• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Deteksi Dini Gangguan Mata melalui CKG untuk Kesehatan Berkualitas

Deteksi Dini Gangguan Mata melalui CKG untuk Kesehatan Berkualitas

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 1 May 2026

Deteksi Dini Gangguan Mata melalui CKG untuk Kesehatan Berkualitas

Oleh Eka Ratnasari

Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas tidak dapat dilepaskan dari kemampuan negara dalam mendeteksi dini berbagai penyakit yang berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat. Gangguan kesehatan mata, khususnya katarak, menjadi salah satu persoalan serius yang membutuhkan perhatian kolektif. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sekitar 600 hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia. Oleh karena itu, integrasi skrining mata dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 menjadi langkah strategis yang patut diapresiasi sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional.

 

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa katarak tidak hanya berdampak pada hilangnya fungsi penglihatan, tetapi juga menggerus peran sosial dan produktivitas seseorang, terutama pada kelompok lanjut usia. Fakta bahwa 81,2 persen kasus kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun disebabkan oleh katarak memperlihatkan betapa mendesaknya penanganan yang sistematis dan berkelanjutan. Kondisi ini tentu menjadi ancaman terhadap produktivitas nasional, mengingat lansia yang sehat dan aktif masih memiliki kontribusi penting dalam struktur sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Hasil skrining Program CKG 2025–2026 menegaskan urgensi penanganan gangguan penglihatan. Dari 23,35 juta orang yang diperiksa, 2,95 juta terdeteksi mengalami gangguan mata. Skrining massal menjadi kunci deteksi dini untuk mencegah progresivitas hingga kebutaan permanen. Karena itu, integrasi layanan operasi katarak dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional mencerminkan keberpihakan kebijakan pada masyarakat, terutama kelompok rentan.

 

Dante Saksono juga menggarisbawahi bahwa individu dengan katarak dapat kehilangan akses terhadap sekitar 80 persen informasi yang diterima melalui indra penglihatan. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan mata bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga berkaitan erat dengan akses terhadap pendidikan, informasi, dan partisipasi sosial. Ketika seseorang kehilangan kemampuan melihat, maka peluangnya untuk berinteraksi secara optimal dengan lingkungan juga ikut tereduksi. Oleh sebab itu, pendekatan promotif dan preventif melalui CKG menjadi sangat relevan untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga perlindungan sejak dini.

 

Selain upaya domestik, kolaborasi internasional juga menjadi elemen penting dalam memperkuat layanan kesehatan mata di Indonesia. Kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menjadi contoh konkret sinergi global dalam menjawab tantangan kesehatan. Program operasi katarak gratis bagi 500 pasien yang tersebar di Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa intervensi kesehatan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan.

 

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri, menilai bahwa kerja sama ini merupakan pilar penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia memandang layanan kesehatan sebagai fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan. Pandangan tersebut menegaskan bahwa investasi di sektor kesehatan bukan hanya soal penyembuhan penyakit, tetapi juga tentang membangun kualitas hidup yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Di sisi lain, komitmen pemerintah juga tercermin dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 yang menargetkan minimal 60 persen penderita katarak mendapatkan tindakan operasi dengan hasil tajam penglihatan yang optimal. Realisasi kapasitas operasi nasional yang telah mencapai lebih dari 600 ribu tindakan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam meningkatkan akses layanan kesehatan mata.

 

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan pentingnya pengawalan terhadap program kesehatan gratis agar dapat berjalan maksimal dan menjangkau masyarakat luas. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, puskesmas, dan posyandu merupakan kunci dalam memperluas akses layanan, terutama melalui pendekatan promotif dan preventif. Pandangan ini sejalan dengan semangat desentralisasi kesehatan, di mana pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat akar rumput.

 

Program CKG yang menyasar kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita juga menunjukkan bahwa pemerintah memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan perhatian. Kelompok-kelompok ini sering kali menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, baik karena faktor ekonomi, geografis, maupun sosial. Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang terpinggirkan dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak.

 

Deteksi dini gangguan mata melalui CKG bukan hanya sekadar program kesehatan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan mitra internasional, serta dukungan masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menurunkan angka kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup warganya secara signifikan. Upaya ini menjadi bukti bahwa kesehatan yang berkualitas adalah hak setiap warga negara dan fondasi utama bagi kemajuan bangsa.

 

)* penulis merupakan pengamat kesehatan masyarakat

 

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.