Nasional

Jadikan Harga Obat Terjangkau Rakyat, Presiden Prabowo Luncurkan Apotek Desa

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program strategis Apotek Desa sebagai langkah konkret menjadikan harga obat terjangkau rakyat, termasuk masyarakat pedesaan dan pelosok Tanah Air. Program ini diumumkan Presiden Prabowo usai panen raya serentak bersama jajaran kementerian dan lembaga pangan di Majalengka, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

 

“Jadi tiap desa akan punya apotek dengan obat yang terjangkau oleh rakyat desa,” ujar Prabowo.

 

Ditambahkannya bahwa dengan adanya Apotek Desa, maka bukan tidak mungkin harga obat bisa lebih terjangkau hingga 10 persen bahkan sepertiga dari harga pada umumnya di kota.

 

“Obat-obat itu, obat istilahnya generik, obat mungkin kotaknya tidak terlalu berwarna-warni, tapi obatnya sama, yang bisa terjangkau oleh rakyat dalam harga yang mungkin bisa sepertiga, bahkan bisa 10% dari harga yang ada di kota-kota,” tambah Presiden.

 

Prabowo menargetkan koperasi tersebut dilengkapi fasilitas seperti gudang, pendingin hasil panen, serta kendaraan distribusi untuk mendukung rantai pasok.

 

“Setiap koperasi akan kita beri kredit untuk punya truk. Kita harapkan tiap koperasi desa akan punya dua truk masing-masing,” jelasnya.

 

Presiden juga menegaskan bahwa koperasi di tingkat desa/kelurahan Merah Putih diharapkan menjual obat-obatan murah bagi masyarakat.

 

Senada, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memperkuat gagasan tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional PAPDESI di Solo, bulan April lalu.

 

Ia menyatakan bahwa keterlibatannya sebagai pembina organisasi desa bertujuan mendukung penuh program Apotek Desa.

 

“Keinginan presiden jelas. Koperasi desa jangan hanya dibentuk, tapi harus benar-benar jalan, di antaranya harus ada gerai sembako, klinik desa, apotek desa, simpan pinjam, _cold storage_ untuk ikan dan daging, serta penyedia pupuk,” ungkap Sudaryono.

 

Ia menyoroti inspirasi dari sistem layanan India.

 

“Di India, obat penurun darah tinggi harganya bisa 10% dari harga di Indonesia. Kita ingin warga desa punya akses kesehatan yang murah dan dekat,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Apotek Desa adalah bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan komunitas.

“Klinik dan apotek desa berperan dalam menjalankan program pemerintah dalam layanan kesehatan masyarakat desa,” ujarnya.

Apotek Desa merupakan bagian dari grand design pembangunan 80 ribu koperasi di seluruh desa. Program ini telah menjangkau 100 desa hingga April 2025 dan ditargetkan hadir di 10.000 desa pada 2027 sebagai simbol nyata kehadiran negara hingga ke akar rumput. (*)

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Transformasi Digital dalam Penguatan Koperasi Merah Putih

Transformasi Digital dalam Penguatan Koperasi Merah Putih Oleh : Rahmat Hidayat Transformasi digital menjadi momentum…

26 minutes ago

Digitalisasi Koperasi Merah Putih Buka Peluang Ekonomi Baru di Desa

Digitalisasi Koperasi Merah Putih Buka Peluang Ekonomi Baru di Desa JAKARTA – Digitalisasi koperasi desa…

2 hours ago

Koperasi Merah Putih Didorong Go Digital demi Tata Kelola Lebih Transparan

Koperasi Merah Putih Didorong Go Digital demi Tata Kelola Lebih Transparan Semarang – Direktur Ekosistem…

4 hours ago

CKG dan Kesehatan Berkualitas sebagai Alarm Dini Darah Tinggi Anak

CKG dan Kesehatan Berkualitas sebagai Alarm Dini Darah Tinggi Anak Oleh : Andika Pratama Fenomena…

4 hours ago

CKG Perkuat Deteksi Dini Hipertensi Anak demi Kesehatan Berkualitas

CKG Perkuat Deteksi Dini Hipertensi Anak demi Kesehatan Berkualitas Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis…

5 hours ago

CKG Ungkap Risiko Darah Tinggi Anak, Kesehatan Berkualitas Diperkuat

CKG Ungkap Risiko Darah Tinggi Anak, Kesehatan Berkualitas Diperkuat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang…

5 hours ago