• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Idul Fitri 2022 Momentum Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi

Idul Fitri 2022 Momentum Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 May 2022

Idul Fitri 2022 Momentum Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Alfisyah Dianasari

Pelonggaran aktivitas saat Idul Fitri 1443 H/2022 sangat diapresiasi masyarkat. Selain mampu melepas kerinduan dengan kampung halaman, momentum Idul Fitri kali ini mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi.

Liburan selalu menyenangkan apalagi libur lebaran. Tahun 2022 ini walau masih pandemi tetapi pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik, sehingga libur lebaran makin terasa manis, karena bisa dihabiskan dengan silaturahmi dan jalan-jalan di kampung halaman.

Semuanya bergembira karena bisa sungkem dengan orang tua lalu berwisata bersama para kerabat.

Geliat ekonomi juga terjadi saat libur lebaran. Bahkan transaksi selama liburan ini mencapai 42 trilliun rupiah sehingga di kuartal ke-2 tahun 2022 ada kenaikan sebesar 7%.

Jumlah ini sangat fantastis karena hanya dalam beberapa hari, masyarakat menghabiskan uangnya besar-besaran.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 7% dalam satu kuartal tentu amat baik karena jika terjadi tiap kuartal, kita optimis akan bangkit lagi. Bahkan bisa lebih baik lagi daripada keadaan sebelum pandemi.

Saat dua tahun dihantam badai corona lalu lunglai karena perekonomian lesu, maka di libur lebaran masyarakat sudah sehat finansialnya dan roda ekonomi bergulir dengan kencang.
Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Riau Dede Firmansyah menyatakan bahwa Idul Fitri 2022 menjadi momentum yang mendongkrak volume arus lalu lintas orang yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Juga berdampak ganda pada bidang ekonomi maupun pariwisata. Otomatis mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Idul Fitri menjadi momentum penting untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata dan hal ini amat bagus karena sejak awal pandemi bidang pariwisata benar-benar keok. Penyebabnya karena sempat ada larangan keluar rumah dan larangan kunjungan dari luar negeri, sehingga jumlah turis asing turun drastis. Namun ketika ada libur Idul Fitri maka pariwisata jadi naik lagi.
Para pemudik saat ini sangat mengutamakan kenyamanan. Jika mereka kelelahan di perjalanan maka tak sekadar istirahat di rest area, namun mencari penginapan atau hotel terdekat. Setelah kondisinya bugar maka baru melanjutkan perjalanan. Begitu juga ketika sampai di tanah kelahiran, mereka juga memilih untuk tidur di hotel karena terlalu sempit jika tidur di rumah orang tua.
Situasi ini menyebabkan kenaikan okupansi hotel sehingga membuat pengusaha hospitality untung besar. Mereka jadi kebanjiran tamu yang rata-rata pemudik dan menangguk keuntungan yang luar biasa. Para pengusaha tentu bahagia karena tidak perlu menutup bisnis hotelnya, karena ada saja tamu yang datang.
Sementara itu, pengusaha tempat wisata juga untung besar karena para pemudik menghabiskan waktu liburannya di tempat rekreasi miliknya. Tiketnya laris-manis sehingga pengusaha tempat wisata juga bergembira saat libur lebaran. Tak ada lagi dampak negatif pandemi karena bisnisnya lancar, dan juga tetap aman karena mematuhi protokol kesehatan.
Masyarakat memang tak ragu untuk menghabiskan uangnya untuk biaya mudik dan plesir saat libur lebaran. Mumpung bisa rehat sejenak dari penatnya tekanan pekerjaan dan sedang berkumpul bersama keluarga besar, mereka memilih untuk berwisata setelah bersilaturahmi lebaran. Pengeluaran uang masyarakat menyehatkan kondisi finansial negara karena roda ekonomi bergulir dengan sangat kencang.
Idul Fitri tahun ini berlangsung aman dan lancar, masyarakat juga gembira karena bisa pulang kampung. Dengan adanya momentum Idul Fitri maka tren pemulihan ekonomi nasional diharapkan dapat terus berlanjut.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar pers dan mahasiswa cikini

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.