• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Jangan Mudah Percaya Berita Hoax

Jangan Mudah Percaya Berita Hoax

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 19 September 2019

Oleh: Anita Rosalina (Pegiat Media)

 

Melawan hoaks adalah hal yang perlu kita lakukan. Pasalnya hoaks benar-benar menjadi momok bagi keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya, belum lama ini terjadi kerusuhan di Papua yang ditenggarai disebabkan oleh kemarahan warga Papua karena adanya ujaran rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Baca juga: Berantas Hoax, Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Amarah tersebut memicu pengrusakan berbagai fasilitas umum. Menurut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, selain adanya kemarahan ujaran rasisme, ternyata kabar hoaks juga ikut andil dalam menyulut kemarahan warga Papua. Untuk itu, sebagai warga negara yang baik kita harus melawan hoaks dan melatih diri agar tidak “termakan” oleh kabar hoaks.
Bahaya hoaks begitu besar, sehingga kita perlu melatih untuk tidak mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya. Sedini mungkin, kita perlu melatih diri kita bahkan anak-anak hingga orang-orang di sekitar kita untuk tidak “termakan” berita hoaks.

Tujuannya untuk mengajarkan agar bisa lebih dahulu menelaah informasi yang didapatkan. Apakah kabar tersebut benar atau tidak. Karena berita hoaks yang disebar kerap membuat khawatir.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ bisa diartikan sebagai ‘berita bohong.’ Sementara dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.
Menurut psikolog Roslina Verauli menjelaskan bahwa berita hoaks umumnya dilakukan dengan beberapa tujuan, seperti:

1. Memperoleh keuntungan finansial dengan pembohongan yang dilakukan

2. Mendiskreditkan atau menjatuhkan seseorang atau kelompok tertentu

3. Sekadar untuk bersenang-senang kerena telah mengelabui atau membodohi orang lain

4. Mencari perhatian

5. ‘Memenuhi’ kepercayaan atau prejudice akan sesuatu masyarakat

“Hoax ini merupakan eksploitasi terhadap sisi psikologis manusia yang bisa menimbulkan keresahan, kecemasan, hilangnya hormat pada tokoh otoritas, bahkan dapat memicu pertikaian dan perpecahan.”

“Maklum, dalam berita hoax yang termasuk kategori pembohongan, emosi, manusia ‘dijadikan obyek bahkan alat’ untuk memicu reaksi tertentu. Sehingga memengaruhi orang lain untuk melakukan hal-hal bodoh karena perasaan ingin membantu, bahkan takut dan turut terpicu. Tak heran teknik “social engineering” seperti penggunaan hoax untuk kepentingan tertentu sering kali sukses,” paparnya.
Bahaya Laten Hoaks

Bahaya hoaks itu tak ubahnya seperti narkotika. Seperti yang disampaikan oleh mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan momok dari penyebaran berita bohong atau hoaks tidak ubahnya seperti peredaran narkotika dan pornografi.

Jika dibiarkan terus menerus dapat merugikan masyarakat, ujarnya.
Bahaya hoax yang tidak kalah mengerikan adalah menyebabkan pembunuhan karakter karena merupakan manipulasi, kecurangan, dan bisa menjatuhkan orang lain. Hoaks merupakan tindakan kriminal di wilayah cyber.

Upaya Terhindar dari Hoax
Dalam mencegah dan melatih diri sendri untuk tidak mudah percaya dan menghindari berita hoaks, misalnya kita dapat melakukan hal berikut:

1. Gemar Membaca
Salah satu cara untuk melatih diri agar terhindar dari bahaya hoaks dalah dengan gemar membaca dan melek literasi. Hal ini tentu saja perlu dimulai dari lingkungan keluarga lebih dulu, kemudian di lingkungan yang lebih luas, seperti sekolah, kampus dan masyarakat.

2. Bijak Menggunakan Sosial Media
Tidak bisa dipungkiri, era digital seperti ini semakin memudahkan untuk mendapatkan informasi. Salah satunya tentu saja dengan arus informasi yang didapatkan lewat sosial media.

Tidak mengherankan jika banyak masyarakat, khususnya yang sudah memasuki masa remaja dan memiliki ponsel pribadi akan percaya dengan informasi yang didapatkan dari sosial media. Faktanya, berita hoaks ini justru banyak tersebar di ranah media sosial.

Untuk itu sedini mungkin, latih diri kita untuk lebih bijak menggunakan sosial media. Misalnya, menekankan bahwa sosial media bukan buku diary, sehingga ia bebas memposting segala sesuatu. Terlebih jika mengingat adanya jejak digital yang akan sulit dihapus sampai kapan juga.

3. Kritis saat Menerima Informasi
Di era informasi digital seperti sekarang ini, sikap kritis adalah kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kita tidak boleh mudah percaya dengan sebuah informasi, harus dicek dulu benar atau tidaknya. Sikap kritis ini sebagai filter pertama dalam menangkis berita hoaks, sederhananya dalam menerima informasi, di dalam diri kita bertanya: apakah berita ini benar? Sumber informasinya apa? Media apa yang memuat? dan lain sebagainya.

 

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit Jakarta – Pemerintah memperluas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.