• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Tekan Risiko Katarak

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Tekan Risiko Katarak

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 1 May 2026

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Tekan Risiko Katarak

Jakarta, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan perannya dalam memperkuat akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah skrining kesehatan mata sebagai langkah preventif untuk menekan risiko katarak, yang masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia.

 

Melalui pelaksanaan skrining mata secara rutin dan terintegrasi dalam program CKG, masyarakat dapat memperoleh deteksi dini terhadap berbagai gangguan penglihatan, termasuk katarak. Upaya ini dinilai penting mengingat banyak kasus katarak yang tidak terdeteksi sejak awal, sehingga berujung pada penurunan kualitas hidup hingga kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah.

 

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus meningkatkan jangkauan layanan skrining katarak melalui CKG pada 2026 guna mencegah kebutaan. Kebijakan ini dibarengi dengan perluasan akses operasi katarak.

 

“Jika Katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya pengelihatan melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketergantungan individu terhadap orang lain serta memperbesar beban sosial dan ekonomi keluarga” ujarnya.

 

Untuk mengatasi tantangan kebutaan katarak, Kemenkes tidak hanya mengandalkan integrasi skrining mata dalam CKG 2026 dan jaminan operasi melalui JKN. Kemenkes juga menjalin kerja sama strategis dengan mitra internasional, yaitu Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab (UEA), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan operasi katarak gratis bagi 500 pasien selama periode Januari hingga Mei 2026.

 

Duta Besar UEA untuk RI dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan pilar penting dalam hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia. Beliau menambahkan, layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan.

 

“Kerja sama ini merupakan pilar penting dalam hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia. Layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Program CKG tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif. Dengan skrining mata yang masif dan mudah diakses, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata semakin meningkat. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka prevalensi katarak secara nasional.***

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

August 4, 2026

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

August 4, 2026

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

Disinformasi AI Makin Canggih, Pemerintah Perkuat Moderasi Konten dan Etika Digital

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Disinformasi AI Makin Canggih, Pemerintah Perkuat Moderasi Konten dan Etika Digital Jakarta – Pemerintah memperkuat…

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional untuk Cegah Halusinasi AI dan Disinformasi

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional untuk Cegah Halusinasi AI dan Disinformasi JAKARTA – Penguatan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.