Categories: Uncategorized

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Sukses Percepatan Program MBG

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Sukses Percepatan Program MBG

Jakarta — Kolaborasi lintas sektor kembali ditegaskan sebagai faktor penentu keberhasilan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Tahap II di Pekanbaru, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan implementasi program berjalan optimal dan tepat sasaran.

 

“Pertemuan ini dilaksanakan sebagai forum strategis untuk menelaah secara menyeluruh hasil pelaksanaan program serta hasil Survei Monitoring dan Evaluasi Tahap II,” katanya.

 

Ditambahkannya, berdasarkan data per 2 Desember 2025, jumlah target penerima manfaat MBG di Riau mencapai 2.010.204 jiwa, dengan realisasi 905.360 jiwa. Dari kebutuhan 667 unit SPPG, sebanyak 420 unit telah beroperasi. Meski menunjukkan tren positif, Syahrial menilai percepatan masih harus dilakukan.

 

“Angka ini menunjukkan progres yang baik namun masih memerlukan percepatan bersama untuk memastikan manfaat program diterima secara optimal oleh seluruh sasaran,” jelasnya.

 

Dukungan serupa turut disampaikan Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, yang memaparkan capaian dan dampak MBG secara nasional. Program MBG menunjukkan efek berganda _(multiplier effect)_ yang kuat bagi perekonomian.

 

“Hingga Oktober 2025, tercatat 12.508 SPPG yang aktif beroperasi. Sebanyak 1,41 miliar porsi makanan telah dibagikan kepada lebih dari 36 juta penerima manfaat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, dalam kegiatan sosialisasi MBG yang digelar DPR RI di Jakarta, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi penerus bangsa, bukan sekadar program bantuan pangan. Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi gerakan nasional bersama, bukan hanya proyek pemerintah.

 

“Partisipasi masyarakat, tenaga pendidik, pemerintah daerah, UMKM pangan lokal, hingga para orang tua memiliki peran besar dalam memastikan program ini berjalan optimal,” ujarnya.

 

Netty juga menekankan pentingnya sinergi di segala lini, sebab tanpa koordinasi yang solid, pelaksanaan program berisiko terhambat dan tidak memberikan dampak maksimal.

 

“Kolaborasi menjadi kunci. Tanpa sinergi, program ini hanya menjadi kegiatan teknis tanpa dampak berkelanjutan,” tegasnya.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor pemerintah pusat dan daerah, DPR, pelaku UMKM, tenaga pendidik, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Program MBG diharapkan dapat membangun ekosistem pangan sehat yang berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Deteksi Dini Gangguan Mata melalui CKG untuk Kesehatan Berkualitas

Deteksi Dini Gangguan Mata melalui CKG untuk Kesehatan Berkualitas Oleh Eka Ratnasari Upaya menghadirkan layanan…

30 minutes ago

Mata dan Produktivitas: Peran CKG dalam Kesehatan Berkualitas

Mata dan Produktivitas: Peran CKG dalam Kesehatan Berkualitas Oleh: Salsabila Ayudya Kesehatan mata sering kali…

34 minutes ago

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Tekan Risiko Katarak

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Tekan Risiko Katarak Jakarta, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)…

2 hours ago

CKG Perluas Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Didukung Kolaborasi Global

CKG Perluas Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Didukung Kolaborasi Global Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis…

2 hours ago

​Lagi-Lagi Terjadi! Tabrakan Maut KA Argo Bromo di Grobogan, Siapa yang Salah?

Kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan mobil Toyota Avanza terjadi di perlintasan KA…

3 hours ago

Ketahanan Pupuk Subsidi dalam Menghadapi Tekanan Global

Ketahanan Pupuk Subsidi dalam Menghadapi Tekanan Global Oleh: Bara Winatha Ketahanan pupuk subsidi menjadi salah…

4 hours ago