• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Keren, PLN Raih Green Initiative Awards 2022

Keren, PLN Raih Green Initiative Awards 2022

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 2 December 2022

PT PLN (Persero) meraih penghargaan Green Initiative Awards atas aksi nyata perseroan dalam menjalankan ekonomi hijau dan mendukung transisi energi di Tanah Air pada Kamis (01/12).

Dalam sambutannya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perusahaan yang berkomitmen untuk mendorong ekonomi hijau.

Moeldoko berharap, penghargaan yang diraih ini bisa menjadi penyemangat dan menginspirasi perusahaan lainnya untuk mendorong ekonomi hijau.

“Diharapkan akan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta meningkatkan daya saing SDM di sektor digital. Dua kata kunci ini sungguh diperlukan bagi kita di tengah-tengah global _competitiveness_ yang luar biasa,” kata Moeldoko.

Co Founder dan CEO Katadata Metta Dharmasaputra menambahkan, penghargaan ini diberikan karena PLN memiliki _leadership_ yang tinggi dalam transisi energi. PLN dianggap sebagai salah satu perusahaan yang memimpin transisi energi di Indonesia karena pencapaian peningkatan bauran energi baru dan terbarukan.

“Jadi PLN merupakan salah satu perusahaan yang kami nilai memiliki _leadership_ yang sangat tinggi dalam transisi energi. Karena ini menjadi tema dalam KTT G20 juga yang baru kita lalui dengan sukses di Bali,” kata Metta.

Dalam gelaran KTT G20 Indonesia, Metta mengatakan PLN juga terdepan dalam mempercepat terbentuknya ekosistem dari kendaraan listrik serta memiliki program peningkatan bauran energi bersih.

“Saya kira kita semua sudah menyaksikan bagaimana PLN melakukan terobosan luar biasa di G20 lalu, misalkan dengan membuat satu _pilot project_ PLTS Terapung yang saat itu menjadi _show case_ Indonesia yang ditunjukkan kepada dunia,” kata Metta.

Karena itu, Metta menilai penghargaan ini sebagai apresiasi dan penghargaan kepada PLN. Penghargaan ini juga diharapkan memacu perusahaan-perusahaan lainnya mengikuti jejak PLN.

“Saya kira PLN sebagai perusahaan listrik memiliki visi besar dan kebetulan Pak Dirut Pak Darmawan Prasodjo seorang ahli, seorang _expert_ di bidang _sustainability_, jadi tentu kami sangat menghargai dan ingin memberikan apresiasi kepada PLN,” ungkap Metta.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengaku bangga atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan.

Darmawan berharap, apresiasi ini bisa menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk lebih peduli terhadap pembangunan energi hijau yang berkelanjutan.

“Kami melakukan perjuangan ini bukan karena ada perjanjian internasional atau bukan hanya karena suatu kebijakan, kita melakukannya karena kita betul-betul peduli untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Darmawan.

Dalam mendukung proses transisi energi, PLN melakukan berbagai inisiatif. Misalnya, PLN sudah membuat _roadmap_ untuk beralih ke energi hijau sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang paling hijau sepanjang sejarah. Yakni dengan target 51,6 persen tambahan pembangkit berbasis EBT atau sekitar 20,9 GW hingga 2030.

Selain itu, PLN juga mendorong ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia. Dukungan ini dilakukan dengan penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersebar di seluruh Indonesia.

 

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.