• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Indonesia Optimis Bisa Atasi Covid-19

Indonesia Optimis Bisa Atasi Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 27 May 2020

Oleh : Raavi Ramadhan

Meskipun virus Covid-19 masih bercokol di Indonesia, namun kita harus merasa optimis bahwa penyakit Corona akan bisa cepat diatasi. Dengan catatan wajib menaati peraturan dan protokol kesehatan dan tetap menjaga imunitas tubuh. Perkiraan berakhirnya pandemi Covid-19 adalah akhir tahun 2020, dan diharapkan jika semua bisa tertib akan lebih cepat berakhir.

Penyakit Corona masih menjangkiti masyarakat Indonesia, terutama yang punya penyakit bawaan di paru-paru seperti asma dan TBC.

Mereka lebih rawan terkena virus Covid-19 karena imunitasnya rendah dan kekuatan paru-parunya tidak sekuat orang yang sehat. Walaupun virus Covid-19 belum sepenuhnya pergi dari negeri ini, namun kita harus optimis bahwa penyakit Corona akan bisa diatasi dengan tuntas.

Optimisme yang sama juga dirasakan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam wawancaranya bersama Najwa Shihab, Presiden berkata bahwa perkiraan pandemi ini berakhir di bulan desember 2020, namun bisa saja lebih cepat.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Bansos Tahap Kedua Terdampak Corona

Bisa saja pertengahan tahun ini Corona sudah mereda dan kita bisa hidup normal kembali. Namun dengan catatan semua rakyat Indonesia harus bekerja sama dan taat akan peraturan yang diberikan oleh pemerintah.

Gotong royong dalam menghadapi Corona bukan berarti semua orang harus jadi tenaga medis dadakan, namun lebih kepada ketaatan terhadap beragam peraturan. Misalnya anjuran untuk stay at home, ketika anak-anak school from home malah diajak berjalan-jalan ke pantai. Sama saja bohong, malah akan membuat mereka terkena resiko tertular Corona.

Jika sudah dihinggapi virus maka Covid-19 juga bisa merambat ke orang lain yang kontak dengan keluarga Anda. saat sudah seperti ini, kapan pandemi ini akan berakhir?

Peraturan untuk stay at home jangan malah dijadikan beban. Jika diharuskan untuk tetap di rumah saja ya mau tak mau betah di dalam. Jika memang ingin traveling maka bisa dilakukan secara virtual dengan Google Street View. Sabarlah sejenak, demi mengatasi penyebaran Corona.

Optimisme tentang berakhirnya pandemi Covid-19 dengan lebih cepat ini juga muncul dengan adanya beberapa pelonggaran, meski bukan berarti aturan PSBB sudah dihapus. Beberapa penerbangan sudah mulai dibuka dan masyarakat sudah boleh pergi ke luar kota.

Walau dengan syarat yang sangat ketat, misalnya menunjukkan surat bebas Corona, surat tugas dari kantor, atau surat kematian bagi orang yang ingin mengunjungi keluarganya yang meninggal dunia di kota lain.
Meskipun sudah ada pelonggaran dan perencanaan the new normal karena vaksin Covid-19 belum ditemukan, maka kita harus tetap menjaga imunitas diri. Optimisme akan hilangnya Corona lebih cepat dari Indonesi boleh-boleh saja, namun tidak boleh abai.

Misalnya dengan makan seenaknya, dan lupa untuk tidak menyeimbangkan gizi dengan konsumsi buah dan sayur. Padahal buah dan sayur mengandung vitamin dan serat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan ketika kita sehat maka Corona tak akan hinggap.

Begitu juga dengan kemanan diri ketika harus pergi ke luar rumah. Jangan mentang-mentang sudah ada sedikit pelonggaran, malah cuek dan tidak memakai masker ketika berada di luar.

Masker kain walau harganya murah, namun ampuh untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bawalah juga hand sanitizer ketika ke luar rumah dan sering-seringlah mencuci tangan ketika berada di dalam rumah. Sehabis bepergian, maka langsung cuci baju dan masker, lalu cepat-cepat mandi keramas.

Dengan adanya kedisiplinan dan ketaatan warga negara Indonesia untuk mematuhi peraturan seperti stay at home, PSBB, dan juga tetap menjaga imunitas, maka kita optimis Corona akan bisa segera pergi dari negeri ini.

Ingatlah bahwa semua gotong royong dan kerja keras untuk selalu menjaga kebersihan dan memakai masker ini tidak akan sia-sia. Jumlah pasien Corona akan berkurang dan Indonesia bisa bebas dari virus Covid-19.

Penulis adalah mahasiswa Pakuan Bogor

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.