• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Keamanan Pangan MBG Diperkuat lewat Monitoring Berlapis di Sekolah

Keamanan Pangan MBG Diperkuat lewat Monitoring Berlapis di Sekolah

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 13 August 2026

Keamanan Pangan MBG Diperkuat lewat Monitoring Berlapis di Sekolah

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan sistem monitoring berlapis di sekolahok. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap makanan yang diterima peserta didik tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi sesuai standar yang telah ditetapkan.

 

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prasyarat utama dalam keberhasilan program MBG. Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan bahwa seluruh manfaat program, termasuk aspek edukasi dan pembentukan karakter siswa, hanya dapat tercapai apabila makanan yang disajikan telah terjamin keamanannya.

 

“Pendidikan terhadap siswa akan terlaksana manakala syarat pertamanya adalah menu makanan yang dibagikan kepada siswa itu harus aman. Semua ini tidak akan ada artinya jika menu yang diberikan tidak aman,” ujar Sudaryono.

 

Untuk itu, BGN melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengawasan produksi di 27.489 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui sistem monitoring berbasis pencatatan, seluruh tahapan pengolahan makanan diawasi secara ketat, mulai dari persiapan bahan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah. Selain itu, BGN juga menetapkan penanggung jawab atau person in charge (PIC) di setiap sekolah sebagai lapisan pengawasan akhir.

 

“PIC melakukan pemeriksaan organoleptik dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan. Apabila tidak memenuhi standar, maka wajib tidak diberikan kepada siswa. Ini menjadi lapisan terakhir untuk memastikan keamanan pangan,” jelasnya.

 

Penguatan pengawasan juga dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menjalankan fungsi pengawasan dari hulu hingga hilir. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi faktor kunci keberhasilan program MBG, terutama bagi kelompok rentan.

 

“BPOM hadir untuk memastikan keamanan pangan dari proses produksi hingga diterima masyarakat. Prinsip kami jelas, bukan pangan kalau tidak aman,” tegas Taruna Ikrar.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan berkelanjutan guna mencegah terulangnya kasus keracunan pangan. “Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar setiap makanan benar-benar memenuhi standar keamanan dan mutu,” tambahnya.

 

Di tingkat daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan turut memastikan kualitas bahan baku melalui pengawasan pangan segar asal tumbuhan (PSAT). Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jefri Boy Manderi, mengatakan pengawasan dilakukan untuk menjamin bahan pangan bebas dari cemaran berbahaya.

 

“Kami melakukan pengujian terhadap bahan pangan untuk memastikan tidak terdapat cemaran kimia sehingga layak dikonsumsi,” ujarnya.

 

Melalui sinergi lintas sektor dan penerapan sistem pengawasan berlapis, pemerintah optimistis Program MBG dapat berjalan optimal, sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

 

(*/rls)

Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan di Setiap Ompreng MBG 

August 13, 2026

Keamanan Pangan MBG Diperkuat dengan Label Batas Aman Konsumsi

August 13, 2026

Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan di Setiap Ompreng MBG 

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan di Setiap Ompreng MBG Oleh: Zhafran Goldwin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui pembenahan tata kelola dan peningkatan standar keamanan pangan. Salah satu langkah pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) adalah mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan MBG mencantumkan batas waktu konsumsi. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada pekan depan sebagai upaya memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di sekolah. BGN akan mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan Program MBG mencantumkan batas waktu konsumsi. Kebijakan tersebut menjadi instrumen tambahan untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik tetap berada dalam kondisi aman hingga dikonsumsi. Kepala BGN, Sudaryono mengatakan bahwa informasi batas waktu konsumsi akan menjadi penanda bagi guru dan siswa untuk memastikan makanan dikonsumsi dalam kondisi aman. Pencantuman batas waktu konsumsi menjadi langkah sederhana yang memiliki fungsi penting dalam rantai penyediaan makanan. Informasi tersebut memberikan acuan mengenai kapan makanan masih berada dalam rentang waktu aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, penerima manfaat dan pihak sekolah dapat lebih mudah memastikan kelayakan makanan yang disajikan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mencakup standar keamanan pangan yang harus dijaga sejak pengolahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi. Setiap tahapan memiliki peran penting untuk memastikan makanan memenuhi prinsip kebersihan, kelayakan, dan keamanan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi unsur penting dalam memastikan makanan diproduksi dan didistribusikan sesuai ketentuan. Makanan MBG yang telah matang membutuhkan penanganan dan konsumsi dalam waktu yang tepat. Karena program mengutamakan makanan segar, pengendalian waktu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan. Aspek waktu juga menjadi perhatian dalam proses pengolahan hingga distribusi. Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, sebelumnya meminta proses memasak, pemorsian hingga distribusi makanan pada dapur gizi berlangsung maksimal dalam empat jam. Hl ini guna mengurangi pertumbuhan bakteri.…

Keamanan Pangan MBG Diperkuat dengan Label Batas Aman Konsumsi

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Keamanan Pangan MBG Diperkuat dengan Label Batas Aman Konsumsi Jakarta – Pemerintah terus memperkuat keamanan…

Keamanan Pangan MBG Diperkuat lewat Monitoring Berlapis di Sekolah

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Keamanan Pangan MBG Diperkuat lewat Monitoring Berlapis di Sekolah JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat aspek…

Kolaborasi Negara, Platform, dan Publik Waspada Scam Digital Berbasis AI

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Kolaborasi Negara, Platform, dan Publik Waspada Scam Digital Berbasis AI Oleh: Aziz Rahman Perkembangan kecerdasan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.