• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Nyawa Dokter Muda Melayang, Pulung Agustanto Desak Kemenkes Audit Investigatif

Nyawa Dokter Muda Melayang, Pulung Agustanto Desak Kemenkes Audit Investigatif

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 May 2026

Di saat dunia merayakan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei kemarin, sebuah kabar duka yang menyayat hati datang dari dunia kesehatan Indonesia. Dokter Myta Aprilia Azmy, seorang tenaga medis muda yang sedang menjalani program internship (magang) di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, menghembuskan napas terakhirnya.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pulung Agustanto, menyatakan duka cita yang mendalam sekaligus mengecam dugaan eksploitasi beban kerja yang menyertai kematian dr. Myta.

“Kejadian ini bukan sekadar berita duka, melainkan alarm keras bahwa ada yang salah dalam manajemen perlindungan tenaga medis kita di mana seorang pekerja kemanusiaan justru kehilangan nyawa akibat beban kerja yang tidak manusiawi,” ujar Pulung.

Berdasarkan laporan dari IKA FK Universitas Sriwijaya, dr. Myta diduga dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan fisik manusia. Terdapat indikasi kuat bahwa ia bertugas selama tiga bulan berturut-turut tanpa libur di bangsal dan IGD, sering kali tanpa supervisi dokter definitif yang seharusnya mendampingi tenaga magang.

Menurut laporan tersebut, kondisi memuncak saat dr. Myta tetap diwajibkan menjalani jaga malam meski kesehatannya terganggu dengan gejala demam tinggi, sesak napas, dan saturasi oksigen yang anjlok hingga 80 persen.

“Menugaskan seseorang yang sedang sesak napas untuk tertugas adalah tindakan yang tidak bisa dinalar. Kita sedang membicarakan nyawa manusia, bukan mesin yang bisa dipaksa bekerja tanpa henti,” tegas Pulung.

Pulung mengingatkan bahwa tragedi di Jambi ini menambah daftar panjang dokter muda yang gugur saat bertugas di tahun 2026. Dalam pemantauannya, setidaknya sudah ada empat kasus dokter internship yang meninggal dunia di berbagai wilayah.

Ia mencatat, selain di RSUD KH Daud Arif, Jambi, kejadian yang mengakibatkan dokter internship meninggal dunia juga terjadi di RSUD Pagelaran Cianjur, RS Bhayangkara Denpasar, serta RSUD Soesilo Swali, Tegal.

Menurut Pulung, meski latar belakang medis setiap kasus mungkin berbeda, namun rentetan kematian dokter muda dalam waktu yang berdekatan ini sudah lebih dari cukup bagi Kementerian Kesehatan untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh.

“Kita harus mencari akar masalahnya, apakah ini masalah sistemik, kegagalan supervisi, atau budaya kerja yang toksik,” tambahnya.

Pulung Agustanto meminta Kemenkes RI tidak hanya melihat ini sebagai ‘angka statistik’ atau kejadian medis biasa. Ia mendesak adanya reformasi pada Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Terutama soal pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi dan perlindungan kesehatan tenaga medis.

“Jangan sampai tunas-tunas muda berguguran karena kecerobohan dan kekacauan system kita,” pungkas Pulung.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.