BAKTI Kominfo RI melaksanakan kegiatan Seminar Merajut Nusantara dengan tema “Masyarakat Digital dan Peran Virtual Opinion Leaders” yang diisi oleh tiga narasumber yaitu Dr. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini selaku Anggota DPR RI Komisi I, Prof. Dr. Widodo Muktiyo selaku staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Dr. Jeni Minan, M.Si selaku Wakil Ketua Lakpedam PWNU DKI Jakarta.
Dalam forum seminar live streaming dengan tema seminar merajut nusantara masyarakat digital dan peran virtual opinion leader Dr. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini menyampaikan bahwa Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua mati sama sekali dengan harapan peran aktif dalam Islam mengajak kita semua untuk menghadapi sesuatu yang sangat baru yaitut revolusi 4.0 adalah hal yang sangat baru dan kita semua harus sadar bahwa kemajuan teknologi memaksa kita untuk ikut kedalamnya. Kalau kita melihat ekonomi kita juga bahwa peran dari kemajuan teknologi sangat berperan besar, seorang tokoh masyarakat yang sangat dikenal orang dapat menggunakan teknologi atau sosial medianya untuk mengajak kepada kebaikan.
Diri sendiri di dalam sosial media juga harus bijak menggunakannya, saya mengajak kepada kalian semua untuk mari kita jadikan media sosial untuk melakukan hal-hal sosial yang baik. Sosial media bisa dikatan kalau kita gunakan baik akan membawa hal yang baik juga tetapi saat kita menggunakan untuk hal yang tidak baik akan membawa hal yang tidak baik juga .Tapi kalau untuk lebaran yang lain dan seterusnya tentu sosial media penting bagi kita untuk menjalanin silahturahmi antar saudara yang mungkin berwilayah tinggal jauh dari kita. Kita harus saring sebelum mengeshare sesuatu di media sosial. Mari kita berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar di kemudian hari kita menyesalinya
Pada kesempatan seminar live streaming dengan tema seminar merajut nusantara masyarakat digital dan peran virtual opinion leader Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa Dulu Bapak Ibu teman-teman yang usianya diatas 45 akan diingat dalam orde baru misalkan itu ada pemuka pendapat ada Penyuluh Pertanian atau penyuluh hukum yang semua itu betul-betul secara nyata atau langsung. masyarakat sipil Indoensia masih bersifat Citizen maka itu terjadi secara fisik dengan adanya 4.0 tadi kita harus merubah pola pikir kita, taqwa kita ini masuk atau masyarakat yang imajiner. Kata Profesor Muhammad kita ini berada di dalam situasi imajiner ketemu tapi virtual, tentu saja membutuhkan kecakapan baru pengetahuan baru agar kita tidak tersesat kedalam dunia yang sebetulnya banyak manfaatnya dan juga banyak hal-hal yang tidak bermanfaat. Lewat medsos kita lewat chat kita dan itu setelan wi-fi terkoneksi maka dimanapun kapanpun secara real-time kita bisa melakukan komunikasi. Interaksi tidak hanya satu orang ke banyak orang tetapi bisa banyak orang, inilah salah satu situasi yang baru sama. yang kemudian kita harus ekstra hati-hati karena apa Karena platform media komunikasi dan informasi itu beragam bentuknya kita bisa masuk ke sini tetapi juga bisa masuk ke yang lain dan seterusnya dan batas ruang privat itu menjadi semakin kabur. Jadi kalau dulu kita ngomong di rumah di warung yang hanya itu sekarang ini kalau di warung kemudian diviralkan dan akhirnya menjadi realitas sosial dari virtual yang menjadi sosial dan kadang-kadang tidak sinkron sehingga bisa menjadi buah menjadi macam-macam sampai konflik. Para pendengar kita yang banyak punya punya daya pikat yang luar biasa kita menjadi influencer Atau paling tidak micro-influencer karena apa pengaruhnya masih sedikit tetapi sudah menjadi orang yang mempengaruhi juga tidak kalah pentingnya ada 1 x yang sangat sangat berbahaya yang sering kali menjadi bahan pemikiran kita seperti yang disebut dengan hoax yang itu ternyata melekat dalam perkembangan teknologi digital. Ini yang harus Kita waspadai bersama-sama Jangan sampai kita memakan makanan yang beracun Mari kita makan makanan yang bergizi untuk mencerdaskan jiwa kita. Seperti apa pada saat kita hidupnya serba digital di sektor pendidikan di sektor kesehatan di sektor pelayanan publik dan seterusnya termasuk juga implikasi dari digital adalah adanya data dan informasi dan ternyata bisa dicuri, bisa kecurian data kita sehingga akan dibuat namanya integrasi pusat data nasional untuk mengamankan data kita. Termasuk juga tentu saja payung hukum yang sedang digodok dengan kominfo bagaimana kita segera melaksanakan undang-undang data pribadi. kita harus memberikan jawaban terhadap masalah apapun bentuknya sesuai dengan kaidah-kaidah di dalam Alquran dan as-sunnah termasuk juga harus kita sekarang ini mengedepankan akurasi dalam mengambil informasi-informasi yang abu-abu yang hoax dan seterusnya termasuk juga cetakan konten-konten yang akhirnya disenangi ini kan kita masuk yang namanya generasi milenial dan generasi Z
Dalam forum seminar live streaming dengan tema seminar merajut nusantara masyarakat digital dan peran virtual opinion leader Dr. Jeni Minan menyampaikan bahwa tentang masyarakat digital tentunya kita tidak asing dengan dan realitas sekarang ini karena memang kita menjadi pelaku dan kita termasuk katagori setuju ataupun tidak setuju ya begitu adanya, nyata dan tidak nyata baik yang virtual ataupun yang langsung seperti yang kita alami kata kuncinya masyarakat adalah interaksi interaksi disebut masyarakat. ketika ada 1 orang dengan 1 orang yang lain atau satu orang dengan kelompok maka ketika interaksi itu tetap dan menghasilkan satu kebaikan bersama apalagi disepakati kebaikan itu pada awalnya maka itu disebut masyarakat. Mungkin kita sudah beberapa kali mendengar Berapa jumlah masyarakat Indonesia khususnya yang menggunakan media sosial banyak sekali. Penelitian yang sudah ada tentang masyarakat digital dan nilai yang sampai saat ini kita terima bahwa Indonesia Indonesia di kawasan Asia Tenggara termasuk pasar rakyat digitalnya kurang Baiknya.
saya tidak yakin karena masyarakat Indonesia ada nilai sosial itulah yang menjadi pedoman berinteraksi secara langsung kemudian interaksi secara langsung itu otomatis nanti terbawa jika kita dan saudara-saudara kita yang ada di Indonesia khususnya atau masyarakat Lombok berinteraksi secara virtual itu akan terbawa. kemudian dijadikan sebuah di generasi menjadi sebuah nilai, namanya juga penelitian selama tidak ada yang membantah itu yang menjadi.
Masyarakat digital atau masyarakat masyarakat sebelum ada masyarakat digital sekarang ini kan ada masyarakat yang berinteraksi secara langsung hubungannya dengan opinion leader pemimpin orang-orang yang dianggap mempunyai kapasitas mempunyai kualitas dalam bidang tertentu atau beberapa bidang kemudian didengarkan
CKG Perluas Kesehatan Berkualitas, Penyakit Bisa Dideteksi Lebih Awal Jakarta – Pemerintah terus memperluas pelaksanaan…
Gerakan Tanam Serentak dalam Skala Nasional untuk Ketahanan Pangan Oleh: Candra Kusuma Gerakan tanam serentak…
Tanam Serentak sebagai Strategi Kunci Ketahanan Pangan Oleh : Andhika Rachma Di tengah eskalasi tantangan…
Tanam Serentak Dipercepat, Ketahanan Pangan Nasional Diperkuat JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus…
Pemerintah Genjot Tanam Serentak, Ketahanan Pangan Kian Kokoh Jakarta - Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan…
Pidato Presiden Prabowo Bawa Arah Baru Ketahanan Energi ASEAN Oleh: Satrya Dharma Kusuma Konflik geopolitik…