Indonesia Berpotensi Menjadi Raksasa Digital

Indonesia Berpotensi Menjadi Raksasa Digital
Oleh : Saefudin

Indonesia berpotensi menjadi raksasa digital, bukan hanya macan asia, tetapi di seluruh dunia. Oleh sebab itu, UMKM wajib memiliki skill internet marketing dan transaksi online, agar bisa go digital dan memperluas cakupan pemasarannya.

Internet sudah menjadi keseharian kita dan hampir tiap orang memiliki media sosial. Akan tetapi, sebagian menggunakannya hanya untuk bersenang-senang dan menonton video. Padahal internet bisa digunakan untuk membangun jejaring bisnis, termasuk UMKM di Indonesia. Dengan membangun website dan toko online di dalam marketplace, maka bisa beriklan dan dilihat oleh orang-orang sedunia.
Selain itu, transaksi digital juga sedang digalakkan, terutama di masa pandemi. Penyebabnya karena transaksi online lebih praktis dan mudah, dan tidak repot menyiapkan uang kembalian. Penggunaan mesin EDC mempermudah transaksi, sementara rekening pedagang juga diberikan untuk tujuan mentransfer uang.
Presiden Jokowi meminta OJK dan pelaku usaha untuk konsisten membantu para pelaku UMKM untuk melakukan transaksi digital, yang meminimalisir kontak fisik, sehingga mereka bisa go digital. Tujuannya agar kemajuan inovasi keuangan digital memberi manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Presiden Jokowi menambahkan, inklusi keuangan juga harus merambah ke masyarakat menengah ke bawah. Kemudian, jangkauannya juga harus diperluas, tak hanya di Jawa tetapi juga di seluruh Indonesia. Dalam artian, digitalisasi keuangan harus disosialisasikan, sehingga toko kecil sekalipun bisa melayani transaksi non tunai.
Selain itu, pemerataan digitalisasi keuangan juga wajib dilakukan. Sehingga dari Sabang sampai Merauke, semua bisa melayani transaksi online. Mulai dari mesin EDC sampai transfer via mobile banking, internet banking, atau dompet virtual. Oleh karena itu UMKM memang perlu dibantu, agar tidak gaptek dalam transaksi digital.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyatakan bahwa pelaku UMKM bisa menjangkau konsumen lewat marketplace. Dalam artian, peranan digital marketing amat penting, karena cakupan pembelinya lebih luas. Sehingga produk-produk UMKM bisa dikenal oleh banyak orang, termasuk yang tinggal di luar negeri.
Teten melanjutkan, nantinya pebisnis UMKM dimudahkan karena mereka bisa mendapat kepercayaan dari Bank, dan dilihat dari cashflow di marketplace. Jadi tak hanya tergantung dari agunan yang diajukan, tetapi juga banyaknya transaksi digital. Dalam artian, dengan pencatatan transaksi virtual maka bisa dilihat apakah kondisi keuangannya sehat dan pantas diberi pinjaman untuk tambahan modal usaha.
Selain itu, dengan mempromosikan via marketplace maka cakupan lebih luas sekaligus membuat Indonesia jadi raksasa digital. Penyebabnya karena para pedagang, terutama UMKM, sudah melek internet. Mereka bisa menjual produk-produknya lalu merambah pasar impor. Sehingga bisa meraup cuan lebih banyak.
Ketika produk-produk Indonesia sudah diekspor maka terlihat kualitasnya dan akan mengharumkan nama Indonesia. Negeri kita bisa dikenal sebagai produsen barang-barang kelas wahid, dan selama ini masyarakat di luar negeri juga menggemarinya. Mulai dari produk permen kopi hingga mie instan, mereka menyukainya.
Hal ini menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi pengusaha UMKM untuk terus maju dan menguasai ilmu digital marketing, sekaligus memahami cara transaksi keuangan digital. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan transaksi offline, tetapi harus melek teknologi jika ingin maju. Apalagi di tengah pandemi, harus makin lihai dalam mencari konsumen baru.
Pebisnis UMKM didorong agar menguasai transaksi pembayaran digital sekaligus lihai dalam internet marketing. Jika UMKM berhasil mengekspor produknya, maka Indonesia-lah yang diuntungkan. Negeri kita bisa jadi raksasa digital dan menguasai pangsa pasar dunia.

Baca Juga

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Related Posts

Add New Playlist