• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kebijakan Afirmatif Tingkatkan Kualitas OAP

Kebijakan Afirmatif Tingkatkan Kualitas OAP

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 28 February 2022

Kebijakan Afirmatif Tingkatkan Kualitas OAP

Oleh : Moses Waker

Pemerintah terus membangun Papua, salah satunya dengan kebijakan kesejahteraan dan afirmatif. Paradigma baru tersebut diyakini banyak pihak akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua, termasuk Orang Asli Papua (OAP).

Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Melihat luasnya negeri ini, maka butuh pemerataan pembangunan agar semuanya maju.

Saat dulu di era orde baru masih sistem sentralisasi maka sejak era reformasi diganti menjadi desentralisasi sehingga tiap daerah bisa lebih maju lagi, termasuk Papua.

Papua yang dulu bernama Irian Jaya merupakan wilayah paling timur di Indonesia tetapi sayang sekali pernah terabaikan di masa orde baru, sehingga dianggap kemajuan di sana kurang daripada di Jawa atau pulau lainnya.

Di masa pemerintahan Presiden Jokowi, Papua digenjot agar lebih maju lagi. Caranya dengan memberi berbagai peluang bagi orang asli Papua agar bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bisa membangun wilayahnya sendiri.

Profesor Imron Cotan, Pemerhati Papua, menyatakan bahwa kebijakan afirmatif pemerintah akan membuka peluang besar bagi orang asli Papua. OAP akan diberdayakan sehingga memiliki masa depan yang lebih cerah.

Selama ini OAP memiliki berbagai keistimewaan berkat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pertama, gubernur, wakil gubernur, wali kota, dan wakilnya, harus orang asli Papua, sehingga mereka bisa mengatur daerahnya sendiri. Kebijakan ini muncul karena memang sebaiknya sang pemimpin adalah orang asli Bumi Cendrawasih, karena lebih memahami seluk-beluk daerahnya dan budaya masyarakatnya.
Kebijakan bahwa pemimpin harus orang asli Papua juga memiliki payung hukum yakni UU Otsus, sehingga sah di mata hukum yang resmi di Indonesia. Dengan begini, walau berganti presiden, maka aturan ini akan tetap berlaku. Masyarakat Papua khususnya berterimakasih kepada Presiden Jokowi karena begitu perhatian terhadap Papua dan membuat peraturan resmi yang menguntungkan mereka.
Selain itu, orang asli Papua juga memiliki peluang besar untuk sekolah hingga perguruan tinggi, karena mereka berhak mendapatkan beasiswa otonomi khusus (Otsus). Beasiswa yang didapatkan dari dana otsus amat berguna karena anak-anak Papua bisa lebih cerdas, sehingga tidak ada ketimpangan antara orang Jawa dengan orang Papua. Salah satu alumjni beasiswa otsus yang sukses adalah Billy Mambrasar yang jadi staf khusus presiden.
Imron menambahkan, pemerintah bisa membuat beberapa kebijakan afirmatif lain yang memajukan rakyat Papua. Misalnya mereka diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan BUMN di Bumi Cendrawasih. Dalam artian, ketika ada penyaringan pegawai maka bisa saja ada jatah sekian persen untuk orang asli Papua, sehingga mereka bisa mendapatkan penghidupan yang layak.
Selain itu, kebijakan afirmatif lainnya adalah dengan pemekaran wilayah Papua. Jika ada penambahan provinsi maka otomatis akan butuh karyawan baru di kantor pemerintah provinsi. Sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran di Bumi Cendrawasih.
Masyarakat amat berterimakasih kepada pemerintah, khususnya ke Presiden Jokowi, karena sangat mengistimewakan Papua. Bahkan Presiden Jokowi tercatat sebagai presiden yang paling sering mengunjungi wilayah Bumi Cendrawasih. Papua adalah bagian dari Indonesia, tak heran pemerintah terus memajukannya, agar ada pemerataan pembangunan, dan terus ada kebijakan afirmatif yang menguntungkan.
Ketika ada kebijakan afirmatif untuk rakyat Papua seperti pemekaran wilayah, pemberian beasiswa untuk anak berprestasi, dan berbagai keistimewaan lain, maka sangat menguntungkan OAP. Mereka jadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. Selain itu, Papua akan lebih maju karena berkat kebijakan ini, akan ada pemerataan pembangunan. Tak hanya pembangunan fisik tetapi juga sumber daya manusia.

)* penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.