Program Cek Kesehatan Gratis…
CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas Lansia, Hidup Lebih Sehat dan Produktif Jakarta – Program Cek Kesehatan…
CKG sebagai Solusi Kesehatan Berkualitas untuk Lansia di Era Modern Jakarta - Program Cek Kesehatan…
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen: Penanda Kuat Ketahanan Nasional Oleh: Bima Aryatama Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang…
Pertumbuhan 5,61 Persen dan Optimisme Baru Ekonomi Indonesia Oleh: Raka Adiwijaya Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada…